
Berat memang hidup dalam keadaan sebatang kara dengan kejadian ibu dan kakak satu-satunya meninggal karena depresi masalah cinta sehingga akhiri hidup.
Setelah Imam kehilangan keluarga nya, dia diasuh oleh seseorang tetangga nya yang lama menikah tidak memiliki anak. Mereka sangat idamkan seseorang anak dalam hidup mereka. Tentu kesempatan memiliki Imam sebagai anak mereka membuat keluaraga itu sangat bahagia dan bersyukur.
25 tahun kemudian.
Anak yang dahulunya putih, kecil, imutdan pendiam itu mulai tumbuh menjadi anak yang tampan.
Namun karena dia di asuh oleh orang yang ekonomi terbilang agak susah dan hanya cukup makan sehari-hari, hidupnya tidak semewah anak orang kaya. Namun dia sangat bersyukur ada yang menampung dia dan menghidupi dia seperti anak kandung nya sendiri setelah kehilangan keluarga nya.
Tetapi, entah itu cobaan atau karma yang berjalan?
Kisah cinta nya tak seindah yang ia bayangkan dan merasakan apa yang di rasakan oleh Raka dan Dewi saat dia menjalin cinta harus hancur karena mahar yang terlalu tinggi seperti yang ibu nya ajukan membuat dia gagal nikah.
Setelah beranjak dewasa dia pergi ke kota untuk kerja dan memulai hidup baru. Coba menjauh dari lingkungan yang masa lalu kelam bersama keluarga nya.
Di sana dia coba baca novel yang berjudul "Cinta Terhalang Mahar" serta kisah "Cinta tak Kesampaian Ajalku Tiba. "
Saat dia membaca itu hatinya terharu. Seakan dia teringat kejadian kakak dan ibu nya di masa lampau. Maka dia tulis lah kisah perjalanan kakak nya dalam sebuah novel berjudul:
"Cinta Terhalang Mahar. "
Tak lama terbit novel itu banyak di baca dan menyentuh hati banyak orang.
"Alhamdullilah laris juga novelnya. " ucap dia senang dan berseri menerimah hasil luar biasa.
Kehidupan yang ia jalani kini di kota jauh berbeda dengan di desa tempat dia tinggal dahulu. Materi dan pendidikan harus yang di utamakan jarang hanya memandang cinta. Jika bahasa para pelaku cinta disebut.
"Makan itu cinta" Seperti itulah kenyataannya. Takterkecuali hubungan asmara Imam dengan seorang gadis kaya raya.
Gadis imut, periang, aktif, manja, dan sangat lembut itu bernama "Intan".Seorang anak pemilik salah satu perusahaan besar di kota itu.
Berbekal ketampanan dan kebaikan hati, diatelah memenangkan hati Intan sepenuh nya memiliki dia menjadi kekasih. Hingga mereka berniat menikah.
" Intan. "
"Iya, mas. Ada apa? "
__ADS_1
"Kamu siap tidak aku persunting? "
"Emmmm.Gimana ya? " Jawab Intan seolah ragu hanya becanda menggoda nya padahal dia sangat senang jika di lamar oleh Imam sang kekasih yang tampan.
"Aku serius, sayang? "
"Emang kamu siap menikahi aku? Sudah ada modal nikahnya? " Tanya Intan manja.
"Aku siap kok. Alhamdulilah cukup modalnya. "
"ya sudah. Kapan kamu menemui orang tuaku? "
"Besok gimana?"
"Boleh."
"ya sudah. Besok aku kerumah kamu. "
Dengan semangat dia mengajak orang tua angkatnya yang sudah menganggap dia anak kandung sendiri sehingga mereka bersama-sama pergi ke kota.
"Begini, pak. Maksut kedatangan kami sekeluarga mau menyampaikan bahwa putra kami Imam untuk mempersunting Intan putri bapak dan ibu. "Jelas ayah angkat Imam.
" Apakah kamu mau, Intan? "
"Iya, papa. Kami sudah siap dan saling mencintai satu sama lain. " Nada manja gadis itu dengan lembut.
"Apa pekerjaan kamu? "
"Hanya buruh pabrik biasa, pak. "
"Apa kelulusan kamu? "
"Saya hanya lulus sma. "
"Dia putri kami satu-satunya yang paling kami sayang. Dia kami sekolahkan tinggi ke luar negeri agar dia bisa hidup bahagia dapat jodoh yang mapan. Apakah kamu bisa bahagiakan dia kelak? "
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, pak. "
__ADS_1
"Akan berusaha, ya?
Apakah kamu sanggup melamar dia dengan emas 100 gram, rumah mewah, mahar 200 juta dan lainnya? "
"Sepertinya saya tidak sanggup. Karena saya hanya buruh pabrik biasa dengan gaji kecil. "
"Kalau gitu jangan harap saya merestui kalian. Intan sudah saya jodohkan dengan orang pengusaha asal Amerika yang kaya raya. "
"Baiklah jika bapak tidak setujuh dengan hubungan mereka. Kami pamit untuk pulang. " Jawab ayah angkatnya dengan lesu.
Bagai buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Dan bagai karma itu berjalan. Apa yang di lakukan ibunya dahulu kini kembali terjadi dengan dirinya. Dengan rasa kecewa di tolak dan rasa malu ketika dihina mereka pulang kerumah.
"Tuhan... Apa salah ku? Mengapa aku harus menanggung semua kelakuan ibu ku dimasa lalu? " Suara lirik seorang pemudah yang putus asa beriringan tangisan mendalam.
"Kamu yang sabar ya, nak! Mungkin dia bukan jodoh terbaik mu. Pasti ada yang lebih baik dari dia. " Nasehat Imam sembari memeluk dirinya yang menangis.
"Tapi mengapa aku yang merasakan karma ibu ku? Apa salah ku? "
"Tuhan tau yang terbaik untuk umatnya."
Akhirnya dia gagal menikah dengan Intan gadis pujaan nya yang dia sangat cintai itu. Dan Intan juga di kirim keluar Negeri untuk menikah dengan orang kaya berdara Amerika.
Mereka pun putus kontak membuat dia merasa terpuruk seakan kehilangan masa depan dan semangat hidupnya.
Kini dia menjadi takut jatuh cinta. Takutakan mendapat perlakuan yang sama atau lebih parah. Selain itu juga dia merasa minder dan sangat rendah diri yang miskin tak punya apa-apa.
Entah itu secara kebetulan atau memang sudah direncana Tuhan pada diri manusia mengalami dua kejadian yang sama di waktu berbeda.
Sampai-sampai dia teringat novel tentang cinta tak kesampaian ajal ku tiba yang perna ia baca.
"Apakah kelak cinta ku juga akan seperti itu? Apa aku akan mati sebelum mendapatkan cinta sejati dari gadis yang aku cintai? " Ujarnya dengan lesu dan sedih sembari menatap gelap nya gulita malam dan para bintang yang seakan menari menertawakan nasibnya.
Dia kini menjalani sisah kehidupan dan luka yang belum terobati perlahan memulihkan hatinya setelah sempat depresi juga namun beruntung dia berfikir panjang tidak sampai akhiri hidup seperti keluarga nya yang pergi kala itu karena masalah percintaan yang sempat menggemparkan desa itu. Serta membuat dia sebatang kara tanpa keluarga.
Perlahan dia mulai kerja seperti biasa layaknya pemudah umumnya mencari nafkah untuk keluarga.
Namun kini dia menjauh dari wanita tanpa ada kepikiran untuk saling mencintai. Mungkin karena malu, trauma atau apa pun itu yang dia rasakan. Seakan titel jomblo abadi akan dia sanding dalam hidup nya meski kita tidak tahu apa rencana Tuhan di balik penderitaan serta cobaan yang kita alami dalam hidup yang singkat ini.
__ADS_1