
Kata seseorang jika anda
mengalami kebuntuan dalam menulis. Cobalah untuk menuliskan apa saja, entah
apapun itu tuliskan saja. Jangan berpikir bagaimana nanti juga ini itu.
Tuliskan saja. Menulis bukan ajang untuk mennunjukan kebenaran mana yang paling
suci. Katanya, menulis ibarat membuka keran air. Dengan menulis artinya keran
air sedang anda buka. Lalu, air akan mengalir deras sesaat ketika anda memulai untuk
menulis. Jadi menulislah maka air inspirasi akan mengalir deras di atas kertas anda. Bagaimana anda bisa menulis
sesuatu hal jika kerannya saja masih tertutup dan enggan untuk anda buka.
Maka ambil kertasmu, buka laptopmu dan mulailah
untuk menulis. Apa saja. Semua yang ada di dalam dirimu tuliskan saja. Anda
pasti memiliki sesuatu yang layak untuk dibagikan. Berbagila dengan menulis.
Mulai menulis sekarang juga dan aliran inspirasi akan membanjiri kertas kerja
anda. Hal yang semacam itu juga sebetulnya seperti apa yang sa lakukan malam ini. Ini malam punya serasa
dingin dan bisu, malam yang mati dengan kesepian pikiran. Sa merasa tak punya sedikit pikiran-pikiran
untuk dibagikan. Maka dari itu sa mencoba menuliskan saja apa yang sa rasakan.
Sa tak mampu untuk memikirkan ingin menulis apa.
Ini punya hari begitu sa
merasakan susah. Tubuh sa serasa membawa beban ribuan kilo. Sa merasa berat
bahkan ketika sa berdiripun sa merasakan tekanan demi tekanan menimpa kepala.
Sa memikirkan apa yang seharusnya tidak sa pikirkan. Barangkali sa berpendapat
sesuatu justru seringkali sa sendiri yang akan menggagalkan pendapat itu. Sa
merasa pusing dengan berbagai macam pikiran yang jika sa pikir ulang juga tidak
sebegitu penting.
Sa berpikir kenapa
saudara-saudara sa di Papua suka sekali untuk memberontak dan sangat
mengidamkan untuk membuat negara sendiri. Sa berpikir apakah saudara sa disana
tidak cinta negara ini, negara republik indonesia ini. Sa berpikir apakah
setelah keluar saudara sa bisa lebih baik nasibnya. Sa berpikir juga tentang
nasionalisme yang dipunya negara kesatuan ini. Sa menjadi bingung dengan
pertanyaan juga mengenai terorisme yang hendak disematkan kepada
saudara-saudara sa yang memberontak di papua. Sa juga belum mayakini
pemberontakan itu dilakukan murni oleh
__ADS_1
masyarakat sana. Boleh jadi ada pihak-pihak yang sa tidak tahu siapa juga ikut
andil salam pergolakan ini. Di dunia internasional dalam konverensi-konverensi
sa menduga pembicaraan tentang saudara-saudara sa di papua menjadi diskusi dan
perdebatan yang menarik. Papua apakah bagian dari indonesia? bukan. Justru indonesia
bagian dari papua sa kira. Saudara-sauadara sa sudah ada di pulau cendrawasi
itu jauh sebelum adanya Indonesia. bukan papua saja sa kira tetapi juga semua
daerah. Daerah-daerah di Indonesia ini sudah jauh ada sebelum Indoneisa.
Sungguh sa yakin indonesia hanya bagian dari daerah-daerah itu. Indonesia
bagian dari Maluku, Indonesia Bagian dari Bali, Indonesia Bagian dari Nusa
Tenggara, Indonesia Bagian dari Jogja, Indonesia Bagian dari Semarang, Indonesia
Bagian dari Aceh. Kerajaan Tanah Hitu sudah ada sebelum Indonesia. sa yakin
Indonesia sekarang juga masih meraba-raba jalan hidupnya yang masih muda.
Kembali lagi sa
memikirkan saudara-saudara sa yang ada di papua sana. Indonesia bagian dari
Papua. Indonesia juga bagian dari diri sa. Kenapa Indonesia memaksakan agar
Papua terus bersamanya. Tetapi tunggu dulu. Kalau dalam tradisi keluarga sa,
jika ada anak yang paling dimanjakan kelak masa depannya akan yang paling suram
ia suka, ia juga sering diajak jalan-jalan ketimbang sa dan kakak-kakak sa yang
lain. Adik sa yang terakhir ini begitu manja jadinya. Tetapi sa tidak kasihan
dengan masa depan adik sa yang suram Tetapi sa justru prihatin dengan Jawa. Sa
melihat Jawa seperti adik sa yang dimanja. Dimanja infrastruktur, dimanja
harga-harga murah ketimbang kakak-kakak sa yang lain. Sa kasihan jangan-jangan
nasib Jawa sama dengan masa depan adik sa yang suram karena sangat begitu
dimanja oleh mama dan papa sa. Hanya saja sa takut jika hal itu benar nyata dan
apa jadinya Indonesia tanpa Jawa, sa hanya meneruskan kata penguasa.
Kakak-kakak sa yang
bekerja keras dan selalu dianggap menentang oleh mama sa itulah yang paling
kaya sebetulnya. Tetapi lagi-lagi mama sa begitu memanjakan adik sa. Walaupun
kakak sa begitu giat bekerja dan ia juga sangat kaya tetapi kakak sa masih
hidup sengsara dan bahkan tak layak dikatakan hidup. Kakak sa sering kelaparan,
terjangkit penyakit mematikan karena mama sa yang begitu memrioritaskan adik
sa. Kata mama sa, adikmu harus dihidupi dengan kenyamanan, engakau sebagai
__ADS_1
kakak harus berrtanggung jawab dan membatu mama. Tak jarang kakak sa memberikan
semua kekayaannya kepada adik sa saat itu ketika adik sa belum sedewasa ini
juga mama yang belum hidup di dalam peti mati. Ketika itu kakak sa pekerja
keras tetapi sangat miskin karena uang gaji dan kekayaannya dipaksa mama untuk
diberikan kepada adik sa semua. Walaupun mama memaksa tetapi kakak sa juga
tidak menyadari jika itu memaksa. Kakak sa menganggapnya itu berbakti kepada
mama, kakak sa menganggap semua itu kebaikan dan kewajiban yanng layak untuk
dilakukan. Tetapi terkadang kakak sa juga memberontak dan tak mau menuruti apa
yang mama sa katakan. Ketika itu kakak-kakak sa serempak tidak ingin
memberikan pendapatan dan kepunyaan
kekayaannya untuk adik sa yang sangat dimaja. Ketika itu mama snagat marah dan
begitu kesal kepada kakak-kakak sa. Mereka dipukul, ditendang bahkan ditodong
pistol. Kakak-kakak sa diperlakukan seperti perampok, seperti ******* dan
penghianat keluarga. Kakak sa tak mampu melakukan upaya apa-apa selain pasrah.
Kakak sa bertekuk lutut dihadapan mama dan kembali memberikan kekayaannya untuk
adik sa. Salah satu kakak sa ada yang wajahnya berdarah-darah, kakinya sobek
bahkan ada yang giginya hilang beberapa karena pukulan mama. Barangkali pukulan
itu adalah pukulan cinta mama kepada kakak. Sa juga tidak tahu tetapi adik yang
sangat manja juga sangat pele sa rasa. Adik sa karena dimanja infrastruktur,
kecanggihan, kenyamanan begitu bodoh untuk mengurus harta yang kakak sa
berikan. Adik sa berfoya-foya dengan harta itu. Tak jarang papi juga mengambil
sebagian untuk berjudi juga menyewa PSK dibelakang gang pasar. Semua harta yang
kakak-kakak sa kumpulkan menjadi lenyap dalam beberapa malam saja. Semuanya
dibuat foya-foya papa dan adik sa. Belum lagi papa sa yang suka berjudi
terkadang kalah dan berhutang sana sini dengan jaminan kakak-kakak sa, harta
benda yang kakak sa kumpulan menjadi jaminan hutang papa sa. Tetapi Kakak sa
masih belum sadar. Bukan, benar-benar tidak sadar tetapi takut dengan pukulan
yang mama sa berikan. Belum lagi mama sa juga akan melepaskan anjing penjaga
rumah untuk menyiksa kakak-kakak sa.
Sa sekarang ada di luar
angkasa. Melihat semua kekejaman yang mama sa berikan kepada kakak-kakak sa.
Dan sa ulangi kata-kata sa tadi bahwa sa lebih prihatin dengan Jawa.
__ADS_1