
Tiada yang spesial di dunia ini selain senyum seorang ibu. Kegembiraan seorang wanita tua yang
melahirkan kita adalah kebahagiaan yang tiada kira, tiada dua, tiada banding, tiada yang mampu untuk menyanding.
Benar. Ibu adalah sosok inspirasi bagi setiap anaknya. Terlepas seberapa brengsek orang tuamu, terlepas kesedihan dan kekacauan batin karena percikan api yang sering terjadi di antara anak dan
orang tua tetapi ketahuilah bahwa senyum ibu adalah kebahagiaan paling spesial di dunia ini. paling tidak menurutku demikian.
Tetapi, Sesuatu yang teramat spesial terkadang justru sangat susah untuk dijelaskan dengan bahasa
kata. Mendiskripsikan kasih ibu kepada anaknya terasa begitu runyam dan rumit. Sesuatu yang dekat justru sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata indah. Padahal kasih ibu sepanjang masa.
Dari setiap masa ke masa semestinya ada celah untuk menuliskan segala bentuk suka duka ibu kepada anaknya. Dari melahirkan sampai membesarkan. Merawat dan menjaga. Mendidik sampai mendewasakan. Aku percaya bahwa Kasih ibu sepanjang masa sepanjang nafasnya di dunia.
Ketika malam tiba. Seorang anak tertidur pulas selepas seharian beraktivitas, entah main ataupun
belajar. Namun berbeda dengan ibu. Walaupun nampak ibu pun akan tertidur pulas
namun pikiran dan hatinya selalu was-was.
Bagaiamanapun meski mata ibu tertutup tetapi pikirannya terbuka kemana-mana. Ibu memikirkan masa depanmu. Ibu memikirkan keluarganya, besok makan apa. bagaiamana dirimu bersekolah apakah
sudah menjadi anak yang baik.
Apakah dirimu nakal dan membangkan kepada guru-guru yang telah dipasrahi ibu menjadi orang tua keduanya. Bagaiamana kelak masa depanmu. Dan yang paling terngiang dalam lantunan pikiran seorang ibu
disetiap malam adalah apakah dirinya sudah menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya. Apakah selama ini dia sudah dapat membuat bahagia anak-anaknya.
Gejolak pertanyaan bahwa sudahkah dia menjadi ibu yang baik akan terus berputar dikepala seorang ibu sepanjang malam.
Tahukah engkau setiap sudut kerudung seorang ibu adalah bekas seka’an air mata. Di sana terdapat tangis
yang tersembunyi. Yang bahkan dirinya sendiri tak menyadari dan tidak ingin menyadari.
Begitu berat derita seorang ibu untuk menyembunyikan luka selama bertahun-tahun. Engkau tak akan pernah tahu dan memahaminya. Dibalik senyum manisnya yang selalu terlempar dihadapanmu ibu seolah berkata
“tidak apa nak, ibu baik-baik saja, lanjutkan tujuan dan cita-citamu”.
Dibalik itu semua engkau tahu bahwa ibu mencoba meredam luka dengan senyum kecil palsunya. Ibu
menyembunyikan derita dan tangis yang ia seka disetiap sudut kerudungnya.
Seroang ibu tak akan pernah perduli dengan nasib dirinya sendiri.
Seorang ibu berjalan di jalan bahwa dirinya tidak jauh penting ketimbang masa depan
anaknya. Ibu selalu berpikir bagaimana anaknya, masa depannnya. Dan yang paling
penting bahagia seorang anak adalah bahagia seorang ibu. Cukup itu. Dan seorang
ibu akan sangat bangga. Deruh air mata akan kembali bersua namun yang ini
dengan bumbu kebahagiaan yang tiada habisnya.
Sebelum datangnya pagi seorang ibu memaksa kelopak matanya untuk terbuka. Kau tahu bahwa setiap pagi
seorang ibu selalu berlomba dengan matahari. sebelum matahari terbit mata ibu
__ADS_1
sudah terbuka lebar menyiapkan satu hari panjangmu, menyiapkan sarapan dan
membersihakan seisi rumah.
Kau tahu sebelum matahari datang tubuh seorang ibu sudah lebih dahulu berada di pasar lalu kembali kerumah, memasak di dapur kemudian menyapu halaman, menyuci tumpukan piring, membangunkan dirimu yang susahnya bukan main, kembali kedapur menyiapkan sarapan, memandikan adikmu yang masih kecil, menggantikan popoknya dan seratus macam tugas yang seorang ibu mampu mengerjakannya sebelum pagi
datang. kau tahu itu.
Memang mungkin benar
tiada yang spesial selain senyuman seorang ibu. Senyuman tulus dari seorang
yang merawat kita sampai dewasa. Memang mungkin benar tiada kebahagiaan yang
paling bahagia selain melihat seorang ibu bergembira. Dunia masih memiliki
harapan baik ketika senyuman ibu masih terbit di hari-harimu. Bahkan di hari
yang paling susah bagimu. Senyuman ibu adalah kebahagiaan dan keceriaan yang
mampu merubah dunia. Percyalah.
Meskipun tangisnya yang
tiada satu orangpun tahu. Meskipun deritanya sudah ia pendam dalam-dalam.
Meskipun lukanya juga sudah ia tutupi dengan senyuman dan tawa kegembiraan.
Tetapi senyum saja tidak cukup kuat untuk menghilangkan semua kesedihan yang seorang
nampak baik saja dengan senyuman tetapi ketahuilah hal itu tidak berpengaruh
dengan mata yang tak dapat berbuat bohong, mata tidak mampu megatakan
sebaliknya. Mata adalah jembatan menuju perasaan yang sesungguhnya. Tidak bisa
mata berbohong selayaknya bibir dengan senyum kepalsuannya.
Mata yang nampak lelah
karena tangis yang tak pernah mau berhenti. Mata yang letih memendam rasa
derita belasan tahun yang tak satupun orang tahu dan bahkan dirinya sendiri
tidak ingin tahu. Senyum dan tawa yang membuat halusinasi bahwa ibu baik-baik
saja. Mata yang merah, mata yang sudah cukup tua dan lelah membawa beban-beban
luka yang tak mampu untuk diungkapkan. bahasa kata hanya akan membuatnya
menjadi salah tingkah. Tiada bahasa yang mampu mengungkapkan derita seorang ibu
selain bahasa air mata.
Banyak hal yang tidak
kita tahu tentang seorang ibu, tentang perjuangannya, tentang lukanya, tentang
__ADS_1
susahnya menjagamu, tentang beratnya membesarkanmu, tentang semuanya kita tidak
akan benar-benar tahu untuk memahami itu semua. Terumata tentang kesabarannya.
Kita semua tidak akan pernah sampai kepada ujung kesabaran seorang ibu.
Sabar bagi ibu adalah
teman yang paling...paling...paling setia dengannya. Sabar dan ibu adalah dua
hal yang tak boleh dipisahkan. Seorang ibu memberikan teladan kesabaran yang
luar biasa bagi anak-anaknya.
Kau tahu kita sering
bertengkar dengan ibu hanya karena sebuah hal kecil yang kemudian menjadi begitu
besar dan serius. Dan bagaimana seorang ibu memperlihatkan kesabarannya dan
memilih jalan untuk mengalah ketimbang memainkan egonya. Seorang ibu lebih
memilih untuk mengalah demi sebuah kedamaian dan ketentraman dalam keluarga.
Ibu adalah teladan kesabaran nomor satu di dunia.
Sekali lagi bahwa kita
tidak akan pernah benar-benar memahami derita seorang ibu. Selama sembilan
bulan seorang ibu membawamu didalam perutnya bisakah engkau memahami deritanya.
Tidak berhenti disana, seorang ibu lalu melahirkanmu, merawatmu, membesarkanmu,
mendidikmu dan kemudian seorang ibu juga melakukan peran untuk membuatmu
dewasa. Mampukah engkau memahami semua jalan yang seorang ibu lewati. Dapatkah
engkau tahu kesedihan-kesedihan yang telah seorang ibu rasakan. Air mata di
setiap sudut kerudungnya. kesedihan disetiap perjumpaannya dengan malam. Deruh
tangis yang sembunyi-sembunyi ia keluarkan disetiap sujudnya. Tahukah kamu
tentang itu semua. Bahwa dibalaik senyum seorang ibu terdapat air mata yang tak
pernah berhenti dan luka yang selama ini ia simpan dalam-dalam.
Dan lalu, masihkah dirimu memiliki alasan untuk tidak membahagiakannya. Masih adakah alasan bagimu
untuk menyakitinya, bukankah seorang ibu sudah hidup dikelilingi derita-derita
dan luka. Jangan justru engkau tambah tetapi lakukan apapun untuk membahagiakannya. Karena meskipun dibalik
senyum seorang ibu terdapat luka tetapi senyuman seorang ibu adalah harapan
baik bagi dunia.
__ADS_1