
Purnama di dalam keheningan malam menciptakan sebuah kerinduan akan ke Maha
kuasa-Nya di alam semesta. Oh Tuhan yang Maha Agung, engkau adalah hidup
kehidupan. Engkau jauh dari hidup itu sendiri. Engkau segala-Nya dan semua-Nya.
Kuasa-Mu di atas segalanya. Semua makhluk patuh kepada-Mu dan bahkan tokek
sialan itu pun memuji diri-Mu sepanjang malam, bintang-bintang semuanya sujud
kepada pencipt-Nya, Ohh Tuhanku. Puji Tuhan di kala malam dan pagiku kembalikan
untuk bertindak kriminal.
Renungan Budi kepada
malam yang kian sunyi dan sepi seolah membawanya kepada sang Rahmat ilahi.
Menyeretnya untuk mengingat rumah dan tempat kembali, tetapi bagiamanapun Budi
ialah manusia yang membutuhkan sesuap nasi untuk melanjutkan siklus kehidupan.
Kriminalitas bukan satu-satunya jalan namun Budi tetap memaksakan karena jalan
itu adalah panggung sandiwara kehidupannya. Ia aktornya dan dengan dalih takdir
dari Sang Maha Kuasa ia menjalaninya dengan penuh gairah seorang kriminal.
Budi bukan hanya seorang
preman di pasar kamis yang melegenda pun juga memiliki banyak ratusan anak
buah. Ia adalah seorang multitalenta. Penjaga aksi demonstran, kuli bangunan
sampai makelar suap pejabat desa. Semua ini Budi lakukan dengan ikhlas untuk
bertabayyun kepada Tuhan tentang semua tugas yang selama ini ia jalankan dengan
sangat baik itu. Budi Sang Bandit terkenal di mana-mana, setiap langkah kakinya
masuk ke sebuah perkampunganyang ramai atau bahkan pasar-pasar Budi Sang Bandit
disambut bagaikani pejabat Negara. sorak-sorai gembira di mana-mana seperti
kedatangan para politisi yang mengumbar janji. Bedanya Budi tak pernah
mengumbar janji tentang keamanan dan pertahanan pasar-pasar tetapi sudah pasti
Budi bertanggung jawab dengan keamanan pasar dan jelas Budi melaksanakan
tugasnya dengan baik tanpa pamrih dan pencitraan. Semua orang di Desa Baron
mengenal kebaikan hati Budi. Walaupun ia preman dengan tubuh gempal, berkumis
tebal, berkacamata hitam dan tatto tengkorak hello kitty di lengan kirinya tak
menyurutkan warga Desa Baron untuk memuji dan menyanjung kebaikan dan
keberanian dari Budi Sang Bandit. Suatu waktu Budi pernah menghadapi sekumpulan
preman dari Desa seberang untuk menjarah pasar kamis itu. Semuanya di jarah.
Pedagang cabai yang harganya terus naik sampai kutang yang di jejer sepanjang
jalan itu disita oleh para preman. Budi yang kala itu masih belum memiliki
organisasi yang beranggotakan ratusan seperti sekarang. Budi membuat sebuah
propaganda dengan menyebarkan isu bahwa di pasar kamis terdapat sebuah penyakit menular yang
mematikan. Ia juga sempat bernegosiasi dengan pimpinan preman Desa sebelah itu
agar tidak menganggu wilayahnya yang pada akhirnya perkelahian pun terjadi,
__ADS_1
duel antara preman dengan Budi Sang Bandit. ia hadapi sendirian dengan aksinya
yang heroik menghadapi dua puluh preman sendirian demi menjaga keamanan dan
pertahanan pasar Budi bersusah payah menyusun strategi dan jebakan-jebakan
tikus untuk melumpuhkan para preman, singkat cerita Budi berhasil dan membuat
preman-preman itu tak mau kembali lagi berurusan dengannya. Dan gelar Sang
Banditpun bersemayam di akhir namanya. Budi Sang Bandit.
Dengan kejadian itu,
nama Budi Sang Bandit seolah menjadi penyakit menular yang ia propagandakan.
Namanya tersebar luas sampai ke kota-kota sebelah. Aksi mempertahankan sebuah
kegiatan perekonomian pasar dalam bidang pertahanan dan kemaanananya itu
menjadi titik balik baginya. Propaganda-propaganda dan startegi ulungnya dalam
menghadapi preman-preman desa itu menjadi sangat terkenal dan dipraktekan ke
semua pasar-pasar sekitar. Pasar-pasar menjadi aman dari gangguan preman-preman
yang lain.
Ketenaran nama Budi Sang
Bandit itu membuatnya untuk berinisiatif membuat sebuah organisasi pergerakan
preman di indonesia yang kini sudah beranggotakan bahkan sampai ratusan Preman.
Organisasinya ini yang terkenal multitalenta terkadang ia menjadi organissasi
poros sayap kanan dan juga terkadang menjadi poros sayap kiri tergantung siapa
yang memesan jasanya. Terkadang nama organinasinya terkenal dengan nama Preman
(PKI). Ketika pemesan jasa-jasa Organisasi Pergerakan Preman itu adalah pejabat-pejabat
nama organiasinya pun harus seolah mendukung kebijakan-kebijakan pejabat, maka dari
itu Budi menggunakan nama Preman Demokrasi Indonesia (PDI). Terkadang para
pejabat itu ingin sebuah pengawalan ketika melakukan pecintraan di pasar-pasar
dan perkampungan. Atau juga sering kali preman anggota Organisasi pergerakan
preman bentukan Budi itu mendapatkan tugas untuk mengantarkan uang suap atau
hadiah-hadiah gratifikasi kepada sesama pejabat. Mereka ini sangat mempercayai
anggota-anggota didikan Budi. Karena para anggotanya ini sudah bagaikan pasukan
khusus dengan tingkat profesionalitasnya yang sangat tinggi. Dalam penerimaan
sebagai anggota organisasi bentukan Budi itu ada beberapa tahapan yang panjang
yang harus dilalui dan juga persyaratan-persyaratan kerja yang juga sangat
tinggi. Misalnya harus memiliki pengalaman bertindak kriminal minimal dua
tahun, tinggi badan harus sesuai permintaan pasar dan atau dalam tes uji coba
persyaratannya pun tak main-main. Terkadang dalam satu angkatan penerimaan tes
nya yakni mengelilingi gunung semeru tujuh kali atau berenang dari
nusakambangan ke bali. Semua itu di lakukan sebagai tes ujian karena memang
standar profesionalitas yang Budi inginkan tinggi. Profesionalitas kerja di
__ADS_1
atas segalanya itulah yang membuat banyak pejabat menyewa jasa-jasa anggota
didikan Budi Sang Bandit. Bahkan tak jarang pejabat-pejabat sekelas PBB, WHO
dan organisas-organisasi Internasional lainnya juga menyewa jasa
anggota-anggota Budi.
Tetapi Budi tak menutup
peluang kepada mereka-mereka yang menyewa jas Organisasi Pergerakan Preman itu
dari poros kiri. terkadang Budi membenamkan nama Organisasi Pergerakan Preman
dari PDI menjadi Preman Koalisi Indonesia (PKI). Dengarkan ini preman-preman
muda, Bahwa kehidupan itu keras dan kejam, kita harus dengan cerdik
memanfaatkan berbagai macam situasi dan
mengambil keuntungan diantaranya, jika tidak kita semua yang akan dieksploitasi dan dimanfaatkan. Hidup adalah
pertarungan dan pengambilan keuntungan, siapa yang tak ingin membunuh harus
rela terbunuh. Hukum alam itu demikian kamerad-kamerad muda! Di depan banyak
pendukung dan simpatisan poros kiri, Pidato Budi itu segera menggelorakan
banyak jiwa-jiwa yang tertindas ketika Organisasinya itu ia beri nama Preman
Koalisi Indonesia.
Pagi sampai malam kita
telah bekerja dengan tenaga yang ekstra. Bangunan-bangunan yang megah,
mobil-mobil mewah itu siapa yang membuatnya jika tidak dengan keringat kita?
Kita semua bekerja terus waktu demi waktu membangun peradaban ini. Dan apa yang
kita dapatkan kawan? gaji yang tak cukup untuk mendulang bayi-bayi kita di
rumah. Dan apa semuanya ini jika bukan lebih dari sebuah perbudakan. kita
hanyalah binatang-binatang di mata mereka, kita semua dianggap kaum bawah yang
bisa disuruh dan dipekerjakan seenaknya. Dan semua itu apa jika bukan
penindasan. Lawan kawan, kita harus memberontak dan melawan. Lanjut pidato
Budi, dalam sekejap semua golongan sayap
kiri tertuju kepada Budi. Kepercayaan kepadanya dan organisasi bentukannya
datang bertubi-tubi. Banyak sekali tugas yang dipercayakan kepada organisasinya
seperti dalam pengawalan aksi berdarah di jembatan kuningan kala itu. Sebuah
aksi yang diprakarsai oleh kaum buruh atas kekecewaannya terhadap pengesahan
regulasi baru. Dalam aksinya itu terjadi chaos yang mengakibatkan sepuluh
korban jiwa dan ratusan luka-luka di pihak kepolisian dan satu orang luka
ringan di pihak demonstran. Sedikitnya Korban dari pihak demonstran itu bukan
tanpa sebab, tetapi karena pengawalan ketat dan manajemen aksi yang dibuat oleh
anggota-anggota Budi itulah sebabnya.
Dan masih banyak lagi
cerita tentang Budi dan Organisasi Pergerakan Preman.....dan pasar dengan
__ADS_1
penyakit menular memang ada dan berpindah ke tempat shoping online, semuanya
propaganda budi agar pasar-pasar sepi.