Kisah Sang Pembual

Kisah Sang Pembual
Jebakan Keinginan


__ADS_3

Bermandikan embun pagi  yang suci


darri segala kotoran peradaban. Mulia matahari menyinari bumi dan angkasa


seroang diri dalama pemujaan ke-Agungan-Nya.  Kehidupan kembalilah bermuara kepada kesucian yang amerta. Duhai cinta


yang tiada engkau tahu siapa bumi dan langit itu. duhai cinta yang telah


menempatkan hati dimana rindu telah akan berpulang ke pemujaan dewata. Setiap


tetes kasih tidak akan pernah terbuang sia-sia dalam tong sampah pengabdiaan


dan ekspploitasi kehidupan. Rasa yang gemerlap bagaikan angkasa malam menghiasi


dunia dari kegelapan terlampau lama akan sirna oleh aktivitas peradaban. Dan


keberaniaan yang hidup di setiap hati manusia itu hanya akan menjadi apa jika


semuanya diam. Lalu adakah manusia yang dalam dirinya adalah kehampaan dan


kekosongan... lalu, keskosongan itu menjadi penuuh oleh cinta ilahiah. Adakah


manusia yang dalam hidupnya tak akan terpuaskan hanya dengan nafsu dunia  tetapi terpuaskan hanya dengan cinta ilahiah.


Cinta yang amerta dalam jiwa setiap manusia adakah potensi semacam itu bahwa


menanggap dunia tak ubahnya kebohongan besar alam semesta. Penipuan terdahsyat.


Semuanya semu bagaikan seonggokan kayu yang terombang-ambing dalam samudra


lepas. Terguntai dan terpecah-pevah menjadi sebuah senyawa lalu  atom-atom kecil  yang tak  terhingga dan kemudian inti itu yang dinamakan quark dan dunia yang


dinamakan para sains menjadi dunia kuantum tak ubahnya adalah kekosongan


partikel semata. Dan dunia ini terbentuk oleh kekosongan. Seluruh semesta dan


semuanya adalah kekosongan. Lalu manusia yang hidup dengan kekosongan itu


hidupnya bagaimana. Sungguh hamba masih kurang faham, kurang mengerti dan


baiknya begitu. Di masa muda begini bukankah baik unntuk mempertanyakan


segalanya. Mempertanyakan saja juga percuma bukan jika tidak mencari tahu dan


mendalami, menyelami, meminum air pengetahuan dan masa senja adalah masa untuk


sebuah kebijaksanaan. Dan akan hamba tuliskan sebuah filsafat kehidupan hamba.


Yah, walalupun hanya untuk hamba sendiri. Bedebah siapa yang ingin membaca


filsafat kehidupan yang kacau dan tak penting itu. yah, tapi semuanya masih ada


di masa depan. Dan semoga adalah doa untuk mewujudkannya....


Hamba masih kurang tahu tentang manusia yanng hidup dengan kematian nafsu


dan kekosongan. Dimana hidupnya hanyalah diisi oleh cinta kepada Sang Pencipta.


Hamba masih kurang mengerti yah memanglah hamba ini masih terlampau muda untuk


mengerti untuk tahu  hal-hal yang


dibaliknya, didalam misteri dunia. Hamba hanyalah sebuah batu kerikil yangtak

__ADS_1


diminati untuk diperhatikan namun apa salahnya jika hamba berminat untuk


memperhatikan keindahan-keindahan dunia dari pinggir trotora ini. yah, hamba


adalah batu kerikir yang terseok-seok oleh roda-roda keangkuhan. Jika dunia


seorang anak manusia adalah kehampaan, kekosongan. Mereka ciptakan dunia hanya


untuk Sang Pencipta. Lalu bagaimana denngan dirinya. bukankah hal semacamm itu


akan membunuh visi dan tujuan-tujuan hidupnya. Lalu apa yang ada didalam


hatinya. Buknakah akan meredupkan api semnagat didalam jiwa serta hatinya.


Jikapun tidak karena hati serta pikiran serta seluruh jiwa raganya  penuh sesak oleh cinta kepada ilahiah.


Kehidupannya tak jauh lebih penting dan berharga ketimbang Sang Pencipta. Yah,


dan untuk apa semangat hidup serta visi hidup jika semuanya sudah terpuaskan


oleh cinta yang dalam kepada Tuhaan. Ia menjadi sirna. Semangat hidup serta


visi dalam dirinya itu bagaikan cahaya lilin disiang hari. Lenyap tertelan oleh


dahsyatnya cahaya matahari. tak ada gunanya pula. Lagian, bukanakah dunia ini


hanyalah kemayaan  dan kefanaan.


Kehampaan didalam dirimu adalah jauh lebih baik karena masih terisi penuh oleh


cinta Ilahiah ketimbang jiwamu terisi oleh cinta dunia yang hampa dan


kekosongannya terlampau nyata. Bukankah dunia ini hanyalah fana.visi mengejar


dunia dalah visi menuju kehampaan. Dan cinta kepada Tuhan adalah cinta menuju


keabadian. Lantas bagaimana nanti seorang anak manusia mampu menjalani


kehidupannnya di dunia ini, jika semangat dan visinya sudah tiada. Jikalau


engkau mengataakan bahwa kesuksesan dunia hanyalah jalan menuju yang fana...


yah, dan padahal kita hidup di dunia ini. bagaimana lantas kita menjalaninya.


Apakah  harus kita bunuh diri. Apakah


harus kita mengakhiri kehidupan yang maya ini. kehidupan yang penuh kekejian


dan kekejaman, yang dipenuhi penderitaa. Bukankah semnagat dan visi hidup


itulah yang terus membuat kita hidup. Untuk impian masa depan itulah kita  sekarang tetap ingin hiudp. Keinginan ideal


untuk kehidupan selanjtnya itulah mengapa  anak manusia tetap semangat menjalani kehdiupannya. Hamba takut akan


menjadi arogan dan angkuh jikalau hanya memikrkan Engkau lantas melupakan


kehidupan di dunia ini. meng-asingkan sesama manusia, merendahkan setiap makhlukmu


dan hanya memuja-mujamu. Tentu dilubuk hati hamba hal itu bukanlah cinta


Ilahiah yang sesungguhnya. Dan kenikmatan dunia mana yang mamou bertahan


selamanya. Segala apa yang ada didunia ini berubah dengan cepat. Seiring

__ADS_1


berjalannya waktu yang terus melaju dunia akan berubah terlepas sadar atau


tidaknya dirimu. Dan itukah yang engkau tuju. Itukah yang engkau mau. Terus


berlari dan terseok oleh peradaban...


Rambut panjang ini sedikit banyaak sudah mulai menganggu aktivitas


kehidupan hamba. Tetapi bukankah ini yang hamba mau selama ini. yah, tentu saja


penerimaan dengan segala konsekuensinya. Yah,tentu saja ini merupakan tugas


kehidupan. Oleh siapa tugas itu? bukankah oleh Tuhan Sang Pencipta.... yah, aku


berpikir demikian. Bukankah dari Tuhan? Dan untuk Tuhan?. Secepat sambaran


petir didalam sebuah lapangan sepakbola menyambar rerumputan hijau mengubahnya


menjadi hitam gelap. Gmuruh api didalam kepala menyambar sudut-sudut neuron


otak. Tentu saja benar jika itu kehendak Tuhan tetapi bukankah hal itu adalah


mintamu dan kemauanmu... dan Tuhan seolah engkau kambinng hitamkan dalam


problema kehidupan. Padahal yang membuat sebuah problema itu adalah dirimu


sendiri. Manusia. Yah, manusia memang demikian. Mereka hidup dalam belenggu


yang mereka ciptakan sendiri. Manusia adalah makhluk dimana tahu  bahwa jatuh cinta adalah kata lain dari


derita. Dan manusia  tahu  hal  itu tetap  saja dijalaninya,


dicita-citakannya dan dicarinya.... sebegitu menderita setiap manusia yang


mengejar kepalsuan dalam dunia yang fana. Banthe disuatu acara mengatakan


adakah penderitaan yang tidak diciptakan oleh keinginan.... jebakan keinginan


kata Banthe. Uh entahlah biarkan pertanyaan itu menjadi misteri. Dan memang


benar setiap rasa kecewa adalah hasil dari rasa keinginan bukan. Dan membunuh


keinginan sama halnya dengan membunuh luka. Tetapi, oh Tuhan jika hidup ini tak


diisi dengan keinginan lalu hamba akan berbuat apa.... hidup bukan apa yang kau


inginkan, tetapi hidup apa yang Aku (Tuhan) Kehendaki.  Ah, yah. Memang benar jika manusia hanya


mampu merencanakan dan Tuhan itulah yang menentukan. Tetapi setiap doa yang


teruntai dari hati dan kuucapkan saban hari itu juga memuat keingan-keinginanku


kepadamu Tuhan. Bukankah Engkau yang memintaku untuk selalu berdoa kepadamu.


Berodalah, mintalah maka akan ku(Tuhan) Kabulkan... sungguh hati menjadi


dilema. Dan beberapa orang mengatakn keyakinan yang penuh akan menentukan


terwujud tidaknya doa itu. ada pula yang mengatakan bagaimana daomu terwujud


jika engkau yang meminta saja tiada yakin.


Dikehidupan yang fana ini (dunia) aku harus bagaimana. Menjalankannya

__ADS_1


dengan api semangatku, keinginan pencapaian atau membunuhnya dan meleburkan


diriku hanya untuk-Mu.


__ADS_2