
Apa yang kalian pikirkan tentang konsep makrokosmos dan mikrokosmos. Uh
tentu hal itu bukanlah suatu hal yang baru untuk kalian, tentu kalian telah
mengetahui sedikit banyak tentang itu. Yah, manusia dan alam semesta. Manusia
dengan alam. konsep dimana manusia adalah yang dinyatakan sebagaijagat kecil
representasi dari jagat besar yakni makrokosmos. Benarkah aku? Sanggahlah jika
salah. Koreksilah. Tak ubahnya aku sebagai badut tolol yang suka bersalah
dihadapan kalian semua. Apalagi otakku dan pikiranku tak selalu dapat
mengatakan dengan ajeg dan percaya bahwa
yah ini adalah kebenaran tunggal. Jadi ada sesungguhnya dibalik mikrokosmos dan
makrokosmos.
Jika benar manusia adalah representasi dari alam semesta yang sesungguhnya.
Saya sangat akan menduga bahwa ada satu tali penghubung yang menjembatani itu semua. Uh atau jangan-jangan manusialah
jembatannya. Tentu tidak bagaimanapun manusia adalah jagat kecilnya. Lalu apa
dan siapa penghubung kita itu. Sebelumnya pernakah anda merasa di dalam diri
anda terdapat bisikan alam. yah, sebuah firasat atau gejolak rasa mungkin yang
datang dengan tiba-tiba. Saya rasa semua ini sulit untuk di alamiahkan atau
mungkin di teliti dengan cermat secara mendalam. tetapi sekali lagi pernakah
anda. Kala tengah malam tidur tiba-tiba bangun dengan tak lagi mengingat
apa-apa bahkan mungkin kalian bangun mengira bahwa pagi telah menyapa anda
padahal hari masih verada dipertemuannya bersama malam. Apa yang membuat anda
bangun dengan tiba-tiba. Apakah kita sendiri yang memprogram untuk bangun dan
tidur. Yah, siapa yang membuat kita tertidur. Mungkin mengantuk adalah suatu
sistem tubuh untuk menandakan bahwa kita terlalu lelah dan perlu istirahat
tetapi apakah yag membuat kita tertidur sehingga kesadaran kita atas kontrol
tubuh menjadi sirna sementara. Siapa dan apa yang membuatnya kita bangun ketika
malam yang masih larut dalam jamuan dingin embun yanng hendak turun. Dan alam
mimpi yang terus menggelayuti diri setiap manusia. Siapakah pencipta
mimpi-mimpi yang luar biasa itu. Pernakah anda memimpikan seseorang yang belum pernah kalian jumpai sebelumnya. Ia
memperkenalkan namanya dengan tak jauh anehnya pula. Perempuan itu samar-samar.
Entah siapa dan menyeret tanganku untuk lari entah kemana. Mengajakku pegri
entah surga atau neraka. Dan apakah kau mengingat semua mimpi-mimpimu. Dan lalu
apakah kau menyadari bahwa semuanya hanya mimpi. Benar apa yang dikata Ghazali
__ADS_1
kita baru akan menyadari bahwa ini mimpi ketika kita sudah bangun. Dan boleh
jadi dunia yang kita anggap realitas ini adalah mimpi yang panjang sebelum
kematian menyadarkan kita bahwa semuanya ini adalah sia-sia dan fana. Seperti
ayat di dalam Al-Quran .....
Jadi apakah ini artinya kiyta hidup didalam sebuah tidur yang pajang dimana
mimpi itu pernah suatu ketika memperlihatkan sesuatu rahasia-rahasi alam. yah,
barangkali mimpi yang kita alami adalah
pesan dari alam, dari presentasi kebesaran kita, reepresentasi jagat besar
kita. Beberapa penelitian mengungkapkan mimpi adalah tidak lebih anyalah suatu
reaksi-reaksi kimia yang muncul didalam pikiran. Benar, otakk adalah suatu
sistem yang mengontrol kita sembari kecil sampai mati. Menggerakan tangan kita
untuk mnegambil, memukul dan sebagainya. otak kita yang mengontrol kaki ini
agar bisa berjalan, berlari, menendang, menginjak, menindas dans ebagainya.
Otak pulalah yang mengontrol tubuh ini dan semua sistem yangada disalamnya.
Sistem saraf sisitem pernafasan sistemm pencernaan dan semuanya. Apa jadinya
jika otakk kita rusak. Dalam hal ini hancur dan bukan rusak menjadi gila. Yah,
mungkin sekali kita akan mati dan atau mungkin terbangun dalam kehdiupan
kecil dan jagat besar yakni manusia dan alam adalah pikiran yang disimbolkan
dengan otak. Bagaimanapun kita manusia dapat memahami alam dengan pikiran kita
yah, dengan berpikir kita manusia mampu memiliki banyak hal yang kita ketahui
untuk menelaah dan meneliti alam. pikiran ini jugalah yang membuat kita menjadi
tetap meyakini bahwa kehidupan ini adalah kehidupan yang sesungguhnya dn tiada
yang lain selain yanga da di depan kelopak mata. Disaat-saat yang lain pikiran
membuat kita belajar tentang alam, belajar bagaimana alam berinteraksi, alam
uhntuk hidup dan melihat tubuh kita semakin dalam dimana ada sebuah
reaksi-reaksi yanng mempresentasikan bahwa bentuk jagat besar semuanya ada
ditubuh seorang manusia namun dititik-titik lain pikiran mencoba membawa kita
kepada suatu misteri yang tak mungkin dipecahkan, sebuah gejolak pikiran yang
tiba-tiba datang entah dari mana sumbunya. Ketika itu pikiran menjadi tak
terkendeli seoalah ia adalah sebuah gerbang penghubung antara manusia dan alam.
dan ketika gerbang itu sedikit sekali terbuka maka tabir rahasia cepat-cepaat
menabrakkan dirinya kepada realitas manusia yang telah dibangunnya. Tabrakkan
__ADS_1
itu membuat kesadaran manusia tentang alam tentang kehidupan menjadi sedikit
goyah dimana ia akan mnyadari bahwa dibalik ini semua tak lebih hanyalah sebuah
ketiadaan yang pasti. kefanaan yang tak dapat dipercaya. Kekosongan dan
kehampaan. Tidakkah begitu kiranya dunia ini. dan jelaskan kepadaku adakah
kepastian di dunia ini. adakah yang benar-benar harus kita yakini kecuali
ketunggalan Yang Maha Esa. D
an akan kemana kita nanti setelahh mati. Ketika alam ini lenyap, ketika
pohon telah tak sanggup lagi menjulurkan dahannya, menenggelamkan akarnya
menjulangkan batangnya lalu kepada siapa kita akan kembali ketika perut bumi
telah memuntahkan laharnya dan api-api mennyembur kesegala arah. Dan bukankah
manusia begitu nampak sebagai satu bintik debu ketika mata melihatnya dari
puncak gunung itu. Bukankah kita terlampau kecil jika ditimpakan gunung beserta
lahar panasnya kepada tubuh kita. Dan adakah yang tersisa dari peradaban kita,
dari kecanggihan alat tika. Dan apakah yang harus kita banggakan ketika satu
gunung telah menimpa rumah-rumah kita, ketika satu sapuan air telah
menenggelamkan kota kita, ketika retakan diwajah bumi telah melenyapkan hewan
ternak kita lalu kepada siapa kita telah berdusta ketika api telah melahap bumi
menjadi lautan lahar dan hujan debu telah menutupi seluruh peradaban dan bukankah
kehancuran sudah menjadi didepan mata. Ketika alam murka siapa kira
yangmenyebabkannya. Ketika alam engkau lukai dan sakiti siapa kira yang akan
jauh mendeita. Bukankah alam ada didalam dirimu manusia. Bukankah engkau adalah
alm itu sendiri dan siapa kiranya yang akan menanggung dusta ini jika tidak
engkau sendiri manusia. Dan adakah yang perlu ditanyakan lagi suatu
kejelasan-kejelasan ini. jika didalam tubuhmu ada sebuah semesta. Dan tidakkah
engkau marah sebegitu marahnya ketika tubuhmu ***** didalam api, tersapu air
dann dilahap tanah yang suram. Tidak, engkau tidaak akan marah, engkau akan
binasa bersama alam. hancur didalamnya dengan tak berdaya. Benarkah. Ada yang
bisa kita lakukan...
dan seandainya kita tahu letak nafsu. Apakah pikiran yang dipresentasikan
otak juga ikut andil dalam gelora nafsu. Benarkah jika nafsu dan semua
perasaann itu letaknya di hati. Dan apakah benar hati dan pikiran tak sejalan.
Pikiran... uh, gerbang penghubung manusia dan alam.
__ADS_1