
Dia kesatria tanpa kuda. Pasukan tempur tanpa baju zirah. Pusakanya adalah
cinta. Dia memuliakan seluruh umat manusia. Ditangannya satu generasi tercipta,
ditangannya satu keturunan ia jaga. tiada yang lebih penting katanya ketimbang
anak turunnya. Dia adalah seorang wanita.
Wanita adalah makhluk tangguh yang pernah tercipta untuk berdiri tegak di
bumi ini. wanita adalah seorang yang mampu menanggung beban beribu ton
beratnya, membawanya kepuncak gunung yang Agung. Menyeretnya seorang diri, memikulnya dipunggung tanpa
banyak bicara, seroang diri tanpa banyak keluh kesah. Di atas puncak seorang
wanita akan merasa sunyi senyap. Tiada lain manusia selain dia. Tak ada yang
tahu keberadaanya, kesakitannya, kesusahannya selain dirinya dan puncak gunung
yang Agung. Tiada tahu kesusahan dan kepedihan hidupnya. Dan wanita tetap masih bertahan, membawa
beban beribu ton tanpa bertanya kenapa. Bagaimana. Apa. siapa. Kapan... wanita
selalu berjalan di jalur keikhlasan dan kesabaran yang tak ada kehabisan bahan
bakar.
Wanita memiliki kekuatan yang tiada dapat dibandingkan. Wanita selalu
memiliki celah untuk setiap masalahnya. Ia selalu bergerak lincah bagaikan
belut dipinggiran sawah, selalu licin dengan musibah. Ketika masalah demi
masalah menerpa kepala bagaikan tertimpa seribu gajah dan wanita tak
henti-hentinya untuk tabah. Wanita.... sungguh alam memuliakan tubuhmu, sungguh
alam akan memuliakan semangatmu. Tiada yang lebih hebat dan tangguh daripada
dirimu.
Lihat ! betapa menyakitkannya ketika wanita melahirkan dirimu. Bagaikan dua
puluh tulang patah secara bersamaan. Mengeluarkan seorang anak dengan penuh
perjuangan dan ibu tetap berjuang. Melahirkan seorang anak dengan jaminan
nyawa. Hei lihatlah Seorang ibu tetap sekuat tenaga menjalaninya. Betapa tiada
penting (katanya) ketimbang seorang anak daripada diri ibu itu sendiri. Lihat
sekarang dengan baik-baik, ibu itu tetap berjuang dan bertaruh nyawa untukmu.
Untuk kelahiranmu di dunia penuh kefanaan ini. untuk melihatmu lahir seorang
ibu harus bertempur dengan kematian. Berjuang dengan darah dan air mata. Di
tengah ketegangan yang hampir saja memecahkan kepala. Lihatlah wahai anak
manusia, tiadakah engkau melihat perjuangan seorang wanita untuk dunia ini,
untuk bumi ini, untuk alam ini dan untukmu seorang. Tidakkah engkau melihat
betapa menyakitkannya menjadi seorang wanita, betapa nestapa hidupnya. Dalam
__ADS_1
hidupnya tiada ia memikirkan sesuatu untuk dirinya. Tiadakah engkau melihat
bahwa selama lintas waktu kehidupan seorang wanita, ia selalu ada untukmu kekasihnya,
untukmu anak-turunnya, untukmu alam semesta dan tiada sekalipun ia ada untuk
dirinya sendiri. Tidak sekali-kalipun tidak ! seorang wanita lebih banyak
memikirkan apa yang ada diluar dirinya, disekeklilingnya bukan dirinya sendiri
bahkan untuknya sendiri.... coba bayangkan wahai anak manusia. Benar-benar hina
engkau jika menyakitinya.
Cintanya seorang wanita jangan sekali-kali engkau hianati. Betapa tiada
kotor dirimu mendustakan cinta yang tulus itu. Cinta seorang wanita adalah
cinta untuk alam semesta. Cintanya tiada pernah ia tuju hanya untuk dirimu
seorang. Jangan salah faham. Cintanya untuk masa depan, untuk kelangsungan,
untuk kelestarian, cintanya bagaikan pohon rimbun yang dijadikannya ia rumah
oleh bertus-ratus hewan disana. Cinta seorang wanita bagaikan Hutan yang
mengatur ekosistem juga aliran sungai yang selalu mengalirkan kesucian dan
kebersihan. Seorang wanita tiada pernah mencintai dengan hanya seorang diri dan
berhenti begitu saja. Bagaikan hujan seorang wanita memberikan airnya tiada
hanya untuk satu rumah. Oh wanita, tiada yang lebih mulia daripadamu. Aku
yakin, tiada yang lebih hebat daripadamu.
dengannya. Tidak ! benar memang wanita adalah seorang yang tangguh tiada
banding. Wanita memiliki kekuatan bagaikan seribu bala tentara. Siap menggempur
peradaban musuh dengan menyiapkan kecerdasan anak turunya. Lihatlah dengan
jernih Anak Manusia ! tidakkah guru pertamamu adalah seorang Ibu. Siapa yang
pertama mengenalkanmu dengan tulisan, dengan angka dengan berhitung, bernyanyi,
berbicara bahkan merangkak, berdiri sampai lari. Semua yang mengajari itu tiada
bukan adalah seorang wanita. Ketika engkau sakit dokter pertama siapa yang akan
memeriksamu jika bukan seorang wanita. Ketika engkau lupa dengan sebuah barang
penting, detektif pertama mana yang akan menemukannya jika bukan seorang
wnaita. Apalagi? Tiada yang lebiih jelas di dunia ini ketimbang kasih sayang
seorang wanita. Apakah aku salah? Lihat kembali anak manusia.... Cheff mana
masakannya yang lebih enak jika tidak bukan seorang ibu di rumah. Tempat pulang
yang engkau sebut rumah itu, ia jaga sepanjang hidupnya. Pagi-pagi ia bersihkan
seluruh rumah lalu memasak lalu menyiapkan keberangkatan sekolahmu dan beribu
macam tugas lainnya. Dan satupun tiada ia mementingkan dirinya. Di dalam kamus
__ADS_1
hidupnya tiada kata yang tertulis untuk dirinya sendiri. Lihatlah dengan begitu
jernih anak manusia. Dan begitu menjijikannya dirimu dengan ribuan yang apa
telah wanita berikan dan engkau masih mendustakan.
Bahkan pelacurpun Dia adalah wanita hebat sepanjang masa. Walaupun engaku
mungkin menghinakan pekerjaannya tetapi apakah engkau pernah menolongnya.
Pernah engkau menjulurkan tangan dan mengangkatnya untuk tiada lagi melakukan
pekerjaan itu. Jangan engkau melihatnya bulat-bulat lantas lupa akan perjalanan
hidupnya hingga ia menjadi semacam itu. Wanita pelacurpun begitu hebat. Ada
ribuan pertanyaan yang ia sendiri tak mampu menjawab, ada begitu banyak
permasalahan yang satu-satunya alasan mengapa ia harus menjalani pekerjaannya
itu. Tidakkah engaku melihat beban hidupnya juga. Dan apakah benar itu bebannya
yang sungguh-sungguh. Hmmm bagaimanapun seorang wanita adalah makhluk terhebat di dunia ini. Ibu bumi wis maringi, ibu bumi dilarani, ibu bumi kang ngadili...........
Wanita-wanita tangguh.
Tiada wanita yang tiada tangguh. Dijalan senyap ia mengurus sendiri masalahnya.
Di atas puncak tiada orang selain dirinya untuk melaksanakan kewajibannya.
Wanita-wanita tangguh berjuang dengan penuh ketabahan hati, kesabaran yang
tiada henti. Seorang wanita tangguh akan mencbut pohon permasalahan hingga
ujung akarnya. Mengejarnya kelinci kerusuhan hingga ia sembelih dengan penuh
kepuasan. Wanita tangguh tiada ia selain kesabaran dan ketabahan yang menopang.
Tiada ia selain kepercayaan akan kajaiban yang selalu memebrikan kekuatan.
Tiada ia selain keridhoaan dan kepasarahan kepada Puncak Agung untuk berserah
diri dan mengharap ridhonya kembali untuk datang pertolongan dari-Nya. AL-AZHIIM...
Dan tiada wanita yang
tidak diselimuti oleh kemuliaan hati. Tiada besar kepala kecuali demi kebaikan
yang lebih semestinya. Wanita tiada selalu memikirkan dirinya. Engkau. Engkau
dan engkau. Dunia dan alam. Kelestarian dan kesetinambungan. Bagaikan tali
penyeimbang. Wanita selalu ada ditengah-tengah pertikaian, wanita selalu ada
untuk menjadi pendamai. Penengah dan penyelaras kehidupan alam semesta. Tiada
wanita penghancur. semua wanita tercipta untuk mencipta. Semua wanita tercipta untuk
merawat dan melestarikan. Semua wanita ada untuk menjaga. Tiada wanita perusak.
Semua wanita yang berdiri dengan kaki di bumi ini untuk melestarikan alam.
Untuk keberlangsungan alam. Ibu Bumi Bopo
Angkoso. Dan wanita akan selalu menjagamu, merawatmu. Engkau, Alam semesta...
__ADS_1
jangan pernah risau tidak akan pernah ada kehancuran jika wanita tetap ter
muliakan, paling tidak harapan alam semesta ada ditangan wanita.