Kisah Sang Pembual

Kisah Sang Pembual
Ibu Bumi


__ADS_3

Dia kesatria tanpa kuda. Pasukan tempur tanpa baju zirah. Pusakanya adalah


cinta. Dia memuliakan seluruh umat manusia. Ditangannya satu generasi tercipta,


ditangannya satu keturunan ia jaga. tiada yang lebih penting katanya ketimbang


anak turunnya. Dia adalah seorang wanita.


Wanita adalah makhluk tangguh yang pernah tercipta untuk berdiri tegak di


bumi ini. wanita adalah seorang yang mampu menanggung beban beribu ton


beratnya, membawanya kepuncak gunung yang Agung. Menyeretnya  seorang diri, memikulnya dipunggung tanpa


banyak bicara, seroang diri tanpa banyak keluh kesah. Di atas puncak seorang


wanita akan merasa sunyi senyap. Tiada lain manusia selain dia. Tak ada yang


tahu keberadaanya, kesakitannya, kesusahannya selain dirinya dan puncak gunung


yang Agung. Tiada tahu kesusahan dan kepedihan hidupnya.  Dan wanita tetap masih bertahan, membawa


beban beribu ton tanpa bertanya kenapa. Bagaimana. Apa. siapa. Kapan... wanita


selalu berjalan di jalur keikhlasan dan kesabaran yang tak ada kehabisan bahan


bakar.


Wanita memiliki kekuatan yang tiada dapat dibandingkan. Wanita selalu


memiliki celah untuk setiap masalahnya. Ia selalu bergerak lincah bagaikan


belut dipinggiran sawah, selalu licin dengan musibah. Ketika masalah demi


masalah menerpa kepala bagaikan tertimpa seribu gajah dan wanita tak


henti-hentinya untuk tabah. Wanita.... sungguh alam memuliakan tubuhmu, sungguh


alam akan memuliakan semangatmu. Tiada yang lebih hebat dan tangguh daripada


dirimu.


Lihat ! betapa menyakitkannya ketika wanita melahirkan dirimu. Bagaikan dua


puluh tulang patah secara bersamaan. Mengeluarkan seorang anak dengan penuh


perjuangan dan ibu tetap berjuang. Melahirkan seorang anak dengan jaminan


nyawa. Hei lihatlah Seorang ibu tetap sekuat tenaga menjalaninya. Betapa tiada


penting (katanya) ketimbang seorang anak daripada diri ibu itu sendiri. Lihat


sekarang dengan baik-baik, ibu itu tetap berjuang dan bertaruh nyawa untukmu.


Untuk kelahiranmu di dunia penuh kefanaan ini. untuk melihatmu lahir seorang


ibu harus bertempur dengan kematian. Berjuang dengan darah dan air mata. Di


tengah ketegangan yang hampir saja memecahkan kepala. Lihatlah wahai anak


manusia, tiadakah engkau melihat perjuangan seorang wanita untuk dunia ini,


untuk bumi ini, untuk alam ini dan untukmu seorang. Tidakkah engkau melihat


betapa menyakitkannya menjadi seorang wanita, betapa nestapa hidupnya. Dalam

__ADS_1


hidupnya tiada ia memikirkan sesuatu untuk dirinya. Tiadakah engkau melihat


bahwa selama lintas waktu kehidupan seorang wanita, ia selalu ada untukmu kekasihnya,


untukmu anak-turunnya, untukmu alam semesta dan tiada sekalipun ia ada untuk


dirinya sendiri. Tidak sekali-kalipun tidak ! seorang wanita lebih banyak


memikirkan apa yang ada diluar dirinya, disekeklilingnya bukan dirinya sendiri


bahkan untuknya sendiri.... coba bayangkan wahai anak manusia. Benar-benar hina


engkau jika menyakitinya.


Cintanya seorang wanita jangan sekali-kali engkau hianati. Betapa tiada


kotor dirimu mendustakan cinta yang tulus itu. Cinta seorang wanita adalah


cinta untuk alam semesta. Cintanya tiada pernah ia tuju hanya untuk dirimu


seorang. Jangan salah faham. Cintanya untuk masa depan, untuk kelangsungan,


untuk kelestarian, cintanya bagaikan pohon rimbun yang dijadikannya ia rumah


oleh bertus-ratus hewan disana. Cinta seorang wanita bagaikan Hutan yang


mengatur ekosistem juga aliran sungai yang selalu mengalirkan kesucian dan


kebersihan. Seorang wanita tiada pernah mencintai dengan hanya seorang diri dan


berhenti begitu saja. Bagaikan hujan seorang wanita memberikan airnya tiada


hanya untuk satu rumah. Oh wanita, tiada yang lebih mulia daripadamu. Aku


yakin, tiada yang lebih hebat daripadamu.


dengannya. Tidak ! benar memang wanita adalah seorang yang tangguh tiada


banding. Wanita memiliki kekuatan bagaikan seribu bala tentara. Siap menggempur


peradaban musuh dengan menyiapkan kecerdasan anak turunya. Lihatlah dengan


jernih Anak Manusia ! tidakkah guru pertamamu adalah seorang Ibu. Siapa yang


pertama mengenalkanmu dengan tulisan, dengan angka dengan berhitung, bernyanyi,


berbicara bahkan merangkak, berdiri sampai lari. Semua yang mengajari itu tiada


bukan adalah seorang wanita. Ketika engkau sakit dokter pertama siapa yang akan


memeriksamu jika bukan seorang wanita. Ketika engkau lupa dengan sebuah barang


penting, detektif pertama mana yang akan menemukannya jika bukan seorang


wnaita. Apalagi? Tiada yang lebiih jelas di dunia ini ketimbang kasih sayang


seorang wanita. Apakah aku salah? Lihat kembali anak manusia.... Cheff mana


masakannya yang lebih enak jika tidak bukan seorang ibu di rumah. Tempat pulang


yang engkau sebut rumah itu, ia jaga sepanjang hidupnya. Pagi-pagi ia bersihkan


seluruh rumah lalu memasak lalu menyiapkan keberangkatan sekolahmu dan beribu


macam tugas lainnya. Dan satupun tiada ia mementingkan dirinya. Di dalam kamus

__ADS_1


hidupnya tiada kata yang tertulis untuk dirinya sendiri. Lihatlah dengan begitu


jernih anak manusia. Dan begitu menjijikannya dirimu dengan ribuan yang apa


telah wanita berikan dan engkau masih mendustakan.


Bahkan pelacurpun Dia adalah wanita hebat sepanjang masa. Walaupun engaku


mungkin menghinakan pekerjaannya tetapi apakah engkau pernah menolongnya.


Pernah engkau menjulurkan tangan dan mengangkatnya untuk tiada lagi melakukan


pekerjaan itu. Jangan engkau melihatnya bulat-bulat lantas lupa akan perjalanan


hidupnya hingga ia menjadi semacam itu. Wanita pelacurpun begitu hebat. Ada


ribuan pertanyaan yang ia sendiri tak mampu menjawab, ada begitu banyak


permasalahan yang satu-satunya alasan mengapa ia harus menjalani pekerjaannya


itu. Tidakkah engaku melihat beban hidupnya juga. Dan apakah benar itu bebannya


yang sungguh-sungguh. Hmmm bagaimanapun seorang wanita  adalah makhluk terhebat di dunia ini. Ibu bumi wis maringi, ibu bumi dilarani, ibu bumi kang ngadili...........


Wanita-wanita tangguh.


Tiada wanita yang tiada tangguh. Dijalan senyap ia mengurus sendiri masalahnya.


Di atas puncak tiada orang selain dirinya untuk melaksanakan kewajibannya.


Wanita-wanita tangguh berjuang dengan penuh ketabahan hati, kesabaran yang


tiada henti. Seorang wanita tangguh akan mencbut pohon permasalahan hingga


ujung akarnya. Mengejarnya kelinci kerusuhan hingga ia sembelih dengan penuh


kepuasan. Wanita tangguh tiada ia selain kesabaran dan ketabahan yang menopang.


Tiada ia selain kepercayaan akan kajaiban yang selalu memebrikan kekuatan.


Tiada ia selain keridhoaan dan kepasarahan kepada Puncak Agung untuk berserah


diri dan mengharap ridhonya kembali untuk datang pertolongan dari-Nya. AL-AZHIIM...


Dan tiada wanita yang


tidak diselimuti oleh kemuliaan hati. Tiada besar kepala kecuali demi kebaikan


yang lebih semestinya. Wanita tiada selalu memikirkan dirinya. Engkau. Engkau


dan engkau. Dunia dan alam. Kelestarian dan kesetinambungan. Bagaikan tali


penyeimbang. Wanita selalu ada ditengah-tengah pertikaian, wanita selalu ada


untuk menjadi pendamai. Penengah dan penyelaras kehidupan alam semesta. Tiada


wanita penghancur. semua wanita tercipta untuk mencipta. Semua wanita tercipta untuk


merawat dan melestarikan. Semua wanita ada untuk menjaga. Tiada wanita perusak.


Semua wanita yang berdiri dengan kaki di bumi ini untuk melestarikan alam.


Untuk keberlangsungan alam. Ibu Bumi Bopo


Angkoso. Dan wanita akan selalu menjagamu, merawatmu. Engkau, Alam semesta...

__ADS_1


jangan pernah risau tidak akan pernah ada kehancuran jika wanita tetap ter


muliakan, paling tidak harapan alam semesta ada ditangan wanita.


__ADS_2