
Mari kita sedikit
membicarakan tentang masa depan umat manusia. Bagaimana ini pasti akan terjadi,
suatu proses alam dan kehinaan untuk manusia di masa depan. Sebelumnya, kita
akan sedikit membicarakan keadaan manusia dan alam saat ini sebagai pengantar.
Sudah menjadi kenyataan bahwa manusia dan teknologi tidak bisa dipisahkan.
Realitas baru di abad ke dua puluh satu ini bahwa manusia sangat lekat dengan
teknologi. Manusia oleh karenanya sangat ketergantungan dan mengagung-agungkan
teknologi. Coba kita berikan satu contoh kecil seberapa lekat manusia dengan
teknologi, kita tahu sekarang ini android dan gawai atau gadged serta sosial media begitu mempengaruhi kehidupan seorang
manusia. Di zaman ini saya tanyakan kepada kalian adakah manusia yang tidak
memiliki gawai dan sosial media. Hampir semuanya, dari anak-anak sampai yang
berumur senja adalah pengguna gawai dan sosial media. Sosial media ini sangat
mempengaruhi kebutuhan hidup manusia saat ini. Dari permasalahan pekerjaan,
pendidikan dan semua kehidupan manusia tersimpan di satu gawai. Apalagi saat
ini ketika pandemi sedang melanda Dunia kita semua dengan terpaksa harus
melakukan segala aktivitas di dalam rumah yang pada akhirnya akses kepada dunia
luar hanyalah lewat gawai dan atau komputer. Kalian pasti tahu salah satu
dampaknya ketika gawai menjadi sebuah kebutuhan tersenidiri oleh umat manusia
bahwa gawai ini menyediakan kita sebuah akses informasi tanpa batas. Kita setiap
hari dibanjiri bukan hanya dengan genangan air tetapi juga informasi-informasi
yang sangat beragam dalam jumlah yang super besar. Entah itu informasi penting
atau tidak penting, informasi yang jelas teruji kebenarannya atau tidak. Yang
jelas kecepatan manusia dalam mendapatkan akses informasi jauh dan jauh lebih
cepat bahkan bila diukur sepuluh tahun kebelakang. Ini hanya salah satu contoh
kecil ketergantungan manusia dengan teknologi dan masih banyak lagi yang lain
dari transportasi dimana jarak ribuan kilometer bisa ditempuh hanya dengan
beberapa jam bahkan menit. Dan yang lainnya.
Kita beralih sedikit
dari teknologi menuju sains. Pada dasarnya Sains dan teknologi itu berbeda. Teknologi
itu membicarakan mengenai bagaimana suatu cara, sistem-sistem agar sebuah
masalah bisa memudahkan manusia, sedangkan sains itu sebuah ilmu, proses
pemikiran yang sistematik, rasional, empiris, logis. Sains dalam perkembangan
manusia modern ini melakukan sebuah loncatan besar. Kita bisa katakan hal itu
berawal ketika manusia pertama bisa menjajaki kakinya ke bulan, bahkan jauh sebelum
itu. Sain yang lain kita juga bisa mengatakan bahwa sekarang ini dunia biologi
sedang mengupayakan berbagai macam cara agar manusia bisa hidup abadi atau
manusia dapat memprogram kehidupannya yang sempurna dengan pemograman genetik
atau rekayasa genetik, kita bisa memesan bentuk mata, warna kulit, warna rambut
bahkan tinggi badan dan jumlah rambut di kepala kita dengan rekaya genetik.
Atau kita bisa melihat ke dalam dunia fisika yang sedang asik meneliti alam
semesta entah itu alam semesta di luar bumi sana atau alam semesta di dalam diri
kita sendiri. Hal ini bisa kita lihat dalam kajian fisika quantum. Sekarang
kita bisa mengenal apa yang dinamakan dengan quark sebuah materi terkecil
jutaan kecil dari atom dan juga kita mengenal busa quantum yakni sebuah
ketiadaan. Sekarang, Dunia sains sedang asik-asiknya dan bisa dikatakan
__ADS_1
mengalami sebuah kemajuan yang pesat.
Di samping ketergantungan
manusia dengan teknologi dan kemajuan sains yang sangat pesat, terdapat alam
dan rumah manusia yakni bumi sedang mengalami kritis. Di abad ini bumi
memberikan banyak tanda-tanda kesengsaraannya dan ketersiksaannya. Isu
kerusakan alam salah satunya yakni pemanasan globan atau global warming seolah menjadi isu yang paling kuat saat ini.
Beriringan dengan kemajuan teknologi ternyata terdapat hutan dan sungai yang
entah kemana tiba-tiba menghilang. Berjalan juga dengan lonjakan sains yang
pesat ternyata juga terdapat lonjakan hewan-hewan yang tiba-tiba punah. Banyak
orang mengatakan keadaan alam sangat memprihatinkan dan harus dilakukan sebuah
upaya perbaikan.
Setelah melihat sedikit
realitas-realitas umat manusia yang ada saat ini, mungkin kita bisa
memproyeksikan bagaimana umat manusia di masa depan. Kita akan langsung saja
memulainya dengan manusia dan teknologi. Bagaimana manusia itu sangat
ketergantungan dengan teknologi, akses informasi yang sangat besar dan sosial
media yang membuat manusia seolah kehilangan kemanusiaannya. Kemungkinan besar
manusia di masa depan sudah tidak bisa didefinisikan lagi sebagai manusia. Manusia
sendiri akan susah mengenali dirinya. Manusia akan kehilangan jati dirinya.
Sosial media yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia saat ini dan juga
tentang informasi yang terus-terusan membanjiri manusia lama kelamaan akan
menggeser cara pandang umat manusia terhadap dirinya sendiri. Kita bisa lihat
sekarang bagaimana manusia sangat dipengaruhi oleh sosial media. Ketika ada
menirunya. Seolah ketika tidak melakukan sesuatu yang mainstream yakni sesuatu yang dilakukan khalayak banyak seolah itu
bukan lah dirinya. Hal ini akan mengarahkan manusia jatuh kejurang ilusi
tentang realitas sesungguhnya bahwa dia hidup di dunia nyata bukan dunia maya.
Banyak manusia saat ini seolah lupa akan dunia yang sesungguhnya, mereka lebih
asik berselancar di dalam dunia virtual. Entah itu bermain game online atau
instagram. Yah, walaupun manusia saat ini tetap berinteraksi dengan manusia
yang lain lewat internet tetapi hal ini akan membuat manusia lupa dengan
dirinya yang sejati, yang asli di dunianya yang nyata. Seolah kelak di masa
depan umat manusia berpikir bahwa sesuatu yang nyata itu adalah dunia virtual
sedangkan kenyataan yang sesungguhnya mereka anggap dunia virtual yang tidak
nyata.
Kemajuan sains yang
mengerikan itu juga akan membawa kemanfaatannya sendiri. Bisa kita katakan
kelak manusia benar-benar bisa hidup dengan abadi, tetapi lagi-lagi mungkin
ketika hal itu tiba kita tidak bisa lagi mendefinisikan apa itu manusia. Karena
mungkin manusia dengan robot (cyborg)
akan menyatu sehingga kita sendiri kehilangan arah untuk menyebutkan apakah dia
manusia atau robot. Penemuan-penemuan fisika di masa depan juga sangat
memungkinkan dalam perjalanannya akan banyak menggugurkan hukum-hukum fisika
yang terdahulu sehingga apa yang kita fahami sekarang tentang fisika sangat
jauh berbeda dengan yang dipahami oleh manusia di masa depan. Konsep ruang dan
waktu mungkin saja akan gugur dan ditelan zaman. Sepertinya sangat lucu tetapi
__ADS_1
penemuan terbaru dari dunia kuantum menjelaskan bahwa pergerakan-pergerakan
dari elektron di dalam sebuah atom sangat bertentangan dengan hukum fisika yang
kita ketahui saat ini. Dan di masa depan sangat memungkin terjadinya rekayasa
genetik besar-besaran dan dikomersilkan. Pemesanan gaya rambut dan warna kulit
sejak bayi atau kloning manusia mungkin akan menjadi sebua trend tersendiri
kelak di masa depan. Tetapi sebelum menjadi trend, umat manusia akan dihadapkan
dengan pertentangan etika dan moralitas yang kuat terutama dari kaum garis keras agamis yang seoalah hal-hal
semacam itu merupakan bentuk untuk menyaingi Tuhan. Atau kita bisa bergeser
pandangan kita ke dunia animalia yang sangat memungkinkan di masa depan akan
tercipta banyak hewan-hewan baru atau kebangkitan hewan-hewan yang telah lama
punah. Sekarang saja sudah ada sebuah proyek untuk membangkitkan mammoth dari
sempel DNA yang ditemukan dari fosil seekor nyamuk.
Dan sekarang kita menuju
rumah kita yakni Bumi. Bagaimana pun bumi memang sedang sakit dan sengsara.
Perubahan iklim yang ekstrem juga pemanasan global yang terus meningkat,
lapisan ozon kita sendiri sudah sangat tipis belum permasalahan-permaslahan
yang lain seperti kekringan parah di satu tempat sedangkan tempat lain
mengalami banjir yang tak berkesudahan dan atau banjir bandang yang merusak
pemukiman, sungai-suungai yang mulai mengering jguga perbukitan dan gunung yang
sedikit demi sedikit rata oleh tanah. Belum juga hutan-hutan yang kehilangan
pohonnya dan masih banyak lagi. Saya sendiri memiliki asumsi bahwa alam memang
akan mati dan rusak karena ulah manusia. Aktivitas industri yang
terus-menerustanpa memperdulikan kesehatan ekologis membuat alam menjadi sakit
seperti sekarang ini. Kita tidak bisa menyalahkan harimau karena harimau
sendiri kehilangan rumahnya atau menyalahkan sungai bahwa sungai sendiri telah
kehilangan airnya. Selama ini yang memanfaatkan alam dengan konsumsi yang
sangat besar di bumi ini tidak lain adalah manusia, sehingga sudah seharusnya
umat manusia menjadi salah satu yang utama untuk dipersalahkan ketika bumi ini
menuju kehancuran.
Di masa depan jika umat
manusia tidak merubah pola perilakuknya mulai dari sekarang artinya bahwa alam
akan benar-benar hancur tak tersisa, pohon-pohon bahkan rumput pun mungkin akan
menjadi sebuah kelangkaan dan pada akhirnya kepunahan bagi tumbuhan lalu
disusul dengan hewan, jika manusia sekali lagi tidak merubah kebiasaan buruknya
dengan aktivitas industrinya itu burung-burung di masa depan tidak akan sebebas
terbang seperti sekarang, bahkan semut yang kecil itupun akan kesusahan untuk
mencari tempat untuk sekedar tinggal. Tetapi kabar yang paling buruk dari
kehancuran bumi ialah kehancuran dan kemusnahan umat manusia dan ketika manusia
telah lenyap dari muka bumi maka bumi akan memulai kehidupannya yang baru. Asumsi
yang kedua ialah manusia tetap akan lestari jika manusia tidak cepat-cepat
merubah pola perilaku yang serakah ini dan atau menemukan teknologi super
canggih sehingga manusia tetap bisa bertahan di iklim bumi yang ekstrem atau mungkin umat manusia dapat
membuat koloni di planet baru, tetapi saya meragukan hal ini sebelum alam
benar-benar marah dan menghancurkan dirinya senidiri sehingga asumsi pertama
sepertinya cukup masuk akal.
__ADS_1