Kisah Sang Pembual

Kisah Sang Pembual
Pengumuman Masa Depan


__ADS_3

Mari kita sedikit


membicarakan tentang masa depan umat manusia. Bagaimana ini pasti akan terjadi,


suatu proses alam dan kehinaan untuk manusia di masa depan. Sebelumnya, kita


akan sedikit membicarakan keadaan manusia dan alam saat ini sebagai pengantar.


Sudah menjadi kenyataan bahwa manusia dan teknologi tidak bisa dipisahkan.


Realitas baru di abad ke dua puluh satu ini bahwa manusia sangat lekat dengan


teknologi. Manusia oleh karenanya sangat ketergantungan dan mengagung-agungkan


teknologi. Coba kita berikan satu contoh kecil seberapa lekat manusia dengan


teknologi, kita tahu sekarang ini android dan gawai atau gadged serta sosial media begitu mempengaruhi kehidupan seorang


manusia. Di zaman ini saya tanyakan kepada kalian adakah manusia yang tidak


memiliki gawai dan sosial media. Hampir semuanya, dari anak-anak sampai yang


berumur senja adalah pengguna gawai dan sosial media. Sosial media ini sangat


mempengaruhi kebutuhan hidup manusia saat ini. Dari permasalahan pekerjaan,


pendidikan dan semua kehidupan manusia tersimpan di satu gawai. Apalagi saat


ini ketika pandemi sedang melanda Dunia kita semua dengan terpaksa harus


melakukan segala aktivitas di dalam rumah yang pada akhirnya akses kepada dunia


luar hanyalah lewat gawai dan atau komputer. Kalian pasti tahu salah satu


dampaknya ketika gawai menjadi sebuah kebutuhan tersenidiri oleh umat manusia


bahwa gawai ini menyediakan kita sebuah akses informasi tanpa batas. Kita setiap


hari dibanjiri bukan hanya dengan genangan air tetapi juga informasi-informasi


yang sangat beragam dalam jumlah yang super besar. Entah itu informasi penting


atau tidak penting, informasi yang jelas teruji kebenarannya atau tidak. Yang


jelas kecepatan manusia dalam mendapatkan akses informasi jauh dan jauh lebih


cepat bahkan bila diukur sepuluh tahun kebelakang. Ini hanya salah satu contoh


kecil ketergantungan manusia dengan teknologi dan masih banyak lagi yang lain


dari transportasi dimana jarak ribuan kilometer bisa ditempuh hanya dengan


beberapa jam bahkan menit. Dan yang lainnya.


Kita beralih sedikit


dari teknologi menuju sains. Pada dasarnya Sains dan teknologi itu berbeda. Teknologi


itu membicarakan mengenai bagaimana suatu cara, sistem-sistem agar sebuah


masalah bisa memudahkan manusia, sedangkan sains itu sebuah ilmu, proses


pemikiran yang sistematik, rasional, empiris, logis. Sains dalam perkembangan


manusia modern ini melakukan sebuah loncatan besar. Kita bisa katakan hal itu


berawal ketika manusia pertama bisa menjajaki kakinya ke bulan, bahkan jauh sebelum


itu. Sain yang lain kita juga bisa mengatakan bahwa sekarang ini dunia biologi


sedang mengupayakan berbagai macam cara agar manusia bisa hidup abadi atau


manusia dapat memprogram kehidupannya yang sempurna dengan pemograman genetik


atau rekayasa genetik, kita bisa memesan bentuk mata, warna kulit, warna rambut


bahkan tinggi badan dan jumlah rambut di kepala kita dengan rekaya genetik.


Atau kita bisa melihat ke dalam dunia fisika yang sedang asik meneliti alam


semesta entah itu alam semesta di luar bumi sana atau alam semesta di dalam diri


kita sendiri. Hal ini bisa kita lihat dalam kajian fisika quantum. Sekarang


kita bisa mengenal apa yang dinamakan dengan quark sebuah materi terkecil


jutaan kecil dari atom dan juga kita mengenal busa quantum yakni sebuah


ketiadaan. Sekarang, Dunia sains sedang asik-asiknya dan bisa dikatakan

__ADS_1


mengalami sebuah kemajuan yang pesat.


Di samping ketergantungan


manusia dengan teknologi dan kemajuan sains yang sangat pesat, terdapat alam


dan rumah manusia yakni bumi sedang mengalami kritis. Di abad ini bumi


memberikan banyak tanda-tanda kesengsaraannya dan ketersiksaannya. Isu


kerusakan alam salah satunya yakni pemanasan globan atau global warming seolah menjadi isu yang paling kuat saat ini.


Beriringan dengan kemajuan teknologi ternyata terdapat hutan dan sungai yang


entah kemana tiba-tiba menghilang. Berjalan juga dengan lonjakan sains yang


pesat ternyata juga terdapat lonjakan hewan-hewan yang tiba-tiba punah. Banyak


orang mengatakan keadaan alam sangat memprihatinkan dan harus dilakukan sebuah


upaya perbaikan.


Setelah melihat sedikit


realitas-realitas umat manusia yang ada saat ini, mungkin kita bisa


memproyeksikan bagaimana umat manusia di masa depan. Kita akan langsung saja


memulainya dengan manusia dan teknologi. Bagaimana manusia itu sangat


ketergantungan dengan teknologi, akses informasi yang sangat besar dan sosial


media yang membuat manusia seolah kehilangan kemanusiaannya. Kemungkinan besar


manusia di masa depan sudah tidak bisa didefinisikan lagi sebagai manusia. Manusia


sendiri akan susah mengenali dirinya. Manusia akan kehilangan jati dirinya.


Sosial media yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia saat ini dan juga


tentang informasi yang terus-terusan membanjiri manusia lama kelamaan akan


menggeser cara pandang umat manusia terhadap dirinya sendiri. Kita bisa lihat


sekarang bagaimana manusia sangat dipengaruhi oleh sosial media. Ketika ada


menirunya. Seolah ketika tidak melakukan sesuatu yang mainstream yakni sesuatu yang dilakukan khalayak banyak seolah itu


bukan lah dirinya. Hal ini akan mengarahkan manusia jatuh kejurang ilusi


tentang realitas sesungguhnya bahwa dia hidup di dunia nyata bukan dunia maya.


Banyak manusia saat ini seolah lupa akan dunia yang sesungguhnya, mereka lebih


asik berselancar di dalam dunia virtual. Entah itu bermain game online atau


instagram. Yah, walaupun manusia saat ini tetap berinteraksi dengan manusia


yang lain lewat internet tetapi hal ini akan membuat manusia lupa dengan


dirinya yang sejati, yang asli di dunianya yang nyata. Seolah kelak di masa


depan umat manusia berpikir bahwa sesuatu yang nyata itu adalah dunia virtual


sedangkan kenyataan yang sesungguhnya mereka anggap dunia virtual yang tidak


nyata.


Kemajuan sains yang


mengerikan itu juga akan membawa kemanfaatannya sendiri. Bisa kita katakan


kelak manusia benar-benar bisa hidup dengan abadi, tetapi lagi-lagi mungkin


ketika hal itu tiba kita tidak bisa lagi mendefinisikan apa itu manusia. Karena


mungkin manusia dengan robot (cyborg)


akan menyatu sehingga kita sendiri kehilangan arah untuk menyebutkan apakah dia


manusia atau robot. Penemuan-penemuan fisika di masa depan juga sangat


memungkinkan dalam perjalanannya akan banyak menggugurkan hukum-hukum fisika


yang terdahulu sehingga apa yang kita fahami sekarang tentang fisika sangat


jauh berbeda dengan yang dipahami oleh manusia di masa depan. Konsep ruang dan


waktu mungkin saja akan gugur dan ditelan zaman. Sepertinya sangat lucu tetapi

__ADS_1


penemuan terbaru dari dunia kuantum menjelaskan bahwa pergerakan-pergerakan


dari elektron di dalam sebuah atom sangat bertentangan dengan hukum fisika yang


kita ketahui saat ini. Dan di masa depan sangat memungkin terjadinya rekayasa


genetik besar-besaran dan dikomersilkan. Pemesanan gaya rambut dan warna kulit


sejak bayi atau kloning manusia mungkin akan menjadi sebua trend tersendiri


kelak di masa depan. Tetapi sebelum menjadi trend, umat manusia akan dihadapkan


dengan pertentangan etika dan moralitas yang kuat terutama dari  kaum garis keras agamis yang seoalah hal-hal


semacam itu merupakan bentuk untuk menyaingi Tuhan. Atau kita bisa bergeser


pandangan kita ke dunia animalia yang sangat memungkinkan di masa depan akan


tercipta banyak hewan-hewan baru atau kebangkitan hewan-hewan yang telah lama


punah. Sekarang saja sudah ada sebuah proyek untuk membangkitkan mammoth dari


sempel DNA yang ditemukan dari fosil seekor  nyamuk.


Dan sekarang kita menuju


rumah kita yakni Bumi. Bagaimana pun bumi memang sedang sakit dan sengsara.


Perubahan iklim yang ekstrem juga pemanasan global yang terus meningkat,


lapisan ozon kita sendiri sudah sangat tipis belum permasalahan-permaslahan


yang lain seperti kekringan parah di satu tempat sedangkan tempat lain


mengalami banjir yang tak berkesudahan dan atau banjir bandang yang merusak


pemukiman, sungai-suungai yang mulai mengering jguga perbukitan dan gunung yang


sedikit demi sedikit rata oleh tanah. Belum juga hutan-hutan yang kehilangan


pohonnya dan masih banyak lagi. Saya sendiri memiliki asumsi bahwa alam memang


akan mati dan rusak karena ulah manusia. Aktivitas industri yang


terus-menerustanpa memperdulikan kesehatan ekologis membuat alam menjadi sakit


seperti sekarang ini. Kita tidak bisa menyalahkan harimau karena harimau


sendiri kehilangan rumahnya atau menyalahkan sungai bahwa sungai sendiri telah


kehilangan airnya. Selama ini yang memanfaatkan alam dengan konsumsi yang


sangat besar di bumi ini tidak lain adalah manusia, sehingga sudah seharusnya


umat manusia menjadi salah satu yang utama untuk dipersalahkan ketika bumi ini


menuju kehancuran.


Di masa depan jika umat


manusia tidak merubah pola perilakuknya mulai dari sekarang artinya bahwa alam


akan benar-benar hancur tak tersisa, pohon-pohon bahkan rumput pun mungkin akan


menjadi sebuah kelangkaan dan pada akhirnya kepunahan bagi tumbuhan lalu


disusul dengan hewan, jika manusia sekali lagi tidak merubah kebiasaan buruknya


dengan aktivitas industrinya itu burung-burung di masa depan tidak akan sebebas


terbang seperti sekarang, bahkan semut yang kecil itupun akan kesusahan untuk


mencari tempat untuk sekedar tinggal. Tetapi kabar yang paling buruk dari


kehancuran bumi ialah kehancuran dan kemusnahan umat manusia dan ketika manusia


telah lenyap dari muka bumi maka bumi akan memulai kehidupannya yang baru. Asumsi


yang kedua ialah manusia tetap akan lestari jika manusia tidak cepat-cepat


merubah pola perilaku yang serakah ini dan atau menemukan teknologi super


canggih sehingga manusia tetap bisa bertahan di iklim bumi yang  ekstrem atau mungkin umat manusia dapat


membuat koloni di planet baru, tetapi saya meragukan hal ini sebelum alam


benar-benar marah dan menghancurkan dirinya senidiri sehingga asumsi pertama


sepertinya cukup masuk akal.

__ADS_1


__ADS_2