Kisah Sang Pembual

Kisah Sang Pembual
Surat Dari Planet Hitam


__ADS_3

Untuk teman-teman antar


galaksi.


Ditulis pada tiga ribu


tahun setelah cahaya, Dari planet hitam.


Surat panjang ini kami


tunjukan kepada Teman-teman kami antar galaksi. Para penjelajah alam semesta,


perompak antar bintang, makhluk penjaga keamanan jagat raya dan spesies-spesies


makhluk hidup lain yang berada di seluruh galaksi.


Teman-teman antar


galaksi, yakni kalian yang berperadaban tinggi juga maju dalam teknologi super


canggih yang bahkan kami tertinggal jauh sampai seribu tahun cahaya. Dari


ketertinggalannya itu, kami sekarang berada ditumpukan besi-besi berkarat yang


tumbuh dari dalam tanah. Tempat ini dipenuhi kejijikan, kengerian juga racun


yang kami hirup setiap hari. Setiap kali kami keluar dari gua-gua dibawah


tanah, kami selalu memakai penutup tubuh dan kepala yang sangat tebal terbuat


dari besi dan baja untuk melindungi kami dari ganasnya cahaya bintang terdekat


kami juga gas-gas beracun yang selalu menyelimuti planet hitam ini. Yang pasti,


Kami akan bercerita tentang sebuah legenda tua dan sekarang kami sedang berada


disuatu tempat yang mungkin kalian akan menganggapnya adalah neraka.


Seperti sebagaimana di


galaksi yang lain bahwa ketika berbicara kehidupan adalah berbicara perubahan


dan pertumbuhan. Juga sama seperti dengan planet hitam ini yang juga berawal


dari perubahan, pertumbuhan bahkan kemajuan.  Kami akan membagikan sebuah cerita kuno yang mungkin selama ini kalian


belum pernah mendengarnya. Legenda kuno dari planet hitam ini bercerita tentang


sebuah zaman awal dan kemajuan planet hitam, tentang kekuatan planet biru dan keindahan-keindahan


warna yang dulu pernah hidup disini. Kalian pasti terbahak-bahak ketika


membaca, namun ini semua benar nyata terjadi walaupun kalian pikir ini lucu


karena planet biru dan keindahan warna hanyalah sebuah mitos umum di seluruh


galaksi ini. Tetapi menurut legenda, Dulu planet ini bukanlah neraka yang mana


dijadikan tempat sampah oleh semua spesies di alam semesta.


Legenda kuno pernah


mengatakan planet hitam pada sebuah masa pernah berwarna biru. Ia bagaikan


permata biru di antara planet-planet tetangga. Ketika itu planet hitam menjadi rumah


bagi dewa kehidupan. Dewa itu banyak sekali sampai beranak pinak. Dewa itu


menjaga planet dengan cinta yang luar biasa. Ia dianugerai kekuatan pengendali


semua bencana. Ia memiliki kaki yang berada jauh didalam tanah, dengan kakinya

__ADS_1


ia bisa mencengkram tanah agar tidak runtuh. Ia juga piawai mengendalikan air.


Tubuhnya dapat menyimpan air sebanyak-banyaknya, sehingga ketika itu planet


hitam memiliki air yang begitu jernih dan segar. Seluruh planet ini dienuhi


olehnya. Dewa-dewa dan dewi-dewi kehidupan sehingga ketika itu kehidupan dan


keindahan benar-benar ada dan bukan sebuah tipuan hologram seperti saat ini.


Dewa itu menjaga udara dan kelembapan alam. Ia mampu bahkan menangkal ganasnya


matahari. dulu, nenenk moyang kita selalu berlindung kepadanya. Ia memiliki


tubuh yang keras dan kuat. Ia memiliki seribu tangan yang menjalar kemana-mana.


Di bawah tubuhnya dewa kehidupan, nenek moyang kita selalu mendapatkan


perlindungan. Diceritakan pada zaman dahulu belum ada badai metana dan hujan


batu tetapi dulu terdapat badai angin dan hujan air. Iya, sungguuh saya benar


mengatakan ini bahwa dahulu di planet hitam ini pernah terjadi siklus air. Dan


itu karena planet ini pernah menjadi rumah dewa-dewi kehidupan. Ia membawa


bahkan melindungi kehidupan. Nenek moyang kita benar-benar bergantung kepada


dewa itu. Ia memiliki tubuh berwarna coklat yang keras, ukiran-ukiran hebat


terukir disekujur tubuhnya, ujung atas tubuhnya tumbuh batu zamrud yang


berkilauan, zamrud itu terus tumbuh membesar dan akan jatuh ketika warnanya


berubah menjadi emas-emas kecoklatan. Dewa itu dipuja dengan namanya Pohon.


Dewa pohon menjaga semua


kehidupan di planet hitam. Ketika masa itu Dewa pohon memiliki kerjaan yang


ribuan makhluk hidup. Mereka hidup sejahtera, berkecukupan dan terlindungi.


Tiada hari tanpa kebahagiaan. Nenek moyang saya juga berada disana dan


menikmati kehidupannya dengan kerjaan dewa pohon. Ketika itu ketika masa


kejayaannya hampir seluruh planet ini adalah wilayah kekuasaan kerajaan itu. Ia


memberikan kehidupan dan membantu kehidupan semua spesies makhluk. Dalam


mitologi dunia kuno juga diceritakan bahwa dahulu pernah hidup makhluk-makhluk


yang aneh. Mereka berjumlah sangat  banyak mendiami kerajaan pohon. Mereka berjalan dengan empat kaki, ada


juga yang dua. Mereka ada juga yang melata, melompat-lompat dan menghuni


kerajaan pohon. Makhluk-makhluk itu berkeliaran dan hidup di kerjaan pohon


dengan hukum dan nilai-nilai etika yang tumbuhh disana. Kata legenda hukum itu


disebut hukum rimba. Hukum yang adil untuk setiap makhluk. Kerajaan yang


teramat mahsyur itu adalah Kerajaan Hutan. Dewa-dewa pohon melindungi kerajaan


hutan dengan kekuatannya. Tubuhnya yang keras, kakinya yang mampu menopang


tanah sehingga tidak runtuh. Pada waktu itu planet hitam adalah planet yang


mengaliri air yang berwarna biru. Planet ini dikuasai oleh kerajaan hutan yang


dipimpin dewa-dewi pohon dan hidup berbagai jenis makhluk yang taat dengan

__ADS_1


hukum rimba.


Jauh sebelum tahun


cahaya digunakan. Kehidupan di planet hitam pernah begitu damai dan indah. Di


planet hitam pernah hidup berbagai jenis makhluk yang menghuni kerajaan hutan


sebegitu lama hingga pada keruntuhan awalnya terdapat invansi dari alien yang


datang ke kerajaan hutan. Mulanya, alien ini hanya ingin meminta pertolongan


dewa-dewi pohon agar membantunya untuk membangun sebuah peradaban. Alien itu


memiliki peradaban awal yang buruk dan menjijikan, jauh sebelum mereka meminta


pertolongan kepada kerajaan hutan. Setiap hari Alien mengajak Satu-dua


dewa-dewi pohon yang paling besar paling kuat dan paling tangguh harus rela


pergi meninggalkan kerajaan hutan, mereka ini pergi bersama alien untuk


membantunya. Setiap hari ada dewa pohon yang pergi bersamanya dan hingga pada


akhirnya bukan saja satu dua tetapi bahkan ribuan. Dewa pohon meninggalkan


kerajaan. Ternyata alien memiliki akal bulus untuk meruntuhkan kerjaan hutan.


Satu persatu makhluk aneh yang mendiami kerajaan hutan pun juga tiba-tiba


hilang. Sebuah teori sejarah sempat mengatakan hilangnya makhluk-makhluk itu


karena adanya kemusnahan masal dan dewa pohon pergi meninggalkan kerajaan


sehingga tidak ada yang melindungi dan menjaganya, hukum rimba juga tidak bisa


berjalan dengan baik karena dewa-dewi pohon sebagai penegak hukum rimba pergi


bersama alien tersebit tetapi teori yang lalin menjelaskan kehilangan


makhluk-makhluk itu karena diculik oleh alien untuk kepentingannya. Kerajaan


hutan menjadi sepi. Makhluk melata, makhluk yang berjalan diatas emapta kaki


dan dua kaki tiba-tiba satu persatu menghilang tanpa sebab. Tiada yang tahu


dengan pasti kenapa mereka tidak ada. Namun dugaan saya adalah mereka bukan


hilang tetapi saling membunuh karena hukum rimba sudah tidak ditegakan lagi di


kerajaan hutan.


Legenda dewa pohon ini


begitu termahsyur di kalangan kami. Planet hitam dulu pernah merasakan kejayaannya


ketika dewa-dewi pohon menempati planet ini mereka membentuk kerajaan hutan dan


mampu memberikan kehidupan beribu macam-macam makhluk yang berbeda dan tunduk


pada hukum yang mampu mendatangkan keadilan dan kesejahteraan setiap makhluk.


Hukum itu adalah hukum rimba.


Legenda ini semoga terus


berlanjut dan terdengar keseluruh alam semesta. Setiap galaksi pasti memiliki


legendanya tetapi legenda dewa  pohon


satu-satunya milik planet hitam. Terimakasih teman-teman antar galaksi, semoga

__ADS_1


kalian terhibur.


Salam, Planet Hitam


__ADS_2