
Untuk teman-teman antar
galaksi.
Ditulis pada tiga ribu
tahun setelah cahaya, Dari planet hitam.
Surat panjang ini kami
tunjukan kepada Teman-teman kami antar galaksi. Para penjelajah alam semesta,
perompak antar bintang, makhluk penjaga keamanan jagat raya dan spesies-spesies
makhluk hidup lain yang berada di seluruh galaksi.
Teman-teman antar
galaksi, yakni kalian yang berperadaban tinggi juga maju dalam teknologi super
canggih yang bahkan kami tertinggal jauh sampai seribu tahun cahaya. Dari
ketertinggalannya itu, kami sekarang berada ditumpukan besi-besi berkarat yang
tumbuh dari dalam tanah. Tempat ini dipenuhi kejijikan, kengerian juga racun
yang kami hirup setiap hari. Setiap kali kami keluar dari gua-gua dibawah
tanah, kami selalu memakai penutup tubuh dan kepala yang sangat tebal terbuat
dari besi dan baja untuk melindungi kami dari ganasnya cahaya bintang terdekat
kami juga gas-gas beracun yang selalu menyelimuti planet hitam ini. Yang pasti,
Kami akan bercerita tentang sebuah legenda tua dan sekarang kami sedang berada
disuatu tempat yang mungkin kalian akan menganggapnya adalah neraka.
Seperti sebagaimana di
galaksi yang lain bahwa ketika berbicara kehidupan adalah berbicara perubahan
dan pertumbuhan. Juga sama seperti dengan planet hitam ini yang juga berawal
dari perubahan, pertumbuhan bahkan kemajuan. Kami akan membagikan sebuah cerita kuno yang mungkin selama ini kalian
belum pernah mendengarnya. Legenda kuno dari planet hitam ini bercerita tentang
sebuah zaman awal dan kemajuan planet hitam, tentang kekuatan planet biru dan keindahan-keindahan
warna yang dulu pernah hidup disini. Kalian pasti terbahak-bahak ketika
membaca, namun ini semua benar nyata terjadi walaupun kalian pikir ini lucu
karena planet biru dan keindahan warna hanyalah sebuah mitos umum di seluruh
galaksi ini. Tetapi menurut legenda, Dulu planet ini bukanlah neraka yang mana
dijadikan tempat sampah oleh semua spesies di alam semesta.
Legenda kuno pernah
mengatakan planet hitam pada sebuah masa pernah berwarna biru. Ia bagaikan
permata biru di antara planet-planet tetangga. Ketika itu planet hitam menjadi rumah
bagi dewa kehidupan. Dewa itu banyak sekali sampai beranak pinak. Dewa itu
menjaga planet dengan cinta yang luar biasa. Ia dianugerai kekuatan pengendali
semua bencana. Ia memiliki kaki yang berada jauh didalam tanah, dengan kakinya
__ADS_1
ia bisa mencengkram tanah agar tidak runtuh. Ia juga piawai mengendalikan air.
Tubuhnya dapat menyimpan air sebanyak-banyaknya, sehingga ketika itu planet
hitam memiliki air yang begitu jernih dan segar. Seluruh planet ini dienuhi
olehnya. Dewa-dewa dan dewi-dewi kehidupan sehingga ketika itu kehidupan dan
keindahan benar-benar ada dan bukan sebuah tipuan hologram seperti saat ini.
Dewa itu menjaga udara dan kelembapan alam. Ia mampu bahkan menangkal ganasnya
matahari. dulu, nenenk moyang kita selalu berlindung kepadanya. Ia memiliki
tubuh yang keras dan kuat. Ia memiliki seribu tangan yang menjalar kemana-mana.
Di bawah tubuhnya dewa kehidupan, nenek moyang kita selalu mendapatkan
perlindungan. Diceritakan pada zaman dahulu belum ada badai metana dan hujan
batu tetapi dulu terdapat badai angin dan hujan air. Iya, sungguuh saya benar
mengatakan ini bahwa dahulu di planet hitam ini pernah terjadi siklus air. Dan
itu karena planet ini pernah menjadi rumah dewa-dewi kehidupan. Ia membawa
bahkan melindungi kehidupan. Nenek moyang kita benar-benar bergantung kepada
dewa itu. Ia memiliki tubuh berwarna coklat yang keras, ukiran-ukiran hebat
terukir disekujur tubuhnya, ujung atas tubuhnya tumbuh batu zamrud yang
berkilauan, zamrud itu terus tumbuh membesar dan akan jatuh ketika warnanya
berubah menjadi emas-emas kecoklatan. Dewa itu dipuja dengan namanya Pohon.
Dewa pohon menjaga semua
kehidupan di planet hitam. Ketika masa itu Dewa pohon memiliki kerjaan yang
ribuan makhluk hidup. Mereka hidup sejahtera, berkecukupan dan terlindungi.
Tiada hari tanpa kebahagiaan. Nenek moyang saya juga berada disana dan
menikmati kehidupannya dengan kerjaan dewa pohon. Ketika itu ketika masa
kejayaannya hampir seluruh planet ini adalah wilayah kekuasaan kerajaan itu. Ia
memberikan kehidupan dan membantu kehidupan semua spesies makhluk. Dalam
mitologi dunia kuno juga diceritakan bahwa dahulu pernah hidup makhluk-makhluk
yang aneh. Mereka berjumlah sangat banyak mendiami kerajaan pohon. Mereka berjalan dengan empat kaki, ada
juga yang dua. Mereka ada juga yang melata, melompat-lompat dan menghuni
kerajaan pohon. Makhluk-makhluk itu berkeliaran dan hidup di kerjaan pohon
dengan hukum dan nilai-nilai etika yang tumbuhh disana. Kata legenda hukum itu
disebut hukum rimba. Hukum yang adil untuk setiap makhluk. Kerajaan yang
teramat mahsyur itu adalah Kerajaan Hutan. Dewa-dewa pohon melindungi kerajaan
hutan dengan kekuatannya. Tubuhnya yang keras, kakinya yang mampu menopang
tanah sehingga tidak runtuh. Pada waktu itu planet hitam adalah planet yang
mengaliri air yang berwarna biru. Planet ini dikuasai oleh kerajaan hutan yang
dipimpin dewa-dewi pohon dan hidup berbagai jenis makhluk yang taat dengan
__ADS_1
hukum rimba.
Jauh sebelum tahun
cahaya digunakan. Kehidupan di planet hitam pernah begitu damai dan indah. Di
planet hitam pernah hidup berbagai jenis makhluk yang menghuni kerajaan hutan
sebegitu lama hingga pada keruntuhan awalnya terdapat invansi dari alien yang
datang ke kerajaan hutan. Mulanya, alien ini hanya ingin meminta pertolongan
dewa-dewi pohon agar membantunya untuk membangun sebuah peradaban. Alien itu
memiliki peradaban awal yang buruk dan menjijikan, jauh sebelum mereka meminta
pertolongan kepada kerajaan hutan. Setiap hari Alien mengajak Satu-dua
dewa-dewi pohon yang paling besar paling kuat dan paling tangguh harus rela
pergi meninggalkan kerajaan hutan, mereka ini pergi bersama alien untuk
membantunya. Setiap hari ada dewa pohon yang pergi bersamanya dan hingga pada
akhirnya bukan saja satu dua tetapi bahkan ribuan. Dewa pohon meninggalkan
kerajaan. Ternyata alien memiliki akal bulus untuk meruntuhkan kerjaan hutan.
Satu persatu makhluk aneh yang mendiami kerajaan hutan pun juga tiba-tiba
hilang. Sebuah teori sejarah sempat mengatakan hilangnya makhluk-makhluk itu
karena adanya kemusnahan masal dan dewa pohon pergi meninggalkan kerajaan
sehingga tidak ada yang melindungi dan menjaganya, hukum rimba juga tidak bisa
berjalan dengan baik karena dewa-dewi pohon sebagai penegak hukum rimba pergi
bersama alien tersebit tetapi teori yang lalin menjelaskan kehilangan
makhluk-makhluk itu karena diculik oleh alien untuk kepentingannya. Kerajaan
hutan menjadi sepi. Makhluk melata, makhluk yang berjalan diatas emapta kaki
dan dua kaki tiba-tiba satu persatu menghilang tanpa sebab. Tiada yang tahu
dengan pasti kenapa mereka tidak ada. Namun dugaan saya adalah mereka bukan
hilang tetapi saling membunuh karena hukum rimba sudah tidak ditegakan lagi di
kerajaan hutan.
Legenda dewa pohon ini
begitu termahsyur di kalangan kami. Planet hitam dulu pernah merasakan kejayaannya
ketika dewa-dewi pohon menempati planet ini mereka membentuk kerajaan hutan dan
mampu memberikan kehidupan beribu macam-macam makhluk yang berbeda dan tunduk
pada hukum yang mampu mendatangkan keadilan dan kesejahteraan setiap makhluk.
Hukum itu adalah hukum rimba.
Legenda ini semoga terus
berlanjut dan terdengar keseluruh alam semesta. Setiap galaksi pasti memiliki
legendanya tetapi legenda dewa pohon
satu-satunya milik planet hitam. Terimakasih teman-teman antar galaksi, semoga
__ADS_1
kalian terhibur.
Salam, Planet Hitam