KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 28


__ADS_3

***


Di kantor Zee bekerja dengan sigap, kelvin dengan telaten mengajari zee.


Zee sudah bertekad akan melunasi hutang nya dengan dave dengan cara mencicil.


Zee tidak mau lagi terjadi sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.


Tapi untuk sekarang zee masih bekerja di rumah dave.


Dave menjemput zee di persimpangan kantor zee.


Zee dan dave melaju ke rumah dave tanpa ada suara, mereka berdua setia dalam diam.


'' loe masak saja dulu, gue mau mandi bentar.'' ucap dave.


''hmmm...'' jawab zee dan langsung melangkah ke dapur mengotak-atik makanan yang akan zee masak.


Dave sedang memperhatikan zee dari belakang.


''hah.. ya Allah mas, sejak kapan kamu udah di situ?'' tanya zee kaget.


''udah selesai?'' dave malah balik bertanya.


Dave hanya mendapatkan jawaban senyuman dan anggukkan kepala oleh zee.


Zee pun dengan telaten menyiapkan makan malam mereka.


''zee'' panggil dave di sela-sela mereka hendak makan.


Zee pun menoleh ke arah dave.


''loe marah..'' tanya dave ragu.


''mas.. bisa nggak kalau ngomong sama aku kita pakai bahasa kamu dan aku. Aku kurang nyaman kalau pakai bahasa gue loe itu..'' pinta zee sopan.


''eh.. hmmm.. baik lah..'' jawab dave menggaruk tengkuk belakang kepala nya yang tidak gatal.


''mas tadi mau ngomong apa?'' tanya zee.

__ADS_1


''kamu marah..'' ucap dave mengulang pertanyaan nya tadi.


''marah kenapa?'' jawab zee malah balik bertanya.


''mas aku bisa ngomong sesuatu nggak?'' tanya zee bimbang.


''hmmm..'' jawab dave mengiyakan.


''sampai kapan aku kerja di rumah mas?'' tanya zee pelan takut menyinggung perasaan dave.


''sebenarnya hutang aku berapa mas?'' sambung zee bertanya.


''kenapa kamu nggak suka kerja sama aku?'' dave bertanya sedikit emosi.


''sebenarnya aku sedikit sungkan mas, biar bagaimana pun kita nggak ada hubungan apa-apa. Aku nggak enak dengan omongan tetangga.'' jelas zee.


''gimana kalau hutang nya aku cicil setiap bulan'' mohon zee.


''kenapa?'' tanya dave heran.


''lagian ngapain juga dengerin omongan orang di sini mah orang nggak peduli dengan urusan orang lain mereka nggak akan banyak omong.'' jawab dave.


''tapi kan mas..'' ucap zee.


''ya udah kalau gitu kita nikah saja..'' ucap dave memotong perkataan zee.


''apa..'' jawab zee kaget.


''kita nikah..'' ucap dave menekan kata nikah di akhir ucapan nya.


''mas jangan gila ya.. jangan aneh deh.'' ucap zee ketus sedikit emosi karena mendengar ide gila si dave.


''siapa yang gila lagian kan nikah itu ibadah'' jawab dave yakin.


''aku juga tau mas kalau nikah itu ibadah, tapi nikah juga nggak main-main. Mas nggak bisa dong ngajak nikah zee sembarang'' kata zee menjawab dave.


''gini aja deh mas bilang aja berapa hutang aku ntar aku cicil tiap bulan. Aku juga capek mas sebelum dan sesudah kerja harus ke rumah mas dulu. Aku kan juga ada kehidupan yang harus aku jalanin'' terang zee emosi.


''zee udah tanya-tanya ke bengkel dan teman-teman zee biaya kerusakan mobil mas sekitar 10jutaan, kalau aku cicil tiap bulan 1 juta berarti aku cicil cukup 10 bulan saja.'' ucap zee.

__ADS_1


''kenapa kamu nggak mau kerja di sini?'' tanya dave sedikit tertahan.


''gara-gara ciuman kita'' jawab dave asal menebak.


''heh.. hmmm.. aku cuma capek mas soalnya aku harus lembur di rumah bawa kerjaan kantor gara-gara harus ke rumah mas dave. Waktu tidur zee semakin malam, subuh nya aku harus ke rumah mas lagi.'' jawab zee sedikit gugup mengingat ciuman mereka.


''emang kamu kerja sebagai apa..?'' tanya dave.


''sekretaris mas..'' jawab zee jujur.


''please mas..'' ucap zee sedikit memelas.


''gue kesel, tapi kalau gue bersih keras lagi nih cewek kira gue suka sama dia lagi. Tapi kok gue nggak terima ya..'' batin dave.


''mas..'' panggil zee.


''baru jadi sekretaris aja bangga banget, aku bisa kok gaji kamu lebih dari itu.'' geram dave yang tak terima.


''mas jadi sekretaris itu bagus loh.. lagian apa salah nya kerja jadi sekretaris?. Aku udh ngomong baik-baik loh mas dengan kamu, terserah kamu mau terima apa nggak.'' ucap zee terpancing emosi karena perkataan dave yang menurut zee merendahkan pekerjaan nya sebagai sekretaris.


''pokok nya aku cicil tiap bulan 1 juta, lagian kok mas kayak nya nggak terima kalau aku cicil hutang aku. Bukan nya mas bilang aku ini pembawa sial, cuma nyusahin mas doang.''


''aku juga nggak tau mas kerja jadi apa, siapa tau lebih baik aku kerja nya daripada mas dave'' sombong zee sedikit berteriak karena posisi sekretaris nya itu.


Dave yang sejak tadi hanya mendengar kan dan memperhatikan zee akhir nya buka suara.


''baiklah..'' jawab dave.


''cicil saja hutang loe'' sambung dave sudah mengganti aku kamu jadi loe gue lagi


''gue nggak peduli, oh iya selamat ya 'sekretaris' baru'' ucap dave menekan kata sekretaris dan berlalu meninggalkan zee sendiri di meja makan.


Zee terdiam cukup lama mata nya kosong menatap piring dave yang masih utuh.


Zee pun pulang dengan perasaan sedikit bersalah tapi di sisi lain zee juga lega karena dave mengizinkan hutang nya di cicil tiap bulan.


________________


*** jangan lupa like, koment, dan vote nya ya teman-teman biar tambah semangat.***

__ADS_1


HAPPY READING ♥️♥️♥️


__ADS_2