
Sebelumnya ai minta maaf ya baru bisa update maklum ai emak-emak rempong 😅🤭.
Terima kasih untuk semua dukungan nya selama ini dan masih setia menunggu cerita dari ai yang masih jauhhhh banget dari kata lumayan 😁.
Oh iya di sini ai izin ganti judul ya dari True Love jadi KISAH ZEE ya siapa tau bisa nambah cerdas ni otak 😂.
HAPPY READING ♥️♥️♥️
________________
Zee dan Dave sudah duduk di meja makan dengan hidangan makan malam ala Zee.
Dave merasa bahagia dengan perubahan sikap Zee padanya, dalam waktu yang terbilang cepat ini.
Dave pikir Zee tidak mau lagi datang ke rumah nya atau pun menuruti kemauan Dave lagi.
Meski kecanggungan yang terjadi saat ini di antara mereka berdua setidak nya sekarang mereka bisa duduk berdua menikmati makan malam dengan khusuk.
Dave menghembuskan napas nya pelan mencoba menetralkan degup ritme jantung nya yang berdetak untuk memulai perbincangan dengan Zee.
''Zee... Terima kasih kamu mau datang dan memasak untuk aku lagi malam ini.'' Ucap Dave meneliti ke arah Zee.
Zee mengangkat kepala nya melihat tepat di wajah Dave dan tersenyum.
''Sama-sama mas..''
''Mas Dave aku mau minta maaf soal kejadian tiga bulan yang lalu. Aku nggak bermaksud ngomong kayak itu...'' Ucap Zee terbata.
''Sudahlah Zee aku mohon kita nggak usah ungkit masalah kita yang dulu lagi. Lagian juga itu bukan salah kamu kok itu murni salah aku. Kamu mau kan maafin semua tindakan dan ucapan aku dulu yang udah buat kamu tersinggung.'' Jawab Dave memotong ucapan Zee.
''Aku mohon Zee..'' Pinta Dave mengibah.
Zee tersenyum hangat ke arah Dave sambil mengangguk-anggukkan kepala nya.
__ADS_1
''Terima kasih.'' Ucap Dave tulus.
_____________
Zee yang sudah pulang ke rumah nya di antar Dave langsung menuju ke kamarnya. Tapi Zee sama sekali tidak melihat Sari di kamar maupun di ruang lain.
Zee juga sempat melihat ke kamar bi Ratih namun Zee hanya melihat Bi Ratih yang sudah terlelap di atas tempat tidurnya.
Setelah Zee membersihkan tubuhnya Zee memainkan hp nya di atas ranjang tempat tidurnya.
Zee sendiri sempat berfikir ada apa dengan nya.
Zee bingung kenapa otak dan tindakan berubah drastis ketika berhadapan langsung dengan Dave.
Yang awal rencana Zee hanya ingin membalas semua perkataan buruk Dave terhadapnya.
Zee sangat merasa tersinggung dengan semua ucapan Dave. Bahkan Zee sempat berfikir ingin membuktikan kepada Dave bahwa ia tak seperti yang Dave pikirkan.
Entah sihir apa yang di pakai Dave hingga bisa membuat seorang Zee hanya bisa tersenyum hangat dan menuruti semua perkataan Dave di saat bersama Dave.
Zee yang di kejutkan dengan kedatangan Sari yang tiba-tiba langsung terduduk di atas ranjang memegangi dadanya.
''Baru pulang, lembur ya?'' Tanya Zee melihat wajah kusut Sari.
''Gue capek banget Zee, dasar Pak Kelvin brengsek banget emang.'' Keluh Sari membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
''Ih Sari.. Mandi dulu gih bau nih.'' Goda Zee pura-pura menutup hidungnya mencoba mendorong tubuh Sari dari ranjang.
''ah.. Beneran Zee gue bau ya..'' Sari langsung bangkit dari ranjang dan mengendus-ngenduskan hidung nya di seluruh tubuh nya mencoba mencari bau yang di maksud Zee.
Zee yang melihat tingkah konyol Sari hanya tertawa geli, Zee bangkit dari duduk nya dan menarik tangan Sari ke kamar mandi.
''Nggak kok Sari itu wangi banget.. Tapi sekarang lebih baik Sari mandi dulu ya biar seger.'' Ucap Zee menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
''Gue nggak bau kok.. ih Zee awas ya..'' Teriak Sari dari dalam kamar mandi.
Zee yang mendengar teriakan Sari hanya tertawa kecil tentu nya tak di dengar Sari.
''Zee kamu dari mana, kayak nya kamu juga baru pulang.'' Sari yang melihat Zee duduk di tepian ranjang yang fokus mengerjakan pekerjaan kantor langsung memberikan pertanyaan pada Zee.
''Iya, aku baru pulang bareng Mas Dave tadi habis masakin Mas Dave makan malam di rumahnya.'' jawab Zee jujur.
''Hah.. Apa? Maksud kamu, Mas Dave yang waktu dulu itu atau Pak Dave pimpinan bos kita.'' Sari merasa bingung dengan jawaban Zee.
Zee menyadari keterkejutan Sari yang berlebihan menurutnya ini. Zee memang belum pernah cerita kalau Mas Dave dan Pak Dave itu orang yang sama.
''Sari sebenernya Mas Dave yang dulu sering aku ceritain ke kamu itu memang Pak Dave pimpinan kita.''
Ucap Zee serius.
''Hah.. Maksud kamu apa sih Zee aku belum ngerti, kok bisa? Lagian kok kamu nggak cerita ke aku, kamu nggak percaya sama aku.'' Sari kecewa dan tak mengerti pola pikir Zee.
''Nggak gitu Sar, aku juga baru tau waktu pertama Mas Dave ngenalin diri sebagai pimpinan direksi kita. Cerita aku dulu bener kok nggak ada yang aku tutupin dari kamu. Karena waktu yang mepet dan mendadak banget aku juga di buat kaget. Lagian kan kemaren juga kamu nggak mau ngomong sama aku gara-gara Pak Kelvin. Giliran kita udah baikan aku malah di tarik jadi sekertaris Mas Dave.'' jelas Zee jujur.
''Kelvin brengsek emang.'' Ketus Sari mendengar Zee menyebut nama Kelvin.
''Kamu kenapa sih dari tadi ngatain Pak Kelvin terus?'' tanya Zee.
''Tuh si Kelvin brengsek, gara-gara loe jadi sekretaris Pak atau Mas Dave apalah itu jadi gue yang gantiin loe jadi sekretaris si Kelvin itu.'' ketus Sari geram mengingat jam kerja yang ribet dan keusilan Kelvin padanya yang selalu meminta Sari selalu on time.
''Bagus dong berarti kita sama-sama seorang sekretaris sekarang.'' Jawab Zee girang.
''Idih ni bocah emang nya kamu pikir otak aku nih nyampe apa kalau di suruh jadi sekretaris. Nggak, nggak mau aku.'' Zee hanya geleng-geleng mendengar penuturan Sari.
__________
HAPPY READING ♥️♥️♥️
__ADS_1