KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 47


__ADS_3

''Jangan buat gue jadi gila Sari'' Ucap Kelvin melepaskan bibir nya dan mendekatkan kening nya dengan kening Sari.


Jantung Sari seakan mau copot, saking cepat nya berdetak. Sari buru-buru menjauhkan diri dari Kelvin. Sari malu kalau Kelvin mendengar detak irama jantungnya yang seakan berlomba.


''Sari.'' Kelvin terkejut dengan tingkah Sari yang menjauh dari nya.


''Maaf Pak.'' Sari semakin gugup bahkan ia pun tak sadar sudah memanggil Kelvin dengan sebutan 'Pak' lagi.


Kelvin merasa sedikit kecewa setelah mendengar Sari memanggil nya dengan sebutan 'Pak' pasalnya dulu Kelvin lah yang terus mendesak sampai Sari terbiasa mengucap nama Kelvin.


Karena rasa kecewa nya itu Kelvin meninggalkan Sari seorang diri. Kelvin merasa kepala nya mau pecah hanya karena mendengar Sari memanggil nya dengan sebutan 'Pak'.


Sari hanya pasrah melihat punggung Kelvin yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangan mata nya. Apakah Kelvin marah pada nya, pikir Sari.


Akhirnya Sari berusaha berupaya sendiri menyusun dekorasi yang akan ia hias untuk kejutan Zee.


Tak lama dari situ datang lah beberapa pria dan wanita untuk membantu Sari mendekor halaman rumah Bi Ratih.


''Maaf nona kami di perintahkan oleh Tuan Kelvin untuk menghias halaman ini. Tuan Kelvin juga berpesan kalau nona istirahat saja.'' Ketiga suruhan Kelvin langsung mengambil bagian agar cepat selesai.


''Nggak usah pak, bu, aku bisa kok. Ini berat loh bu.'' Sari mencoba membantu bi Ratna suruhan Kelvin.


''Maaf non, nggak pa-pa. Saya dan yang lain bisa kok kami sudah biasa ngurusin hal-hal seperti ini. Saya mohon non istirahat saja.'' Ucap Bi Ratna lebih sopan.


''Nggak bu, biar...'' Ucap Sari terpotong karena bi Ratna sudah langsung memotong ucapannya.


''Saya mohon nona atau kami bisa Tuan Kelvin pecat.'' Bi Ratna memasang wajah memelas.

__ADS_1


''Baiklah bu, tolong hati-hati ya.'' Sari mencoba mengalah karena ia tau pasti Kelvin mengancam mereka.


Tak terasa akhirnya kejutan untuk Zee sudah selesai juga tepat waktu. Bi Ratih merasa kagum, senang, dan bangga karena Dave benar-benar membuat semua jadi lebih baik.


''Bagus banget Sari.'' Ucap Bi Ratih melihat dekor kejutan yang di susun oleh Sari.


''Makasih mbak, sebenar nya ini semua bukan Sari yang ngerjainnya tapi asisten nya Pak Kelvin. Sari cuma nunjuk-nunjukin arah nya doang.'' Sari berkata jujur.


''Kelvin tadi emang kemana? Waktu mbak keluar juga Kelvin nggak ada. Pulang cepat ya.. Atau kamu.. marahin ya..'' Bi Ratih terus mengoceh soal Kelvin.


''Nggak kok mbak tadi Kelvin ada urusan jadi dia pergi lagi tanpa pamit sama mbak.'' Bohong Sari agar Bi Ratih tidak cemas.


''Ya udah, ayok kita siap-siap bentar lagi mereka pulang.'' Mereka pun kembali ke dalam rumah, berbesih diri dan berganti pakaian.


Sari di kejutkan dengan kehadiran seorang pria tampan yang hanya duduk di salah satu kursi yang telah di siapkan di halaman rumah.


''Maaf cari siapa ya.'' Sari yang tak mengetahui siapa laki-laki itu pun hanya bisa bertanya. Karena laki-laki itu duduk membelakangi Sari.


Sari terkesima melihat penampilan Kelvin, malam ini Kelvin seperti pangeran yang akan menjemput tuan putrinya.


''Nak Kelvin sudah datang, kenapa nggak masuk langsung?'' Bi Ratih mengagetkan kedua insan anak manusia ini yang sedang berperang dalam tatapan.


''Heh.. Nggak pa-pa kok bu, aku nunggu di sini saja. Lagian juga kayak nya ada orang yang nggak nerima aku di sini. Aku cuma sebentar nunggu Dave dan Zee habis itu langsung pulang.'' Kelvin bicara sedikit menyinggung.


Kelvin melihat wajah Sari yang terkejut dengan kedatangan padahal Sari sudah tau siapa saja yang akan datang. Kelvin mengira Sari tak menyukai kedatangannya.


Lima belas menit pun berlalu akhir nya Zee dan Dave sudah sampai di depan rumah Bi Ratih.

__ADS_1


Zee sedikit pun tak curiga, melihat mobil Kelvin sudah ada di rumah mereka karena memang mobil Kelvin tepat berada di depan mobil Dave.


Dave membukakan pintu mobil Zee, Zee pun keluar dengan pelan dan mereka berjalan berdua bergandengan tangan terus memasuki rumah Bi Ratih melewati mobil Kelvin.


'.SURPRIESSSS.....'' Teriakan ke dua wanita yang sudah menanti Zee pun bergelegar di halaman teras itu.


Zee menutup mulutnya dengan kedua tangan nya, kaget pasti tapi hanya bahagia yang Zee rasakan saat ini. Zee melihat ke arah Dave yang sudah bergabung dengan Kelvin, Sari dan Bi Ratih.


''Terima kasih Zee karena kamu adalah wanita ku satu-satu nya sekarang. Terima kasih karena kamu sudah mau menerima laki-laki brengsek seperti aku. Zee jadilah wanita ku temani lah aku saat suka dan duka.'' Dave sujud di hadapan Zee dengan seikat buket bunga lily putih yang cantik dan sebelah tangan satu nya sekotak kotak kecil berwarna merah berisi cincin yang sangat manis dan cantik, tentunya mahal.


''Dave.'' Zee menangis terharu, ia tak menyangka kalau seorang Dave bisa melakukan semua ini hanya untuk nya.


Semua orang di sana pun ikut merasa bahagia Sari dan Bi Ratih pun tak menyadari air mata mereka sudah jatuh di pipi mereka masing-masing.


Zee mendekati Dave berjongkok dan langsing memeluk erat Dave. Zee hanya bisa menganggukkan kepala nya karena mulut nya seakan tak mampu berbicara karena bahagia yang luar biasa.


''Terima kasih Zee.'' Ucap Dave.


Dave memasangkan cincin di jari manis Zee dan memberikan bunga yang sudah dia pesan khusus untuk Zee.


Zee terus memandangi cincin di jari nya dengan senyum bahagia. Zee pun tak lupa mengamati semua setiap hiasan yang telah di siapkan.


''Terima kasih untuk kalian semua.'' Ucap Zee melihat satu persatu wajah yang ada di depan nya.


____________


Maaf ya kalau ada typo.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak.


HAPPY READING ♥️♥️♥️


__ADS_2