KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 53


__ADS_3

Zee yang baru selesai memasak makan siang kini sedang mempersiapkan makan nya di atas meja makan. Tadi nya Bu Anis mama Dave ingin membantu tapi karena ini pertama kali mereka bertemu Zee ingin melayani mama Dave.


Dave yang masih saja mendapat omelan mama nya di ruang tengah mencoba mendamaikan mama nya. Dave tau alasan mama nya datang ke rumah apalagi kalau bukan karena calon menantu yang selama ini menjadi perdebatan mereka.


Mama Dave takut kalau selama ini Dave hanya pura-pura karena itu mama Dave harus mencari tahu sendiri. Sebenarnya papa Dave sudah mengirim orang suruhan nya untuk mengikuti Dave. Tapi mama Dave masih saja ingin melihat langsung.


''Ma, mas.. Ayo kita makan, makanan nya udah selesai aku masak.'' Zee menghampiri Dave dan mama nya.


''Ayo sayang tinggalkan saja laki-laki itu.'' Mama Dave merangkul Zee dan meninggalkan Dave di belakang.


''Yang jadi pacar Zee siapa sih.. Mama apa aku?..'' Dave mengomel sendiri melihat kedekatan mamanya dengan Zee.


''Sini mas aku ambilkan..'' Zee mengambil piring Dave mengisi nya dengan nasi dan lauk pauk.


Dave menjulurkan lidah nya ke arah mama nya karena Zee mengambilkan nya makan siang.


''Dasar anak manja.'' Ketus mama geram melihat tingkah anak semata wayang nya itu.


''Mama juga Zee ambilkan ya..'' Ucap Zee.


''Makasih ya anak mama.'' Mama Dave sengaja memanggil Zee dengan sebutan 'anak' untuk menggoda Dave.


''Aku anak mama bukan Zee, Zee itu istri aku.'' Dave tak kalah dengan nada bicara nya yang merasa tak suka mendengar mama nya memanggil Zee anak nya.


''Istri, enak aja.. Kapan kamu nikahin anak aku? Kamu lihat ya nanti mama bilang ke papa untuk angkat Zee jadi anak kami. Kamu nggak bisa nikah sama anak aku.'' Jawab mama Dave asal.

__ADS_1


''Ma..'' Dave sedikit kesal dan terpancing dengan perkataan mama nya.


''Mas udah ah.. Nggak boleh kayak gitu. Lebih baik sekarang kita makan ya.. Mari ma di makan, kalau nggak enak bilang ya ma nanti Zee belajar lagi.'' Zee berusaha melerai perdebatan tak masuk akal dari makhluk berbeda generasi yang ada di depannya.


Sekarang Zee tau darimana sumber keusilan dan kemanjaan yang di terlahir di diri Dave, siapa lagi kalau bukan Bu Anis mama Dave.


Dari wajah saja mereka sangat mirip, pantas saja jika mereka berdua ibu dan anak tidak terlalu akur.


Kata orang kalau kita mirip dengan salah satu anggota keluarga pasti sedikit 'panas' atau tidak akur.


''Sayang sini duduk di samping mama.'' Mama Dave mengajak Zee duduk di samping nya di ruang tengah setelah mereka selesai makan siang.


''Masakan kamu enak banget, mama suka. Makasih ya.'' Puji Bu Anis.


''Makasih ma..'' Jawab Zee, Dave hanya memandangi kedua wanita yang menjadi ratu di hati nya secara bergantian.


''Sejak kapan kalian menjadi pasangan?'' Tanya mama Dave menepuk pelan kedua tangan Zee yang dari tadi di genggam nya.


''Bel...'' Belum juga Zee menjawab Dave langsung memotong ucapan Zee.


''Mama mau jadi detektif?.. Emang penting apa sekarang kapan kami jadi pasangan, ma yang penting sekarang itu mama sama papa lamarin Zee untuk Dave secepatnya.'' Dave benar-benar bisa merusak suasana.


''Dasar anak kurang sopan. Kamu nggak ada kerjaan lain apa?.. Kamu minta mama lamar Zee tapi kamu sendiri belum pernah kenalin Zee sama mama dan papa. Kamu mau jadi anak kurang ajar?'' Ucap mama Dave yang membuat Zee sedikit menundukkan kepala nya pasalnya selama ini ia lah yang selalu menolak menemui orang tua Dave, Dave selalu mengajak Zee menemui orang tua nya.


''Maaf ma itu karena Zee. Aku ngerasa belum siap nemuin mama sama papa. Aku masih belum yakin ma.'' Zee menatap wajah mama Dave sebelum ia menundukkan kembali kepala nya.

__ADS_1


''Sudah lah nggak pa-pa.. Yang penting sekarang mama udah ketemu Zee, Dan mama yakin kalau kamu wanita yang baik, yang bisa membuat anak kurang ajar itu jadi lebih baik lagi.'' Mama Dave melirik tajam ke arah Dave .


''Makasih ya karena kamu sudah mau nerima anak mama.'' Jawab mama Dave.


Mereka pun berpelukan cukup lama.


''Kalau gitu kapan kamu siap sayang, biar nanti mama sama papa Dave langsung datang nemuin orang tua kamu. Kamu udah tanya sama orang tua kamu?'' Mama Dave melepas pelukan mereka.


''Hm.. Soal orang tua Zee sudah nggak punya siapa-siapa lagi ma..'' Dave sedikit terkejut dengan pengakuan Zee, mama Dave yang sudah mendapat cerita dari Dave soal Zee juga sedikit terkejut.


''Maksud kamu apa sayang?'' Dave ingin meminta penjelasan lebih dari Zee.


''Mas, ma sebenarnya orang tua ku sudah meninggal di kampung. Aku dan Bi Ratih hanya tetangga sebelah rumah dulu, karena Bi Ratih nggak punya anak dan beliau melihat ku sangat terpuruk jadi beliau menjadikan aku anak angkat beliau. Tapi terus terang saja aku sudah menganggap Bi Ratih sebagai ibu kandung aku, jadi biar bagaimana pun aku masih wajib bertanya pada Bi Ratih. Maafkan aku mas jika selama ini aku belum cerita yang sebenarnya pada mas.'' Zee sedikit menyesali keputusan nya yang baru sekarang bisa memberitahukan Dave semua kebenaran nya.


''Tidak apa-apa sayang, aku ngerti kok aku malah bersyukur karena Bu Ratih yang ngajak kamu merantau ke kota kita jadi bisa ketemu dan sekarang menjadi pasangan kekasih. Iya kan mama?'' Dave bertanya ke mama nya untuk menyakinkan Zee kalau semua itu tidak masalah buat keluarga Dave.


''Iya sayang nggak apa-apa kok. Jadi kapan kami bisa datang buat melamar kamu cantik?'' Zee begitu bersyukur jika keluarga Dave benar-benar bisa menerima keadaan nya.


''Makasih ma..'' Zee memeluk erat mama Dave.


__________________


Terus dukung ai ya..


Jangan lupa tinggalkan jejak..

__ADS_1


🤗🤗🤗


HAPPY READING ♥️♥️♥️♥️


__ADS_2