
Flashback Kalimantan rumah mama Dave.
Part. 2
Dave membanting pintu kamarnya dengan kasar, membanting hp nya ke atas tempat tidur. Tidak ada kabar dari Zee sudah membuat Dave kesal di tambah lagi karna kehadiran Chelsea yang semakin membuat suasana hati Dave berantakan.
"Sial.. Zee kemana sih, dari tadi gue hubungi nggak bisa. Chat gue juga nggak di balas-balas." Dave menggerutuk sendiri dengan emosi.
"Dave.. Sayang.." Mama Dave mengetuk pintu kamar anak kesayangannya itu, berharap Dave mau mendengarkan penjelasannya.
"Dave mama mohon, buka pintu nya sebentar saja sayang.." Mohon mama Dave di ambang pintu kamar Dave.
"Ada apa ma.." Dave yang tak tega akhirnya membukakan pintu kamar untuk mamanya.
"Boleh mama masuk.." Pinta mama Dave, yng di balas anggukan dari Dave.
"Maaf ya kalau keputusan mama mengizinkan Chelsea kembali masuk ke rumah kita."
"Dave apa tidak seharusnya kamu dengarkan dulu penjelasan Chelsea, bagaimana pun Chelsea ada hak untuk memberikan penjelasannya terlebih lagi memang status kalian masih bertunangan. Bgaimana pun Chelsea masih tunangan kamu Dave." Dengan hati-hati mama Dave menjelaskan pada Dave.
''Bahkan jika memang kamu sudah tidak ada rasa lagi dengan Chelsea alangkah baiknya sebagai laki-laki yang bertanggung jawab kalian bisa memutuskan pertunangan kalian baik-baik. Bagaimana pun juga keluarga Chelse lah yang membantu perusahaan papa dulu sampai bisa seperti sekarang."
''Ma... Mama kan tau kalau sekarang hati Dave cuma untuk Zee, Chelsea itu cuma masa lalu Dave. Bukankah mama juga yang sudah menyetujui hubungan Dave dan Zee.'' Ucap Dave.
''Dave mama tau, mama juga nggak akan lupa. Karna itulah maksud mama kalau memang keputusan mu sudah bulat tentang Zee alangkah baik nya jika hubungan kamu dengan Chelsea di bicarakan baik-baik dulu dan kamu bisa memutuskan pertunangan kalian. Kamu dan Chelsea bisa kok berteman baik. Mama yakin klau kamu mau bicara baik-baik Chelsea juga akan mengerti semuanya.'' Ucap mama Dave.
''Mama benar sepertinya Dave harus bicara dengan Chelsea.'' Jawab Dave.
***
Dave dan Chelsea akhirnya bertemu di meja makan, Chelsea yng memang belum meninggalkan kediaman rumah Dave ikut bergabung bersama orang tua Dave dan Dave di meja makan.
''Pagi tante, om.... Dave.'' Chelsea sedikit ragu menyebut nama Dave.
__ADS_1
''Pagi sayang, ayo duduk sini dekat tante.'' ucap mama Dave.
Dalam hening mereka berempat menikmati sarapan, Chelsea yang sedikit mencuri pandang pada Dave. Yang tak mendapat respon dari Dave.
''Bagaimana keadaan orang tua mu Chelsea?'' Tanya papa Dave.
''Baik om, mereka berdua sekarang lagi menikmati liburan mereka yang tak kunjung selesai.'' Chelsea tersenyum.
''Mereka masih liburan?'' Tanya mama Dave.
'' iya tan, kata mama, mama ingin menghabiskan waktunya bersama papa di hari tua mereka. Sebagai ganti masa muda papa yang selalu bekerja.'' Jawab Chelsea.
''Mama dan papa juga titip salam buat om da tante, buat Dave juga.'' Ucap Chelsea ragu menyebut nama Dave.
Dave menatap wajah Chelsea.
''Ada yang mau aku omongin ke kamu. Ayo..'' ucap Dave ada Chelsea. Dave berdiri dan langsung bergegas keluar rumah di ikuti Chelsea yng mengekor di belakang Dave.
''Bagaiamana ma?" Tanya papa Dave.
''Mama juga bingung mama masih menyayangi Chelsea tapi di sisi lain mama juga tidak tega dengan hubungan Dave dan Zee.'' Jawab mama Dave.
''Kita mau kemana?'' tanya Chelsea di dalam mobil. Yang hnya mendapat kan jawaban diam dari Dave.
Dave turun dari mobil, setelah sekitar 20 menit ia menyetir. Dave dan Chelsea sudah memasuki sebuah restoran yang cukup mewah.
''Kamu mau apa?'' Tanya Dave tanp basa-basi lagi.
''Maksud kamu apa Dave?'' Jawab Chelsea bingung.
''Dengar Chelsea, kalau kamu pikir kepulangan mu ini akan di smbut dengan meriah kamu salah besar. Aku mengajak kamu ke sini hanya ingin memutuskan pertunangan kita, sebentar lagi aku akan menikah.'' Ucap Dave
''Dave maafkan aku, aku tau ini semua salah aku tapi apakah kamu sudah melupakan aku secepat itu. Apakah kamu pikir semua yang terjadi pada kita itu murni kesalahan aku, apa kamu lupa dulu sebelum pergi aku meminta izin pada mu Dave, bagaimana pun itu adalah kesempatan ku untuk memulai karir, aku tidak bisa melepaskan kesempatan itu. Bukankah kamu yang membuat aku pergi, meski dengan terpaksa bukankah kamu akhirnya mengizikan aku. Dave apa kamu lupa dengan cerita kita, masa indah kita dulu.'' Chelsea menangis di depan Dave.
__ADS_1
''Dave aku mohon, aku masih sangat mencintai kamu. Aku juga yakin dan percaya kalau kamu juga masih memiliki rasa untukku. Dave aku mohon, bukankah aku pergi juga tidak lama Dave, hanya dua tahun kenapa kmi secepat itu menggantikan posisi aku dengan wnita lain Dave. Bukankah kamu sendiri yang berjanji tidak akan meninggalkan aku apa pun yang terjadi. Kamu akan bertanggung jawab dengan semua yang sudah kamu lakukan pada ku Dave, itu kan janji kamu dulu Dave.'' Isak tangis Chelsea semakin pecah.
''Dave ku mohon, kalau kamu mencampakan aku seperti ini laki-laki mana lagi yang akan menerima ku Dave, kamu sudah menghancurkan semua nya Dave, dan sekarang dengan teganya kamu membuangku Dave.'' Chelsea memukul-mukul pelan dada Dave.
Membuat Dave berpikir dan terdiam.
''Chelsea aku mohon jangan seperti ini.'' Dave mencoba menenangkan Chelsea.
''Dave aku yang memohon padamu tolong jangan mencampakkan ku seperti ini.'' Chelsea memeluk tubuh Dave.
"Aku harus apa sekarang.. Aku benar-benar tidak tega sekarang, aku memang brengsek aku sudah menghancurkan Chelsea tapi bagaimana dengan Zee. Zee aku harus bagaimana sekarang..'' Dave mencaci dirinya sendiri, yang menyesali perbuatan nya dulu terhadap Chelsea. Dave adalah orang pertama yang merebut kehormatan Chelsea atas nama cinta.
"Chelsea maafkan aku, aku mohon maafkan aku. Tapi sekarang ku sudh menjalin hubungan dengan wanita lain bahkan kami akan segera menikah." Ucap Dave pelan sambil melepas pelukan Chelsea pada nya.
"Dave kamu tega, kamu kejam.. Bagaimana kamu bisa sejahat ini pada ku. Aku harus bagaimana Dave?.." Chelsea menangis lagi.
"Apakah kamu juga sudah tidur dengan wanita itu?" Chelsea menatap lekat mata Dave.
"Chelsea jaga bicara mu, Zee bukan wnita seperti itu." jawab Dave tak terima.
"Maksud kamu apa Dave, maksud kamu aku bukan wanita baik-baik. Maksud kamu aku yang sudah membuat mu untuk tidur dengan ku." Chelsea tak terima dengan ucapan Dave.
"Tidak, bukan seperti itu Chelsea.. Maaf bukan itu maksud ku, ku tau aku salah, maafkan ku Chelsea..." Ucap Dave luluh.
"Dave kamu sadar nggak kalau memang kamu sangat mencintai wanita itu kamu pasti akan berbuat yang sama pada nya seperti kamu lakukan pada ku dulu. Atau mungkin kamu hanya menjadikan wanita itu pelarian mu saja Dave. Dave percaya lah kamu tidk begitu mencintainya seperti kamu mencintai ku." Chelsea mencoba menyakinkan Dave.
Dave hanya diam, entahlah apa yang ada dalam pikiran Dave saat ini yang jelas Dave tidak tau harus berbuat apa sekarang.
Hai..
Maaf ya kalau selama ini aku tidak melanjutkan tulisan ku, karna memang kehidupan real ku yang membuat ku terpaksa berhenti sementara waktu..
Maaf juga kalau ada tulisan yang masih berantakan atau typo.
__ADS_1
Terimakasih untuk kesetian kalian semua, aku harap kalian masih terus mendukung aku dan cerita ku ya..
Salam sayang selalu...