KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 55


__ADS_3

Setelah dua minggu berlalu mama Dave sudah kembali lagi ke kota tempat tinggal nya karena menurutnya tak baik lama-lama meninggalkan laki-laki seorang diri.


Beribu petuah yang di berikan untuk Dave dan Zee oleh mama Dave membuat mereka menjadi lebih mantap memantapkan hati mereka masing-masing.


Tak lupa juga petuah untuk pasangan yang baru Sari dan Kelvin.


Tapi karena telpon dari papa Dave mengharuskan Dave kembali ke kota kelahiran nya di mana kedua orang tua nya menetap selama ini, Kalimantan.


''Beneran kamu nggak ikut sayang?'' Dave masih terus menyakinkan Zee agar ikut kembali ke kota asalnya.


''Maaf mas bukannya aku nggak mau ikut tapi ibu juga lagi sakit, mas lihat sendiri kan.. Kalau aku pergi siapa yang jagain ibu, Sari kan harus kerja bantu Kelvin.'' Ucap Zee penuh penyesalan.


Kondisi Bi Ratih yang mulai sakit-sakitan mengharuskan Zee harus dua puluh empat jam selalu mengawasi Bi Ratih. Karena memang selama ini Bi Ratih mengidap penyakit lambung kronis tanpa ia sadari.


''Ya sudah kamu jagain ibu ya, ingat jangan nakal ya.. Aku nggak lama kok.'' Dave membelai pucuk kepala Zee dengan sayang.


Biar bagaimana pun selama ini Bi Ratih lah yang menjaga dan melindungi Zee jadi sudah seharusnya Zee membalas semua kebaikan Bi Ratih.


''Bu maaf ya aku tinggal sebentar, kalau bukan karena papa yang ingin memindahkan perusahaan nya ke kota ini mungkin aku sudah menikah dengan Zee. Tolong jagain Zee ya bu, tolong tetaplah sehat terus ya bu..'' Dave mencium telapak tangan Bi Ratih.


''Ya nak, aamiin.. Kamu juga sehat-sehat ya, salam untuk orang tua mu. Maaf ya karena ibu Zee jadi nggak bisa nemenin kamu.'' Bi Ratih tertatih mengucap kata pada Dave. Sakit yang di derita nya harus ia lupakan demi melihat ketidak khawatiran dari orang-orang yang ia sayangi.


''Iya bu.'' Jawab Dave.


Zee mengantar Dave hanya batas pintu, karena jika ia ikut mengantar ke bandara Bi Ratih sendiri di rumah. Kelvin dan Sari harus bekerja di kantor pusat menggantikkan Dave.


Karena memang keberangkatan Dave kali ini butuh waktu lama, tidak mudah untuk memindahkan satu perusahaan ke kota lain.

__ADS_1


Rencana nya papa Dave ingin Dave mengurus perusahaan nya, tapi karena Dave juga tidak bisa meninggalkan perusahaan nya sendiri dan juga berhubungan jauh dengan kekasih hati nya jadi ke dua orang tua nya meminta Dave mengurus pemindahan kantor pusat perusahaan agar Dave lebih mudah mengurusnya.


Karena memang mereka semua sudah lama merencakan semua nya jika nanti Dave akan menikah.


Mereka juga akan tinggal di Jakarta.


''Hati-hati ya mas.. Jangan lupa terus hubungi aku ya..'' Zee memeluk erat Dave, karena ia tau mereka tidak akan bertemu dalam waktu dekat.


''Kamu juga ya, tolong jaga diri dan hati ya..'' Dave mengeratkan pelukan Zee dalam pelukan nya.


Dave melepas pelukan mereka dan mencium lembut bibir Zee dengan sayang.


Dave seakan tak mau melepas kan diri lagi dengan Zee.


Tring.. Tring.. Tring..


''.......''


''Iya, Dave baru mau berangkat ke bandara. Nanti kalau udah sampai Dave pasti telepon mama ya..'' Ucap Dave.


''.......''


''Hm.. Bye..'' Jawab Dave.


Dave menutup telepon nya dan kembali memeluk erat tubuh Zee.


''Ada salam dari mama, kamu jaga diri ya..'' Dave berbisik di telinga Zee, Dave membelai pipi Zee bersiap ingin mencium bibir Zee kembali.

__ADS_1


Tring.. Tring.. Tring..


''Apa..'' Dave menjawab ketus telepon dari Kelvin, karena Kelvin sudah mengganggu adegan romantis mereka.


''......''


''Iya, gue berangkat sekarang dasar emak-emak komplek loe.'' Dave langsung mematikan telepon nya.


''Jangan suka marah-marah mas ntar ganteng nya hilanh loh..'' Zee menggoda Dave dengan gemas hingga menunjukkan deretan gigi putih nya pada Dave.


''Ih.. gemes deh, jadi nggak mau berangkat nih.'' Dave memelas memeluk Zee.


''Mas nggak boleh gitu, semakin cepat mas selesaikan urusan perusahaan papa semakin cepat juga kita bisa ketemu lagi.'' Zee menepuk oelan lengan kekar Dave.


''Janji ya jangan nakal..'' Dave mencium sekilas bibir Zee.


''Iya, mas juga jangan nakal ya..'' Jawab Zee.


''Pasti dong sayang, aku berangkat ya. Dah..'' Zee dengan cepat mencium pipi kanan Dave malu-malu membuat Dave melebarkan senyuman nya selebar daun kelor.


________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Salam kenal dari ai..


HAPPY READING ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2