
***
Zee masih terbiasa memanggil Dave dengan sebutan 'mas', sikap Dave yang tak menentu kadang lembut kadang dingin membuat Zee semakin serba salah.
Jika bekerja dengan Kelvin Zee bisa fokus dengan sendiri nya, tapi tidak dengan Dave.
Seperti hari ini contoh nya sudah dua hari Zee bekerja dengan Dave tapi Dave tetap dingin.
''Bacakan jadwal saya hari ini?'' Titah Dave tanpa menoleh ke Zee.
''Baik Pak, hari ini anda harus menanda tangani berkas-berkas dari semua anak cabang. Jam 12 anda akan menghadiri makan siang dengan kolega baru yang akan berkerja sama dengan perusahaan cabang di Bandung. Lusa anda akan mengecek lokasi rencana pembangunan di kota Palembang.'' jelas Zee rinci tanpa kurang sedikitnpun.
''Baiklah kumpulkan semua berkas yang harus saya tanda tangani di meja saya, nanti siang kamu ikut saya ketemu kolega itu.'' Zee hanya bisa menghembuskan napas nya pelan mendengar perkataan Dave.
Setelah beberapa berkas di tanda tanganin tidak terasa jam sudah menunjukkan jam sebelas lewat.
Zee pun dengan telaten mengingatkan Dave tentang acara makan siang yang akan mereka temui.
Dave dan Zee sama-sama duduk di belakang mobil di supiri oleh supir kantor Dave.
Dave yang tiba-tiba menyenderkan kepala nya di atas bahu Zee membuat Zee mematung kaget.
''Biarlah sebentar seperti ini, gue capek.'' Dave memejam kan matanya tenang di atas bahu Zee.
Zee yang mendapat tingkah mendadak dari Dave membuat jantung nya berdebar kencang.
Ingin rasanya Zee curi pandang melihat wajah lelah Dave namun seketika langkah nyali Zee menciut.
__ADS_1
Zee hanya berusaha menahan gejolak di dada nya berharap Dave tak mendengar suara keras jantung Zee berdetak.
Zee dan Dave sama-sama merasakan ketenangan, seakan mereka saling melepas rindu tanpa ketauan.
Bahkan sudah tiga hari ini Zee tidak menghiraukan bunyi telepon genggam miliknya meski di layar bertulis nama Kelvin sekalipun.
Dengan langkah gontai namun pasti Dave dan Zee sudah sampai di meja yang sudah di pesan atas nama Davendra Utama.
Dave pun bersalaman dengan kolega nya Pak Aditomo.
Sekitar satu jam lebih mereka berbincang tentang kerja sama yang akan mereka lakukan di Bandung.
Pak Aditomo merasa puas dengan struktuk susunan perencanaan yang di buat Dave.
''Semoga kita bisa secepat nya melakukan kerjasama ini Tuan Davendra.'' Ucap Pak Aditomo bersalaman dengan Dave.
''Baiklah kalau begitu saya permisi tuan, saya tunggu kabar baik dari tuan Davendra.'' Dave hanya tersenyum menganggukkan kepala nya.
Zee yang sudah mencatat perincian apa saja yang di bahas antara Pak Aditomo dan Dave, segera merapikan catatan nya dan bersiap keluar dari restoran.
''Tunggu lah sebentar, kita bisa makan siang berdua kan. Saya masih lapar.'' Dave kembali duduk di kursi nya, melihat Dave yang langsung duduk Zee pun
kembali duduk di kursi nya
''Pak Dave masih mau pesan sesuatu?'' Tanya Zee.
Dave langsung melihat lekat ke wajah Zee dan tersenyum.
__ADS_1
''Kemana kata-kata 'mas' elo itu? Bukankah sudah gue bilang kalau kita lagi berdua jangan panggil gue Bapak.'' ketus Dave.
''Bapak juga masih manggil 'gue elo' ke saya.'' Zee yang sedikit kaget karena pernyataan dari mulut nya sendiri menundukkan kepala nya malu.
''Jadi sekarang kita kayak dulu.'' Dave sedikit memajukan wajah nya ke wajah Zee.
Melihat Zee malah semakin menunduk karena perkataan Dave membuat Dave memegang dagu Zee lembut dan mengangkat wajah Zee searah dengan wajah nya.
Zee yang langsung menatap dalam mata Dave menjadi merona.
Melihat merah pipi di wajah Zee membuat Dave mengelus lembut pipi Zee.
Zee semakin malu di buat Dave.
''Makanlah.. Kamu juga belum makan siang kan?'' Dave mendekatkan piring Zee ke dekat Zee.
Hanya senyum yang mengiringi makan siang mereka berdua sesekali mereka saling melirik dan tersipu.
Mereka pun kembali ke kantor setelah makan siang bersama. Tanpa ada pembahasan lebih mereka meneruskan pekerjaan mereka masing-masing.
''Zee.. Bisa kah kamu ikut ke rumah ku pulang kerja ini. Aku ingin memakan masakan mu.'' pinta Dave lembut pada Zee.
''Iya mas.'' senyum Zee tak lepas dari pipi nya.
_________________
HAPPY READING ♥️♥️♥️
__ADS_1