KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 43


__ADS_3

Zee masih kesal karena ulah Dave yang membuat nya terbang ke nirwana, sesekali Dave mencuri pandang ke arah wajah Zee yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.


Dave menerima telepon kalau satu jam lagi Pak Adi akan sampai di kantornya. Dave meminta Zee untuk bersiap-siap dan masih tetap menggoda Zee.


Dave memperhatikan bekas kissmark yang di buatnya di leher Zee, Dave semakin ingin mencumbu Zee tapi Dave masih bisa menahan nya karena sebentar lagi mereka akan rapat.


Dave berencana mengatakan pada Zee bekas merah di leher Zee namun sebelum Dave mengatakan nya Kelvin langsung masuk begitu saja di ikuti Sari di belakang nya tanpa Kelvin mengetuk pintu lagi.


''Sial.. Kalian mau ngapain?'' Ketus Kelvin yang langsung di suguhkan pemandangan Dave yang berada tepat di hadapan Zee.


Kalau di lihat dari posisi Kelvin yang di belakangi Dave dan Zee seperti mereka sedang berciuman, menurut Kelvin.


Zee dan Dave terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Kelvin dan Sari yang mengekor di belakang Kelvin.


Secara bersamaan Zee dan Dave langsung bertatap muka dengan Kelvin dan Sari.


''Loe nggak bisa ketuk pinti lagi.'' Geram Dave langsung duduk di sofa.


Kevin langsung melihat Zee dan fokus ke warna merah di leher Zee.


Kelvin merasa kalah, Zee langsung mendekat dan memeluk Sari. Zee senang kalau Sari datang.


''Loe selangkah lebih maju dari gue.'' Tandas Kelvin langsung duduk berhadapan dengan Dave.


Dave hanya tersenyum mengejek.


Zee mengajak Sari duduk bersama para lelaki yang dihadapan mereka.


''Kalian sedang bercinta?'' Kelvin langsung menatap leher Zee.


Zee dan Sari mengikuti arah pandang mata Kelvin, Zee langsung meraba tak mengerti leher nya sedangkan Sari langsung menutup mulut nya seketika melihat jejak merah di leher Zee dan langsung menatap mata Zee senang.


''Zee.. Kamu..?'' Sari senang tapi sedikit bingung dengan tingkah seakan ia tak menyadari tanda kissmark di lehernya.


''Apa'' Ucap Zee pelan semakin tak mengerti pada Sari.

__ADS_1


''Zee, leher kamu ada tanda merah nya. Pak Dave mencumbu mu ya..'' Goda Sari berbisik di telinga Zee yang membuat Zee langsung menutupi lehernya dengan kedua tangan nya. Dan menatap tajam ke arah Dave yang sejak tadi menahan tawa nya.


''Mas..'' Geram Zee sebelum berdiri dan langsung mengambil kaca di meja kerja nya.


Zee terkejut dan merasa malu karena perbuatan Dave pada nya, karena memang ini pertama buat Zee.


Zee tidak tau jika cumbuan Dave bisa meninggalkan bekas di lehernya.


Sari yang mengikuti langkah Zee terus berbisik menggoda Zee yang semakin membuat Zee malu.


''Pakai ini Zee untuk nutupin bekas merah nya, tiga puluh menit lagi kita rapat. Sini biar aku bantu.'' Sari mengeluarkan pondation dan concealer dari dalam tas nya dan mengambil bedak yang di tangan Zee yang hendak mengaplikasikan bedak di lehernya.


''Kalau cuma pake bedak doang, nggak akan nutupin. Ini pertama pasti buat kamu kan.. Selamat ya, aku beneran seneng kalau kamu seneng.'' Ucap Sari pelan tapi masih bisa di dengar ke dua makhluk laki-laki yang berada di ruangan itu.


Sari dengan telaten membantu Zee, setidak bekas merah itu tidak terlalu terlihat.


Dave dan Kelvin saling pandang mendengar ucapan pelan yang di lontarkan Sari, meski pelan tapi tetap mereka dengar.


Tanpa ada ekspresi Dave hanya mengedipkan sebelah matanya menggoda Kelvin.


Dave mendekati Zee dengan senyum tak berdosanya yang mendapat tatapan tajam dari sang dambaan hatinya.


''Maaf..'' Dave sedikit mendekatkan wajahnya ke samping pipi Zee.


''Awas ya mas, lihat aja ntar..'' Ancam Zee menjauh dari Dave dan langsung menarik tangan Sari ke luar dari ruang kerja Dave.


Sari hanya bisa senyum-senyum melihat kedekatan sepasang makhluk yang sedang jatuh hati itu.


Sedangkan Kelvin seolah-olah tak melihat.


''Loe mau rapat sendiri di sini?'' Dave melirik ke arah Kelvin dan bergegas menyusul pujaan hatinya.


''Sial.'' Umpat Kelvin menyusul Dave dan yang lain.


Rapat pun di mulai di ruang sebelah, ruangan khusus yang di buat untuk mengadakan pertemuan antara karyawan dan rekan bisnis.

__ADS_1


''Bagaimana Pak Dave?'' Tanya Pak Windu sekretaris Pak Aditomo setelah menjelaskan rincian-rincian tentang kerja sama yang akan mereka lakukan.


''Baiklah Pak Wisnu, Pak Aditomo saya menerima tawaran kerja sama yang di ajukkan oleh perusahaan anda. Dan untuk rencana pengecekan pembangunan cabang kita di Bandung saya akan mengkonfirmasi kan ke sekretaris Pak Aditomo nanti langsung, karena saya juga harus mengecek jadwal saya. Jika memang saya tidak bisa hadir maka Pak Kelvin yang akan mewakili saya mengecek pembangunan cabang kita di Bandung.'' Dave menjelaskan secara rinci dan jelas tanpa kurang salah satu pun.


''Tidak masalah Pak Davendra Utama. Senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Bapak.'' Pak Aditomo mengulurkan tangan nya dan mereka pun saling berjabat tangan.


Pak Aditomo dan sekretarisnya pun meninggalkan Dave dan yang lain di ruang rapat.


Mereka masih sibuk mengecek jadwal mereka masing-masing.


''Bagaimana?..'' Dave bertanya pada Kelvin tapi semua mata melihat nya.


''Entahlah, kapan rencana pengecekannya?'' Kelvin balik bertanya.


''Zee bagaimana jadwal aku untuk satu minggu kedepan?'' Dave melihat ke arah Zee yang berada di sampingnya.


''Besok mas ada rapat dengan staf kepala cabang, lusa mas harus nandatangani beberapa berkas, besok lusa nya mas harus menghadiri acara undangan dari group SINARTA. Untuk hari jum'at jadwak mas sedikit lenggang.'' Zee fokus dengan catatan jadwal Dave di tangan nya.


''Pak Kelvin untuk beberapa hari ini harus fokus menyelesaikan beberapa dokumen yang belum Bapak selesaikan.'' Ucap Sari yang melihat Kelvin menatap matanya seolah bertanya apa jadwalnya.


''Baiklah kalau begitu lebih baik aku sendiri yang pergi kesana untuk beberapa hari nanti. Zee jangan lupa kamu temeni aku ya hari jum'at kita berangkat mungkin minggu pagi atau minggu sore kita pulang. Gimana?'' Dave berharap Zee mengikuti kemauan nya itu.


''Apa aku harus ikut mas?'' Zee sedikit ragu pasalnya ini pertama kalinya dia kerja ke luar kota menginap pula.


''Kamu kan sekretaris aku Zee, selain nemeni aku kamu juga harus nyiapan semua keperluan aku di sana.'' Goda Dave tanpa tau malu.


''Cih..'' keluh Kelvin iri.


''Zee aku mau sesuatu sama kamu, penting.'' Kelvin langsung mematahkan gombalan Dave.


____________


Terima kasih ya buat dukungan ya..


Jangan lupa tinggalkan jejak, hadiah, dan vote nya 🤭

__ADS_1


HAPPY READING ♥️♥️♥️


__ADS_2