KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 48


__ADS_3

Jika cinta tau kemana tempat nya singgah mungkin kah takdir malu jika kita harus berpisah.


Sedangkan waktu seolah bermain dalam diamnya kerinduan. Aku memilihmu karena kamu menjadikan dirimu pantas tuk ku raih.


Jika hanya dengan berjabat tangan membuktikan kamu milikku maka jangan pernah lepaskan genggaman tangan ku.


Aku mencintai mu tanpa alasan maka terima lah aku tanpa syarat. Izinkan kita selalu melangkah dalam tenang dan deras nya ombak.


_______________


Zee memeluk Bi Ratih dan Sari bergantian sebagai tanda ucap terima kasih dan sebagai tanda bahwa ia menjadi wanita yang paling beruntung.


''Selamat untuk kalian berdua.'' Kelvin memecah suasana haru.


''Dan maaf gue harus balik.'' Kelvin menepuk pundak Dave dan tersenyum pada Zee.


''Loe mau kemana, jangan ngerusak suasana Kelvin.'' Ucap Dave dengan tegas melihat Kelvin yang melangkahkan kaki nya menjauh.


*****


Sebelum Zee dan Dave datang saat Sari dan Kelvin masih berdua di halaman rumah. Kelvin bertanya pada Sari.


''Apa kedatangan ku mengganggu mu?'' Tanya Kelvin.


''Apa kamu masih bertanya, gue rasa loe tau jawaban nya.'' Sari yang memang masih kesal dengan perlakuan Kelvin tadi siang masih menyimpan dendam dengan Kelvin.


''Baiklah.'' Sari tak mengerti dengan jawaban Kelvin. Ketika ia hendak bertanya Zee dan Dave telah datang.


***


''Kelvin, apakah aku dan Dave ada salah? Aku mohon tinggalah lebih lama bersama kami di sini.'' Sekarang giliran Zee yang meminta Kelvin jangan pergi.

__ADS_1


''Tenanglah Zee kalian, kamu dan Dave tidak ada salah apapun. Ini murni semua kesalahan aku.'' Jawab Kelvin tapi tatapan mata nya menatap Sari. Sari hanya diam melihat Kelvin dan Zee.


''Tinggallah lebih lama.'' Sari yang diam dari tadi akhirnya membuka suaranya. Ia tau Kelvin pasti ingin pergi karena dia.


Dave yang mendengar ucapan Sari akhirnya mengerti apa yang sedang terjadi. Semua ini karena perasaan.


Dave merangkul pundak Kelvin dan membawa nya kembali ke meja makan yang sudah di persiapkan


''Kau harus berusaha lebih keras, seperti dia wanita yang sedikit keras. Tenanglah gue pasti bantu loe.'' Dave berbisik tepat di telinga Kelvin agar tak ada satu pun yang mendengar.


Makan malam romantis ala keluarga yang di adakan Dave pun berjalan dengan nikmat. Tak banyak kata yang terucap dari bibir Sari, ia hanya berbicara seadanya.


''Tuan Dave..'' Ucapan Bi Ratih terpotong karena Dave dengan cepat membalas ucapan Bi Ratih.


''Bu, aku mohon jangan panggil 'Tuan' lagi. Tolong panggil saja aku dengan nama ku bu.'' Dave dengan cepat memotong ucapan Bi Ratih.


''Baiklah.. Ibu ngerti kok, makasih ya nak Dave karena selama ini kamu sudah menjaga Zee. Ibu mohon tolong jaga Zee sampai kapanpun dan jangan pernah tinggalkan Zee.'' Bi Ratih serius dalam setiap perkataan nya tapi tetap senyum terpancar di wajah nya.


''Maaf Bu sebelum nya kalau awal pertemuan kita dulu terkesan buruk.'' Bi Ratih hanya membalas dengan senyuman hangat untuk semua pernyataan Dave.


''Tolong izinkan kami ke jenjang yang lebih serius bu.'' Dave benar-benar ingin menjadikan Zee milik nya secepat mungkin.


''Itu semua tergantung pada Zee nak, apa pun yang menjadi keputusan Zee pasti ibu akan selalu mendukungnya.'' Ucap Bi Ratih terharu.


''Terima kasih bu.'' Dave merasa senang.


Cukup lama mereka berbincang-bincang Bi Ratih pun pamit untuk istirahat karena memang malam seperti nya cepat sekali berlalu.


Tinggallah mereka berempat di halaman rumah sekarang. Dave menjalankan misi nya untuk kejutan kedua yang hanya ia tau.


Dave pun berdiri dari bangku nya.

__ADS_1


''Oke ladies and gentlemen.. Kita mulai permainan kita yang sebenarnya.'' Ucap Dave.


''waktu nya dansa..'' Dave menjulurkan tangan nya ke arah Zee yang langsung di gapai oleh Zee.


''Bagaimana jika kalian ikut berdansa dengan kami. Setidak nya hargai lah sedikit saja kami di sini.'' Dave sengaja memancing suasana.


Dave pun segera menghidupkan sebuah lagu romantis yang menambah suasana semakin dramatis.


''Ayolah Sari..'' Zee sedikit menggoda Sari dengan kedipan sebekah matanya.


''Pura-pura lah.'' Sari mendekati Kelvin sedikit mengecilkan suaranya yang hanya bisa di dengar Kelvin.


''Mainkan permainan mu.'' Tak ada ekspresi apapun yang bisa tersirat di wajah Kelvin.


Dave semakin menghimpit tubuh Zee tangan nya memeluk erat pinggang Zee mendekatkan wajah mereka berdua.


Zee dan Dave bergerak teratur mengikuti irama lagu. Musik romantis, malam yang dingin, dan cinta yang hangat semakin menambah aliran darah yang bergejolak.


Mereka berbincang dalam bisik, Dave selalu memuji Zee dan menggoda Zee.


Kelvin dan Sari pun menikmati alunan lagu dengan gerakan lembut, mereka terbawa suasana malam.


Setidak nya Sari tidak memandang Kelvin dengan tajam meski sedikit menjaga jarak, pikir Kelvin.


Mereka benar-benar seperti pasangan pengantin baru. Dalam malam yang semakin gelap mereka menikmati setiap detik yang berlalu.


_____________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Buat remahan reginang hancur kayak ai ini 🤣😂🤭

__ADS_1


HAPPY READING ♥️♥️♥️


__ADS_2