
***
Setelah memikir kan perkataan Dave akhirnya Kelvin mengizinkan Zee bekerja di kantor Dave.
Zee yang mendapat kabar pagi itu juga di buat bingung sendiri, tapi dengan sigap Kelvin menjelaskan pada Zee dan tidak lupa Kelvin mengantar Zee ke kantor Dave.
Dave yang melihat kalau Kelvin sendiri yang mengantar Zee sedikit cemburu tapi di sisi lain Dave merasa menang jika Kelvin mengantar Zee berarti Kelvin mengizinkan Zee bekerja untuk nya.
''Hai Dave..'' sapa Kelvin memasuki ruang kerja Dave.
''Gue ngizinin Zee kerja dengan loe, gue harap loe cepat nyari pengganti Bella..'' Kelvin mendekati singgasana Dave sementara Zee hanya diam mematung.
''Tolong jaga Zee..'' lirih Kelvin pelan di telinga Dave.
Dave hanya menyunggingkan senyum mendengar perkataan Kelvin.
Tak lama pun Kelvin akhirnya meninggalkan mereka berdua di dalam ruang kerja Dave.
''loe mau kerja atau terus berdiri di situ.'' ketus Dave yang melihat Zee seakan tak terima.
''Maaf mas eh maksud saya Pak, kenapa Bapak meminta saya kerja di kantor Bapak?'' Zee berusaha memastikan kebenaran nya dari mulut Dave sendiri.
''Gue nggak pernah minta loe kerja sama gue, gue malah minta Sari yang jadi sekretaris gue sekalian biar gue bisa deket-deket sama Sari.'' Senyum Dave seakan menjelaskan ketertarikan nya dengan Sari.
__ADS_1
''Tapi karena Sari bukan sekretaris jadi Kelvin yang mencalonkan loe jadi sekretaris gue.'' jelas Dave menambahkan.
''Pak Kelvin??'' Lirih Zee.
''Sudah lah loe bisa tanya dengan Kelvin atau Sari ntar, mulai sekarang loe kerja sama gue. Itu meja loe.'' tunjuk Dave menunjuk meja yang ada di samping dekat singgasana nya.
Zee yang sedikit bingung kenapa bisa meja sekretaris bisa satu ruangan dengan meja pimpinan.
Akhirnya Zee pun mengambil alih tempat nya.
Dave yang melihat Zee mengikuti apa yang ia perintahkan merasa di angin.
Dave memang bersiasat memindah kan meja sekretaris ke dalam ruangan nya agar ia bisa leluasa melihat wajah cantik Zee yang selama ini selalu hadir di benak nya.
''Maaf Pak apa yang harus saya kerjakan?'' Zee memberanikan diri mendekati meja Dave.
Zee yang melihat keseriusan Dave dalam bekerja merasa aneh sendiri apalagi saat Dave yang memanggil nya dengan kata 'aku kamu'.
Zee kembali ke meja nya dan berusaha mempelajari semua dokumen dan jadwal kerja Dave.
Tak tersadar Zee terpaku melihat keseriusan Dave yang tak berkutik dari layar monitor di depan nya.
''Gue tampan kan.'' Dengan percaya diri Dave membuyarkan lamunan Zee yang menatap lekat wajah Dave.
__ADS_1
Dave yang menyadari kalau wajah nya di pandangi oleh seorang wanita cantik memberikan senyum bangga nya.
Zee tersentak mendengar kalimat yang di katakan Dave.
''Loe mau makan siang nggak? Ini udah jam makan siang, gue udah laper. Gue udah mesen makanan buat kita.'' Zee kadang bingung kalau mendengar Dave bicara, kadang lembut kadang kasar.
''Tidak perlu Pak, saya makan di kantin saja.'' Zee menolak ajakan Dave.
''Itu bukan ajakan Zee itu perintah!!'' Ketus Dave yang mendengar penolakan dari Zee.
Mendengar kata 'perintah' membuat Zee sedikit berfikir. Dan terpaksa Zee harus menuruti perkataan Dave.
Mereka menikmati makan siang dalam diam hanya terdengar dentingan sendok yang beradu di ruangan itu.
Zee merasa lega kalau hari ini cepat berlalu, sehari saja bekerja dengan Dave membuat jantung Zee berdegup kencang.
Dave hanya bisa memperhatikan Zee dalam mobil nya, karena Zee menolak tawaran Dave untuk mengantar nya pulang.
Dave sedikit kecewa karena penolakan Zee tapi Dave dengan setia mengikuti Zee bahkan sampai depan rumah Zee.
''Gue pastiin kalau loe bakal datang sendiri ke gue.'' Dave berkata pada dirinya sendiri di dalam mobil yang melihat Zee sudah hilang dari jangkauan nya.
____________
__ADS_1
*** Terus dukung aku ya.. 💪💪💪
HAPPY READING ♥️♥️♥️