
***
Zee langsung pulang ke rumah mencari Sari untuk menjelaskan semua yang terjadi siang tadi.
Tapi yang di dapat Zee hanya ruang kamar mereka yang kosong.
Zee bertanya keberadaan Sari pada bi Ratih tapi bi Ratih hanya bilang Sari pamit pergi keluar ada janji dengan teman.
''apa sari menemui mas Dave?'' Zee bertanya pada diri nya sendiri di dalam kamar mereka.
''harus nya aku menerima ajakan pak Kelvin mungkin aku bisa ketemu Sari, tapi kalau Sari lihat aku datang dengan pak Kelvin, Sari bisa jadi semakin membenci aku.'' Zee terdiam dalam keheningan.
Berulang kali menelpon Sari tapi tidak di angkat, Zee berusaha menelpon Sari lagi tapi hp Sari mati.
Sebegitu benci nya kah Sari pada nya?, Bisakah Sari memaafkan Zee?, Apa yang harus Zee lakukan?..
Pertanyaan yang mencemaskan hati Zee semakin membuat Zee semakin bersalah.
Andai saja Zee punya pilihan.
Zee tak mau hubungan nya dengan Sari renggang.
Keesokan pagi nya Zee masih belum bertemu dengan Sari.
Sari pagi-pagi sekali ke kantor.
Zee pun bergegas ke kantor ia pikir siapa tau Zee bertemu Sari.
Zee memasuki lift menuju ke ruang atas.
Tapi di dalam lift Zee malah bertemu dengan Dave.
__ADS_1
Dave masih acuh pada nya, ingin rasa nya Zee bertanya pada Dave tentang Sari.
''mm.. maaf mas Dave saya boleh nanya nggak?'' Dengan ragu-ragu Zee memulai pembicaraan mereka di dalam lift.
''eh.. maaf maksud saya pak Dave.'' sambung Zee cepat, entah lah sepertinya bibir Zee sudah terbiasa dengan sebutan 'mas' pada Dave.
Dave hanya membalik tubuh nya mengarah ke Zee, yang membuat Zee jadi salah tingkah dan grogi.
''maaf pak Dave saya mau nanya, bapak lihat Sari nggak?'' tanya Zee pelan menundukkan wajah nya ke lantai.
''kalau loe ngomong sama gue lihat mata gue..'' ketus Dave dalam keadaan santai.
Zee perlahan mengangkat wajah nya dan seketika manik mata nya bertemu langsung dengan manik mata Dave.
''mas..'' lirih Zee menahan sesak di dada nya, entah karena rindu atau takut.
Dave yang melihat mata Zee berkaca-kaca pun berpaling melihat ke depan. Dave tak sanggup terlalu lama menatap wanita yang berada berdua dengan nya saat ini.
Jika bukan karena keadaan sudah dipastikan Zee tak akan di lepas nya, Dave menahan gejolak di dalam dada nya yang hendak memeluk Zee sekedar melepas rindu.
Zee diam dalam diam memperhatikan seluruh wajah Dave dari samping seakan menjawab semua keterdiaman nya.
''mas..'' lirih pelan Zee mengulang memanggil nama Dave.
''jangan panggil gue 'mas' gue nggak suka.'' bentak Dave menggenggam erat lengan Zee.
''anggap lah kita tidak saling mengenal, kenapa apa karena waktu itu loe taunya Kelvin yang punya perusahaan ini, karena itu loe nolak gue.'' Dave semakin mengencangkan cengkraman tangan Zee sehingga membuat Zee merintih pelan.
''Dan sekarang lihat lah loe deketi gue lagi karena loe tau siapa gue, loe mau ninggalin Kelvin.'' Dave seperti meluapkan amarah yang di pendam nya setelah tau Zee berhubungan dengan Kelvin.
''gue tau sekarang, loe dulu cuma tukang bersih-bersih, loe godain Kelvin dengan tampang polos loe biar loe sama saudara loe itu di bisa kerja lebih baik kan di sini?''
__ADS_1
''dan ternyata loe salah tangkep mangsa kan..'' ejek Dave dengan wajah yang tak bersahabat.
''nggak usah loe umbar air mata buaya loe sama gue.. nggak mempan ke gue..'' umbar Dave yang melihat Zee sudah meneteskan air mata nya di pipi cantik nya.
''loe itu cuma cewek murahan yang gila harta.. loe itu sama kayak ja*ang-ja*ang di luar sana yang ngejual diri loe dengan tampang sok polos.'' cercah Dave.
Zee tak habis pikir sebegitu buruk kah Dave menilai nya. Sakit yang di cengkram Dave tak sebanding dengan sakit hati nya karena ucapan Dave.
Plak..
Zee melepas paksa tangan nya dari cengkraman Dave dan langsung menampar pipi kokoh lelaki yang sudah terlalu banyak mengoceh buruk tentang nya.
''cukup.. cukup.. mas.. Apa salah nya mas kalau aku gila harta? Aku rasa itu tidak salah.
Aku hanya ingin hidup yang lebih baik, aku juga harus mencukupi kebutuhan ibu, kami cuma orang miskin. Apa salah kalau aku ingin punya banyak uang. Apa mas tau selama ini kami selalu di rendahkan karena kami miskin. Dan satu lagi yang harus mas tau, aku tidak pernah menjual tubuh aku dengan pak Kelvin. Sebegitu burukkah aku di mata mas???'' jleb kata-kata Zee menjadi tombak sendiri di hati Dave.
Zee menghapus kasar air mata di pipi nya dan hendak keluar dari lift.
''Zee..'' tanya Kelvin menggenggam kedua pundak Zee yang hampir bertabrakan dengan Zee di depan pintu lift.
''Ada apa ini?... Zee kamu kenapa?'' tanya Kelvin pada Zee bergantian melirik Zee dan Dave yang masih di dalam lift memegang pipi nya.
Dave yang melihat kedekatan Kelvin pada Zee semakin meradang, Dave pergi dengan segera ke ruang kerja Kelvin.
''Ada apa Zee?..'' tanya Kelvin lembut sembari melihat ke arah sahabat karib nya yang sudah tak nampak di mata nya.
Kelvin memeluk Zee berniat untuk menenangkan Zee.
''upzsh.. maaf mengganggu.'' ....
________________
__ADS_1
*** mohon dukung ai ya cukup like, komentar, dan vote nya. ***
HAPPY READING ♥️♥️♥️