
Part Sari dan Kelvin 3
''Mas, apa Kelvin bisa nakluin hati Sari? Apa kita nggak terlalu ikut campur?'' Tanya Zee pada Dave, mereka kini berada di rumah Bi Ratih semenjak mereka menjadi sepasang kekasih Dave memang lebih sering menghabiskan waktu dengan Zee di rumah Bi Ratih
''Kita kan memang nggak ikut campur, sayang. Kita cuma kasih mereka waktu berdua soal mereka bisa saling menerima semua itu keputusan mereka. Sebagai laki-laki Kelvin memang harus lebih ekstra untuk mendapatkan hati kekasihnya. Seperti aku..'' Dave memeluk Zee dari belakang.
''Memang nya mas ngapain? Bukankah mas nggak berbuat apa-apa untuk aku. Bahkan mas mau jadiin Sari istri kemarin.'' Zee menjadi jengkel sendiri mengingat saat Dave meminta Sari menjadi iastri nya.
''He..he.. itu kamu aja yang bego. Dulu kan aku bersekongkol dengan Sari.'' Dave mencium pipi Zee dari belakang.
''Mas. Maksud mas apa?.'' Zee menepuk pelan lengan kekar Dave.
''Dulu aku sengaja nemuin Sari di belakang kamu dan Kelvin, aku nggak percaya kalau kamu nerima begitu saja Kelvin sebagai kekasih kamu. Sari yang memberi ide itu ke aku. Jadi semua yang terjadi itu semua udah kami rencanakan, semuanya. Sari bilang kalau kamu itu cinta mati sama aku.'' Dave semakin memeluk erat Zee.
''Begitu pun dengan aku, aku cinta cinta beneran cinta mati dengan kamu, Zee. Maaf jika cara aku salah tapi dengan begitu aku tau kalau kita sama-sama saling mencintai'' Dave membalikkan tubuh Zee.
''Kamu mau kan secepatnya bertemu dengan orang tua aku?'' Dave memeluk Zee erat, berbisik tepat di telinga Zee.
''Terima kasih mas.. Insyaallah mas..'' Jawab Zee membalas pelukan Dave.
_____________
Di sisi lain Kelvin dan Sari yang telah berada di dalam kamar hotel sedang berdebat. Sari marah karena Kelvin hanya memesan satu kamar hotel berarti mereka harus tidur dalam satu kamar.
Sari yang tak terima langsung menghujani Kelvin dengan ocehan-ocehan penolakan, saat Sari ingin keluar dan memesan kembali satu kamar untuk dirinya sendiri. Kelvin langsung berjalan cepat ke arah Sari dan mendorong tubuh Sari merapat ke dinding. Dan menahan nya dengan tubuh Kelvin yang tepat berada di depan Sari dengan tangan Kelvin menahan di dinding.
''Kelvin lepasin aku.'' Sari berontak dalam kungkungan Kelvin.
Jarak yang tak berjarak membuat Sari sulit melepaskan diri dari Kelvin. Bahkan aroma maskulin dan napas berbau mint dari mulut Kelvin dapat Sari rasakan.
__ADS_1
''Sari bisakah kita berdamai, kenapa kamu begitu meragukan aku?'' Kelvin sedikit frustasi dengan penolakan nyata dari Sari.
''Kelvin apakah menurut mu dengan kamu ngelakuin semua ini ke aku, aku kan nerima kamu. Bukankah aku sudah bilang jangan kamu tanya ke aku, tanya lah semua ke dalam hati kamu.'' Sari melihat kekecewaan nampak jelas di mata Kelvin.
''Maksud kamu, cinta aku kan? Sari sudah aku bilang aku salah menilai perasaan aku sendiri ke Zee. Awalnya aku hanya terpesona akan kecantikan Zee, dan jujur saja dulu aku hanya menjadikan Zee wanita cadangan. Zee cantik, baik dan lembut dulu aku di minta orang tua ku untuk menikah tapi karena kekasih ku saat itu menolak aku, aku mengira aku bisa membuka hati untuk Zee. Aku kira itu cinta Sari tapi aku salah mungkin itu cuma rasa sayang ke sahabat, tak lain. Sari aku mohon, jika memang menurutmu aku memang jatuh cinta pada Zee kenapa aku merasa biasa saja saat aku tau bahwa Zee dan Dave menjadi kekasih. Bahkan aku dengan semangatnya membantu Dave memberikan kejutan untuk Zee. Coba kamu pikir, apakah itu cinta saat aku tak merasakan sakit bahkan ketika mereka berciuman di depan ku?'' Kelvin menjelaskan isi hati nya pada Sari.
Sari hanya diam dan mencari kebenaran di mata Kelvin, sayang nya Sari seakan hanya melihat kejujuran di manik kedua mata Kelvin
''Kenapa aku?'' Sari akhirnya berani bertanya Kelvin yang selama ini mengganjal di hati nya.
''Apa kamu tidak menyadari kedekatan kita selama ini, bahkan sebelum Zee datang ke kantor kita. Bukankah kita dulu sangat dekat? Sari aku akui aku memang pria bodoh yang tak mau mengakui perasaan aku sendiri. Kamu pikir kenapa harus kamu yang jadi sekretaris aku, bukankah dulu aku juga tidak ada sekretaris? Kenapa aku tidak bekerja sendiri seperti dulu? Kenapa bukan Aura yang jadi sekretaris aku kalau memang aku butuh sekretaris? Bukankah Aura lebih kompeten menjadi sekretaris aku?.. Tidak bisakah kamu sedikit saja mengerti perasaan aku?'' Kelvin menatap lekat manik mata Sari.
''Sejak kapan kamu mengetahui perasaan kamu ke aku?'' Tanya Sari.
''Sejak ciuman pertama kita.'' Kelvin membelai pipi kanan Sari lembut.
''Aku kira itu cuma ciuman emosi tapi ternyata bahkan sampai sekarang aku tidak bisa melupakan ciuman itu. Bahkan aku selalu ingin mencium bibir manis mu ini.'' Kelvin mengusap pelan ujung bibir Sari dengan jari jempol nya.
''Aku..'' Sari menjeda ucapan nya.
''Aku tidak tau Kelvin.'' Sari menundukkan kepala nya meragu.
''Sari aku serius, aku tidak akan memaksa kamu lagi. Lihat lah kedalam mata ku ini jika memang menurut mu tidak ada cinta untuk mu kamu bisa menolak ku. Dan aku berjanji aku tak akan pernah mengganggu mu lagi, aku akan menjauhi mu.'' Kepala Kelvin tertunduk lemas dan langsung menatap lekat pada Sari.
''Kelvin..'' Ucap Sari terpotong.
''Lihat lah Sari, dan aku pasti akan menepati janji ku.'' Kelvin merangkul dagu Sari agar bisa melihat ke dalam mata Kelvin.
Cukup lama Sari terus menatap mata Kelvin, Sari sibuk sendiri dengan hati nya berbicara dalam hati, bertanya dan menjawab sendiri dalam hatinya.
__ADS_1
Jujur saja Sari sangat bingung saat ini.
Mata Kelvin benar-benar membuat hatinya teduh.
Tanpa terasa air mata jatuh ke pipi manis Sari.
''Sudah lah aku tak perlu memaksa mu lagi. Aku sudah tau apa jawaban mu.'' Kelvin menurunkan kedua tangan nya kecewa ketika ia melihat Sari menangis.
''Kamu tidurlah di sini, aku bisa tidur di tempat lain.'' Kelvin membalikkan badan nya hendak meninggalkan Sari sendiri di kamar hotel.
''Kelvin jangan pergi, aku mohon.'' Sari langsung memeluk Kelvin dari belakang ketika ia menyadari Kelvin menjauhi nya.
''Aku mencintai mu, bahkan dari dulu sejak pertama kita bertemu. Jangan tinggalkan aku. Aku percaya Kelvin, aku sungguh percaya, aku minta maaf, maaf telah meragukan mu. Maafkan aku...'' Sari terisak di punggung Kelvin mengakui perasaan nya selama ini yang ia simpan sendiri.
Kelvin langsung membalik badan nya menghadap Sari, tersenyum dan menganggukkan kepala nya cepat.
''Terima kasih, terima kasih Sari.'' Ucap Kelvin bahagia.
Kelvin langsung membawa Sari ke dalam pelukan nya, memeluk erat Sari seolah ada yang akan menjauhkan mereka.
Kelvin mendekatkan bibirnya ke bibir Sari, merapatkan bibir nya di atas bibir Sari, mencium lembut bibir Sari.
Kelvin dan Sari menikmati ciuman mereka bahagia.
_______________
Terima kasih untuk semua dukungannya..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..
__ADS_1
Saran dan kritik yang membangun sangat di harapkan.
HAPPY READING ♥️♥️♥️