KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 34


__ADS_3

***


Dave uring-uringan menunggu Kelvin di ruang kerja. Dave masih jelas mengingat air mata yang jatuh di pipi Zee, entah karena merasa bersalah atau hanya karena bosan.


Kelvin masuk ke ruang kerja nya bersama Zee dan Sari. Zee mengejar Sari di depan lift namun di tahan Kelvin.


Sari mengikuti Kelvin karena memang perintah Dave yang ingin bertemu dengan Sari.


Zee sekali-kali melirik ke arah Sari yang tak membalas lirikan Zee.


Banyak kata yang ingin di ucapkan Zee namun sial nya takdir seakan tak mengizinkan mereka bertemu meski mereka tinggal serumah dan kerja sekantor.


Mereka bertiga pun duduk di depan Dave.


Kelvin yang melihat penuh tanya ke arah Dave hanya diam melihat Zee dan Dave bergantian.


Kelvin penasaran apa yang terjadi antara mereka karena Zee benar-benar tak menjawab pertanyaan nya.


''kenapa kalian lama sekali.'' ketus Dave melihat Kelvin.


''sudah lah bro yang penting kami sudah datang.'' jawab Kelvin mengesampingkan kegundahan nya.


''bukan kah gue cuma nyuruh loe bawa Sari, ngapain loe bawa pacar loe ke sini??'' ucap Dave yang masih menatap tak suka pada Kelvin karena genggaman tangan Kelvin erat pada Zee.


''ya sudah kalau gitu kami akan keluar.'' jawab Kelvin mengalah karena ia yakin Dave tidak dalam keadaan baik.


''sudah lah, duduk saja kalian. Sari kemari lah..'' pinta Dave pada Sari sembari menepuk-nepuk paha nya agar Sari duduk di pangkuan nya.


Tanpa rasa bersalah Sari melenggang ke arah Dave dan dengan pasti duduk di pangkuan Dave dengan kedua tangan nya melingkar di leher Dave.


''Sari..'' lirih Zee terkejut melihat perilaku Sari yang di luar nalar nya.


Zee masih menatap tajam tepat ke dalam manik mata Dave.


''bagaimana Kelvin apakah kami cocok?'' tanya Dave sambil mengelus pipi kanan Sari dengan lembut.


''Dave, ini kantor..'' Ucap Kelvin mengingatkan Dave.

__ADS_1


''kenapa..? bukan kah kita sering melakukan di kantor. Sekarang gue sangat menginginkan nya.'' ucap Dave mengesampingkan beberapa helai rambut Sari hingga memperlihatkan leher jenjang Sari.


''lihat.. dia wanita yang cantik kan?'' tanya Dave menunjuk Sari.


''Sari turun.'' teriak Zee berdiri yang tak tahan melihat pertunjukkan di depan nya.


Kelvin yang melihat kemarahan Zee untuk pertama kali hanya terkesima terkejut memperhatikan wajah Zee yang murka dari duduk nya.


Zee bergegas berjalan ke arah Sari dan Dave Zee menarik paksa tangan Sari dari leher Dave. Karena penolakkan dari Sari, Sari berdiri dari paha Dave menarik tangan nya secara paksa membuat Zee terjatuh tepat di kedua paha Dave.


Dave dengan sigap meraih punggung Zee yang hampir jatuh membuat wajah mereka bertemu tanpa jarak.


Cukup lama mereka terdiam dalam posisi saat ini seakan mereka terhipnotis dengan tatapan mereka masing-masing.


Sari dan Kelvin yang juga menyaksikan kedekatan mereka hanya diam terpaku.


Hingga Kelvin tersadar dari keterdiamannya mencoba berdiri meraih tangan Zee.


Dave merasa canggung dengan keadaan mereka setelah melihat Kelvin menarik paksa Zee dari pelukan Dave.


Tak ada obrolan dari ke empat makhluk ciptaan Tuhan yang berbeda jenis itu.


''Maafkan saya pak, saya tidak sengaja.'' ucap Zee memulai obrolan pertama nya.


''saya yang salah pak, saya tidak sengaja menarik tangan Zee terlalu kuat.'' Sari mencoba membela ucapan Zee.


''sudah lah kalian semua tidak salah, lebih baik kalian mulai kerja lagi sekarang.'' pinta Kelvin.


Dave masih sibuk menetralkan degup jantung nya yang seakan ingin copot. Melihat Zee lagi dari dekat membuat jantung Dave tak terkontrol.


''Dave..'' panggil Kelvin setelah kepergian Zee dan Sari.


''loe kenapa?'' tanya Kelvin menepuk pundak kekar Dave.


''ah.. eh.. nggak kok, gue nggak pa-pa. Gue ke kantor dulu.'' ucap Dave terkejut karena tepukkan Kelvin di pundak nya.


Kelvin hanya melihat punggung Dave yang semakin jauh hingga menghilang di balik pintu ruang kerja nya.

__ADS_1


Di sisi lain Zee langsung menarik tangan Sari dan mengajak paksa Sari ke ruang pantry.


''Sari beberapa hari ini kenapa kamu susah sekali di temui?'' tanya Zee langsung setelah mereka sampai di pantry.


Sari pun melepas paksa tangan Zee.


''udh lah Zee gue mau kemana atau gue mau ngapain juga bukan urusan loe.'' ketus Sari geram.


''gue bisa urus diri gue sendiri, loe nggak usah ikut campur.'' sambung Sari tampak tak suka dengan Zee.


''Sari aku mau jelasin semua nya, aku benar-benar bingung. Aku mohon Sari kamu dengerin aku dulu.'' mohon Zee sambil menggenggam erat tangan Sari.


''Aku sama pak Kelvin itu nggak ada apa-apa, aku berani sumpah. Pak Kelvin ngasih aku dua pilihan dan aku terpaksa nerima tawaran pak Kelvin. Please Sari percaya sama aku.'' ucap Zee menahan tangis yang sebentar lagi akan turun di pipi cantik nya.


''Sari aku mohon. Aku benar-benar tidak ada rasa sedikit pun dengan pak Kelvin.'' ucap Zee sambil mengelap air mata yang tak bisa ia tahan lagi.


''maksud kamu apa Zee?'' tanya Sari luluh karena melihat kejujuran di mata Zee.


''Sari aku nggak mungkin khianati kamu, percaya sama aku.'' ucap Zee memelas.


''sebenarnya waktu itu pak Kelvin ngasih aku dua pilihan, waktu acara pertemuan bos besar kita. Aku di minta memilih nerima pak Kelvin sebagai kekasih atau kita berdua harus bekerja seperti dulu lagi. Karena pengangkatan kita di posisi sekarang tanpa sepengetahuan mas Dave eh maksud saya pak Dave.'' jelas Zee jujur pada Sari.


''kalau aku nggak nerima pak Kelvin kita bisa jadi tukang bersih-bersih lagi karena kata pak kelvin, pak Dave tidak menerima karyawan nya yang hanya lulusan SMA, seperti kita.'' Zee menundukkan kepala nya.


''maksud kamu pak Kelvin ngancem kamu kayak itu?'' tanya Sari terkejut dengan penjelasan Zee.


''pak Kelvin nggak ngancem Zee Sari, pak Kelvin hanya ngasih aku dua pilihan itu.'' jawaban polos Zee membuat Sari geram.


''itu sama saja Zee.'' jawab Sari kesal.


''maafin Zee ya Sari, Zee benar-benar bingung saat itu. Zee takut Sari marah pada Zee karena itu aku minta pak Kelvin untuk merahasiakan hubungan kami yang sepihak ini.'' Jawab Zee merasa bersalah.


''pak Kelvin benar-benar brengsek..'' ketus Sari mengepalkan kedua tangan nya.


Tanpa mereka berdua sadari ternyata ada seseorang yang mendengar percakapan mereka di pantry.


______________

__ADS_1


*** ai tetap setia menunggu kalian ngasih like, komen, dan vote nya.. 😅 tolonglah jangan pelit-pelit amat ntar ai nangis nih 🤣 ***


HAPPY READING ♥️♥️♥️


__ADS_2