
''Loe bego Dave, loe emang tolol, brengsek, bajingan..'' Kelvin benar-benar kesal dengan tingkah Dave.
Pantas saja Dave tak menjawab saat Kelvin bertanya apa Dave sudah tak mencintai Chelsea lagi..
''Ada apa Kelvin..?'' Kedatangan Sari yang mendadak mengejutkan Kelvin apalagi Sari mendengar Kelvin mengumpat sial sahabat karibnya itu. Kelvin semakin di buat ling lung akan pertanyaan Sari, apa yang harus Kelvin katakan, haruskah Kelvin jujur pada semuanya..
''Aku harus mulai dari mana, apa aku harus jujur ada mereka semua tapi pasti semua ini akan membuat Zee terluka. Aku tidak snggup jika harus melihat Zee seperti ini, Dave loe emang brengsek..'' ucap Kelvin dalam hati.
''Tidak ada apa-apa Sari, aku cuma kesal kenapa Dave tidak bisa di hubungi.'' Kelvin akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahu mereka dulu sebelum ia memastikan kebenarannya.
''Tidak apa-apa mungkin memang Dave lagi sibuk banget.'' Jawab Sari.
Dengan seluruh kemampuan para dokter bi Ratih akhirnya menyerah, bi Ratih menghembuskan napas nya terakhir kali di pangkuan Zee.
Air mata sudah tak terbendung lagi di pipi Zee. Sakit, hancur, kecewa yang di rasakan Zee saat ini, orang satu-satu nya yang rela menjaga dan merawat Zee pun sudah pergi seperti kedua orang tua nya.
''Zee... Sudah ya.. Aku mohon, kamu harus merelakan ibu dengan ikhlas. Ibu sudah tenang Zee di sana, ibu sudah tidak merasakan sakit lagi..'' Sari memeluk erat Zee yang tidak mengizinkan bi Ratih di bawa oleh perawat untuk di mandikan.
''Sari.. Aku harus apa.. Aku harus apa.. Aku... Aku mau ikut ibu saja, aku mohon Sari, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Aku mojon Sari...'' tangis Zee sangat memilukan bahkan Kelvin pun sempat meneteskan air mata melihat bagaimana hancurnya Zee karna kehilangan bi Ratih.
''Husssshh.. Zee kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, masih ada aku, masih ada Dave, Kelvin juga ada buat kita. Aku mohon Zee kamu harus tenang..'' Sari memeluk erat Zee yang sudah di anggap nya seperti keluarga ny itu.
Tangis Zee masih memecah di pelukkan Sari, meski sudah tidak seperti tadi. Kelvin masih berusaha menelpon Dave. Bahkan Kelvin pun sudah menelpon mama Dave, mama Dave sudah di bandara menuju Jakarta saat mendengar kabar dari Kelvin.
__ADS_1
''Sayang.. Sayang.. Maafkan mama ya.. Mama nggak ada di saat kondisi kamu sedang seerti ini.'' mama Dave langsung memeluk Zee, ketika sudah sampai di kediaman Zee, rumah Zee sudah ramai berdatangan pelayat. Semua ada di rumah Zee kecuali Dave.
''Tan, Dave gimana..?'' Tanya Kelvin saat melihat mama Dave tidk di dekat Zee.
''Tante nggak bisa hubungi Dave, tapi tante sudah hubungi Chelsea kata Chelsea mereka akan segera terbang ke Jakarta.'' jawabama Dave yang membuat Kelvin sedikit kecewa.
''Tante, kenapa tante biarin Dave pergi dengan Chelsea? Tnte tau kan kalau Zee dan Dave akan segera menikah.'' Kelvin sangat kecewa.
''Kelvin kamu tau juga kan kalau Dave dan Chelsea itu masih tunangan, Dave dn Chelse ke Singapura buat nemuin orang tua Chelsea bahas pertunangan mereka bagaimana akhirnya.. Tante tau Dave sudah ada hubungan dengan Zee tapi kami juga nggak bisa menggantung hubungan pertunangan mereka.'' ucap mama Dave menjelaskan pada Kelvin.
Besok pagi acara penguburan bi Ratih, semua pelayat sudah meninggalkan kediaman Zee.
Yang ada di rumah mereka saat ini hanya Kelvin, mama Dave dan bayu yang setia menemani Zee dan Sari dan beberapa tetangga sebelah rumah mereka.
''Kelvin..'' Dengan sisa tenaga nya Zee memanggil Kelvin.
''Dave di mana?'' Tanya Zee dengan tatapan kosong.
''Zee tadi kata tante Anis Dave lagi di Singapur tapi kamu jangan cemas ya Dave sebentar lagi juga sampai kok.'' Jawab Kelvin.
''Siapa Chelsea?'' Kelvin sangat terkejut dengan pertanyaan Zee soal Chelsea.
''Kamu nggak usah terkejut seperti itu, tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan mama Dave. Dave sudah tunangan, sekarang aku tau kenapa ibu sangat ingin bertemu dengan Dave mungkin ibu sudah ada perasaan yang tidak baik untuk Dave. Bahkan di sisa umur ibu yang sedikit pun Dave tidak bisa di hubungi, mungkin inilah jawaban semuanya.'' Zee menangis dalam diam tanpa suara tapi air matanya terus mengalir.
__ADS_1
''Zee kamu jangan ngomong seperti itu ya, mungkin Dave memang harus melakukan semua ini agar hubungan kalian semua jelas ke depannya. Zee aku mohon dengarkan dulu penjelasan Dave nanti ya..'' Kelvin memohon pada Zee.
Bahkan malam pun sudah hampir berlalu tapi sesosok bayangan Dave pun belum juga muncul. Pagi pun dengan cerah hadir di tengah-tengah pilu.
Para pelayat sudah ramai berdatangan ke rumah Zee, mereka membantu acara penguburan bi Ratih. Zee dan Sari sangat terpukul bahkan Zee yang tidak tidur sama sekali hanya terus menangis.
Zee berdoa di atas gundukan tanah yang maaih basah, berharap semua ini hanya mimpi. Zee seakan di bawa kembali ke masa saat ia duduk sendiri di pusara allmarhumah ibunya.
''Zee... Ayo sudah waktu nya kita pulang, ibu juga pasti ikut sedih kalau lihat kamu seperti ini. Zee aku mohon..'' Sari berusaha mengajak Zee untuk pulang, di bantu dengan Kelvin. Mama Dave pun sudah berangkat menuju bandara, karna sepertinya papa Dave juga sedang tidak enak badan.
Mereka bertiga kembali menuju rumah kontrakan Zee dan Sari.
Saat mereka sampai di pagar rumah, mereka melihat satu sosok yang sangat mereka kenali dn satu sosok yang sngat asing untuk mereka khususnya Zee.
''Brengsek, kemana aja loe hah...'' Bogem mentah mendarat mulus di ujung bibir Dave, Chelsea yang melihat itu langsung membantu Dave dan melerai Kelvin yang hendak memukul Dave kembali.
''Tolong tinggalkan kami berdua sekarang, kami tidak menerima siapa pun untuk sementara waktu. Kelvin terima kasih untuk semua nya, tapi aku mohon pulanglah dulu. Sari dan aku ingin berdua dulu di rumah.'' Zee tidak memperdulikan kehadiran Dave dan berusaha menghindari Dave.
''Zee.. Maafkan aku, maaf aku baru bisa datang sekarang...'' Zee melepas kasar genggaman tangan Dave. Tanpa ada kata-kata lagi Sari dan Zee masuk ke dalam rumah dan mengunci rumah mereka.
Kelvin yang merasa lelah dan kesal melihat Dave akhirnya memutuskan meninggalkan Dave sendiri bersama Chelsea.
''Zee.. Aku mohon.. Zee...'' Dave berusaha mendorong-dorong pintu rumah Zee.
__ADS_1
''Dave sudah ya.. Lebih baik kita pulang dulu, mungkin mereka butuh waktu, kamu juga harus istirahat.'' Chelsea memopong tubuh Dave meski dengan kesusahan.
Adegan itu pun di lihat Zee dari balik jendela rumahnya.