
Part Sari dan Kelvin 2
Kelvin sudah menunggu Sari di bandara, Kelvin sengaja untuk datang lebih cepat apalahi kemaren Sari bilang tidak mau di jemput Kelvin.
''Dasar laki-laki pemaksa, lagian juga si Dave dan Zee kenapa ngerubah jadwal mereka mendadak sih kan jadi gue yang kena imbas nya. Gue masih belum siap harus selalu di samping Kelvin. Sial banget sih gue..'' Sari terus mendumel sendiri di dalam taksi.
_______________
Sehari sebelum berangkat.....
''Sari lebih baik kamu pulang sekarang dan persiapkan perlengkapan kamu untuk tiga hari ke depan karena besok kita harus berangkat ke Bandung buat gantiin Dave dan Zee. Kita harus mengecek pembangunan kantor cabang kita di sana.'' Kelvin langsung berlari ke meja Sari meski ia baru saja sampai kembali ke kantor.
''Maksud nya?'' Tanya Sari bingung.
''Kamu nggak ngerti juga padahal aku rasa sudah lebih dari jelas omongan aku tadi. Pokok nya besok jam delapan aku jemput kamu di rumah kita bisa berangkat sama-sama ke bandara.'' Kelvin mengontrol emosi nya.
''Iya Pak Kelvin yang terhormat saya dengar dengan jelas tapi maksud saya kenapa harus saya atau kita, bukankah kemaren sudah di jadwalkan kalau yang berangkat ke sana itu Pak Dave dan Zee.'' Sari tetap bersih keras menolak perintah Kelvin.
''Dengar Sari, Dave dan Zee butuh waktu lebih lama lagi karena mereka butuh privasi berdua. Lagian kamu mau menolak perintah atasan kamu? Kamu mau di pecat?'' Ancam Kelvin.
''Huh.. Dasar tukang ngancem. Baiklah, tapi untuk berangkat besok Bapak nggak usah jemput saya, saya bisa berangkat sendiri ke bandara.'' Sari bergegas merapikan berkas-berkas yang ada di atas meja nya.
''Zee...'' Sari langsing mencari keberadaan Zee setelah ia baru sampai di rumah.
''Ya Allah Sari, bukan nya ngucapin salam kalau masuk rumah malah teriak-teriak kayak orang gila.'' Bi Ratih yang terkejut mendengar teriakan Sari langsung mengomel pada Sari.
''Iya mbak maaf.. Lupa. Mbak, Zee mana?'' Tanya Sari.
''Kamu lihat tuh ini baru jam berapa, Zee belum pulang. Lagian kamu kenapa pulang cepat kayak gini?'' Bi Ratih menunjuk jam yang ada di atas dinding.
__ADS_1
''He..he.. Iya mbak ku yang cantik, Sari lupa. Ya udah aku ke kamar dulu ya mau packing baju.'' Sari merasa malu sendiri.
''Kamu mau kemana pake packing-packing segala?'' Tanya Bi Ratih.
''Besok Sari mau ke Bandung selama tiga hari ada proyek yang mau di tinjau sama Kelvin. Seharusnya ini jadwal Dave dan Zee, tapi mereka berdua seenak jidat mereka aja batalin jadwal mereka jadi yang harus pergi aku sama si Kelvin itu.'' Sari malah kembali duduk.
''Oh kirain ada apa. Lagian kan itu urusan kerjaan kenapa kamu harus sewot gitu? Mungkin Zee dan Dave punya alasan yang lebih penting. Udah sekarang kamu packing-packing gih habis itu mandi baru kita tungguin Zee pulang.'' Bi Ratih meninggalkan Sari yang masih diam duduk manis di kursi.
Sari hanya menghela napas nya cukup dalam. Dan mencoba memejamkan mata nya sebentar. Setelah di rasa energi nya kembali Sari langsung ke kamar.
''Zee, kok kamu tega banget sih batalin jadwal kalian besok.'' Sari langsung mencercah Zee dengan pertanyaan saat mendengar suara Zee mengucapkan salam.
''Ya Allah Sari balas dulu apa salam aku.'' Zee hanya geleng-geleng kepala memasuki rumah di ikuti Dave.
''Wa'alaikumsalam.. Maaf.'' Sari hanya cengar-cengir malu.
''Zee.. Kamu juga Dave kenapa sih kalian malah nyuruh aku sama Kelvin.'' Sari memeluk sebelah tangan Zee bermanja layak nya anak kecil.
''Cih.'' Sari sedikit melotot ke arah Dave.
''Lagian kamu mau nolak perintah atasan kamu.'' Ucap Dave dengan tegas.
''Huh.. Ternyata ucapan kamu sama saja dengan si Kelvin brengsek itu.'' Sari melipat kedua tangan nya di dada.
''Sari, kok gitu sih.. Bukan nya bagus ya kalau kalian pergi berdua kalian kan juga ada kesempatan untuk lebih dekat lagi. Bukankah kamu suka dengan Kelvin.'' Zee dengan polosnya mengakui perasaan Sari di depan Dave.
''Zee.. Ih nyebelin deh. Maluin aja, lagian juga kan aku cuma sekedar suka nggak cinta.'' Sari berbohong di depan Zee karena malu mengakui perasaan nya di depan Dave.
''Belum cinta Sari bukan nggak cinta.'' Dave memotong ucapan Sari.
__ADS_1
''Lagian Kelvin baik kok, dia juga tipe setia.'' Dave menggoda Sari dengan memuji Kelvin di depan Sari.
''Kelvin kan mencintai Zee.'' Sari sedikit menunduk dan berbicara pelan.
''Sari Kelvin itu hanya sekedar kasihan dengan aku, dia pikir itu cinta tapi nyata nya nggak kan. Bukti nya dia nggak marah atau benci sedikit pun dengan aku atau Dave.'' Zee menggenggam kedua telapak tangan Sari.
''Percaya Sari.'' Sambung Zee menatap lekat kedua mata Sari. Sari hnya menghela pelan napasnya.
''Ya sudah lah, mungkin kalian harus berbicara berdua. Aku pulang ya sayang, inget jangan tidur terlalu malam. Sari aku harap kamu ikuti kata hati kamu.'' Dave mencium kening Zee berulang kali sebelum benar-benar meninggalkan mereka berdua.
''Salam untuk ibu ya.'' Dave berpesan pada Zee dan kembali mencium sekilas bibir Zee ketika mereka di depan pintu.
''Mas.. Hati-hati ya..'' Zee melirik ke arah belakanv takut-takut kalau Sari atau Bi Ratih lihat.
___________
''Akhirnya sampai juga. Mana Kelvin.'' Sari celingak celinguk mencari Kelvin.
''Hai..'' Kelvin mengagetkan Sari.
''Seharus nya kamu mau aku jemput jadi kamu nggak payak kayak gini.'' Kelvin mengambil ahli koper Sari.
''Kapan pesawat berangkat?'' Sari tak membantah sedikit pun perlakuan Kelvin padanya.
''dua puluh menit lagi, ayo kita ke atas.'' Kelvin hanya membawa tas punggung, sebelah tangan nyaembawa koper Sari sebelah yangan nya satu lagi dengan cepat dan gesit menarik telapak tangan Sari.
Sari terus melangkah kaget dan terus memperhatikan tangan nya yang di genggam Kelvin. Jantung Sari semakin tak karuan.
______________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..
HAPPY READING ♥️♥️♥️