KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 42


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu kedekatan Zee dan Dave semakin membuat iri, pasal nya Dave selalu menjadikan Zee nomor satu menjadi prioritas nya. Dave selalu mengungkapkan isi hati nya membanggakan Zee, Dave pun tak lupa menjaga dan melindungi semua segala keperluan dan kebutuhan Zee.


''Mas, jangan gini dong. Aku beneran malu, tuh liat mereka lihatin kita terus. Mas... lepas ya..'' Zee merasa malu menjadi tontonan karyawan lain.


Dave tak pernah melepaskan satu detik pun tangan Zee, tanpa merespon perkataan Zee, Dave terus melangkah melewati karyawan-karyawan yang mencuri pandang melirik ke arah mereka.


Ada yang ikut senang sekaligus cemburu, ada juga yang mencibir Zee diam-diam.


Tapi bukan Dave namanya jika tak bisa membungkam mulut-mulut mereka. Bahkan sudah ada tiga karyawan yang Dave pecat gara-gara mencibir Zee di belakang mereka.


''Mas..'' Zee sedikit kaget sembari memukul pelan lengan kekar Dave karena ciuman tiba-tiba yang di berikan Dave padanya setelah mereka sampai di ruang kerja Dave.


''Kenapa..? Kurang lama ya..?'' Goda Dave masih dengan posisi mengurung Zee tepat di hadapannya.


Dave semakin terpanah melihat rona merah di pipi Zee, dengan gerak cepat tanpa izin Dave sudah menempelkan kembali bibirnya ke bibir Zee.


Ciuman pelan nan lembut yang di ciptakan Dave membuat Zee terbuai, tanpa Zee sadari ia membalas pautan bibir Dave mengikuti ritme gerakan bibir sensual Dave.


Merasakan lampu hijau yang di berikan Zee membuat Dave memperdalam pautan bibirnya, Dave melu*at bibir bawah dan bibir atas Zee membuat tubuhnya semakin menempel di badan Zee.


Dave menyusuri ke dalam mulut Zee lidah mereka yang saling melilit seakan menari dalam kenikmatan yang hakiki.


Merasa oksigen yang hampir menjauh Dave melepaskan pautan bibir mereka.


Zee dan Dave seakan berlomba mengambil oksigen yang terasa di ujung kerongkongan mereka.


Dave menempelkan kening nya ke kening Zee, mencium sayang kening Zee, pipi Zee, mencium sekilas bibir Zee dan turun ke jenjang mulus leher Zee.


Dave mencumbu lembut leher putih Zee bergantian sisi leher Zee.


Tanpa sadar Dave meninggalkan bekas kissmark di leher putih Zee hingga menimbulkan desahan lembut dari bibir Zee.


Zee ingin menghentikan aksi Dave tapi di sisi lain Zee juga menikmati permainan bibir Dave.


Dave kembali mencium bibir Zee sembari memegang lemut pipi Zee.

__ADS_1


Dave kembali melu*at bibir Zee yang begitu terasa manis bagi Dave.


Tring.. Tring.. Tring..


Suara handphone Dave menyadarkan Zee meski sang empuh pemilik handhone tak peduli.


Zee dengan sigap melepas pautan bibir mereka sekilas menatap malu wajah Dave yang masih ingin mencumbunya. Sebelum Zee menundukkan kepala nya di hadapan Dave.


''Mas hp nya bunyi.'' Zee masih tertunduk malu namun tangan nya tak lepas menggenggam jas Dave.


Dave seakan mendapat lotere melihat Zee malu dan mengingat kalau Zee juga menikmati setiap cumbuan yang di ciptakan Dave.


Dave membawa Zee ke dalam pelukannya, tangan sebelah nya meronggoh kantong celana nya mengambil hp nya yang tak berhenti lagi berbunyi.


''Kelvin.. Dasar bocah edan nggak tau apa kalau gue lagi menciptakan moment keajaiban cinta gue.'' gumam Dave dalam hati.


''Hm..'' Ketus Dave tapi masih dengan aktivitas mencumbu leher Zee sesekali.


''Ahh.. Mas..'' Ucap Zee dari seberang telepon Dave yang tentu di dengar Kelvin.


''Lama amat sih loe.. Jadi nggak kita rapat dengan Pak Adi? Kalau jadi gue sama Sari langsung otw ke kantor.'' Tanya Kelvin to the ponit.


''Ya.. Loe langsung kesini saja.'' Jawab Dave santai masih menciumin pucuk rambut Zee dan langsung mematikan sambungan telepon Kelvin.


''Brengsek, belum juga gue selesai ngomong. Maen mati-matiin aja.'' Maki Kelvin di depan layar handphone nya sendiri.


''Mas.. udah ih, ini di kantor.'' Zee mencoba melepaskan pelukan Dave yang semakin terasa erat.


''Berarti kalau kita nggak di kantor, boleh ya..?'' Dave langsung memegang kedua bahu Zee ketika mendengar ucapan Zee barusan.


''Ih... mas. Apaan sih, udah ah aku mau nyiapin berkas-berkas buat kita rapat nanti.'' Zee cepat-cepat menjauh dari Dave menuju meja nya Zee tak mau kalau Dave semakin dekat dengan nya bisa-bisa Zee akan jadi santapan kenikmatan oleh Dave.


Dave hanya tersenyum menggoda Zee.


''Boleh ya..'' Ulang Dave menggoda Zee.

__ADS_1


''Nggak.'' Jawab Zee merona.


Di sisi lain Kelvin sudah ada di dalam ruang kerja Sari, Kelvin berencana mengajak Sari ke kantor meski kehadiran Sari memang tak di haruskan tapi Kelvin tak mau canggung melihat pasangan yang membuat iri di hati nya.


''Loe siap-siap gih, sepuluh menit lagi kita ke kantor pusat.'' Perintah Kelvin langsung tanpa mengetuk pintu lagi dan membuat Sari terkejut.


Wajah terkejut Sari membuat Kelvin terdiam, menurut nya wajah Sari sungguh lucu dan manis.


Kelvin terus memandangi wajah Sari sampai suara Sari pun tak di dengar oleh nya.


''Pak.. Pak Kelvin..'' Sari mencoba memanggil Kelvin dari lamunan nya.


''Pak..'' Sari menggoyangkan tangan nya tepat di depan mata Kelvin.


''Ah.. Apa?'' Tanya Kelvin kaget.


''Bapak kenapa, Pak Kelvin kurang enak badan.'' Sari malah balik bertanya.


''Kamu kenapa bisa ada di depan aku?''Ucap Kelvin terbata dan sedikit malu.


''Pak Kelvin yang kenapa, di panggil dari tadi nggak ngerespon, aku kira Bapak di rasukin kakek lampir.'' Ketus Sari berlalu menjauh dari hadapan Kelvin.


''Ah.. Maksud aku eh sekarang kita ke kantor pusat kita akan rapat di sana.'' Jelas Kelvin.


''Kenapa aku harus ikut, kan yang di butuhkan disana cuma Bapak.'' Sari mengulang pertanyaan nya yang tak di dengar oleh Kelvin tadi.


''Kalau gue suruh ikut, ya loe harus ikut. Gue tunggu di lobby sepuluh menit lagi.'' Perintah Kelvin langsung meninggalkan Sari di ruang kerja Sari.


''Dasar kakek lampir, kalau bukan atasan udah gue seleding loe.'' Umpat Sari dalam hati.


________________


Makasih banyak ya.. Jangan lupa hadiah buat ai 🤭 ngarep ya.. 😅. Tinggalkan jejak ya.. 🤗🤗


HAPPY READING ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2