KISAH ZEE

KISAH ZEE
Episode 46


__ADS_3

Sari terdiam melihat pergelangan tangan nya yang di pegang Kelvin tiba-tiba. Cukup lama mereka diam masih dalam posisi serupa. Kelvin ragu dengan perasaan nya pada Sari tapi di lain sisi Kelvin merasa senang berdua dengan dengan Sari.


''Kelvin.'' Panggil Sari pelan menggoyang-goyangkan pergelangan tangan nya agar Kelvin sadar akan perbuatannya.


''Heh.. Maaf Sari, gue nggak sengaja. Maksud gue hmm.. Apa aja yang harus kita siapkan?'' Kelvin melepaskan genggaman tangan nya.


''Oh iya.'' Sari membalikkan tubuh nya membelakangi Kelvin, Sari nampak kecewa bukan jawaban itu yang Sari mau.


''Gue rasa kita cukup meyusun meja di sini dan menghias nya dengan sedikit bunga dan lampu hias. Nanti kita bisa memasang musik di sebelah sana.'' Tinjuk Sari di sebelah pintu rumah.


'' Dan satu lagi mungkin kita bisa mendekor dengan hiasan LOVE di atas sini.'' Sari masih membelakangi Kelvin.


Kelvin yang menyadari jika Sari yang terus membelakangi nya menjadi kesal sendiri.


Apa salah nya, pikir Kelvin.


''Sari.. Loe kenapa?'' Kelvin menarik kasar tangan Sari membuat Sari langsing menatap wajah Kelvin.


''Gue nggak pa-pa kok.. Seperti nya kita harus berangkat sekarang untuk membeli semua perlengkapannya.'' Sari dengan cepat melepaskan tangan nya dari genggaman Kelvin dan secepat kilat langsung menuju mobil Kelvin.


''Loe nggak pamit dengan Bu Ratih?'' Kelvin sedikit meninggikan volume suara nya.


Sari langsung memutar tubuh nya tanpa melihat wajah Kelvin. Kelvin hanya geleng-geleng mengekori Sari.


Setelah pamit mereka langsung menuju mall.


Di lain sisi, Dave sedang makan siang bersama Zee di ruang kerja nya. Dave sengaja memesan delivery agar ia dan Zee bisa berduan tanpa ada yang ganggu.


Zee dengan telaten menyiapkan makanan untuk Dave, Dave sangat senang melihat Zee tanpa Dave sadari senyum seakan tak pernah enggan menghilang dari bibirnya.


''Mas, ini makannya.'' Zee menyodorkan makanan Dave .

__ADS_1


''Suapin ya..'' Dave seperti anak kecil yang sedang bermanja dengan mommy nya.


''Ya udah sini..'' Zee langsung mengambil ahli piring Dave.


''Ahh..'' Ucap Zee yang juga membuka mulutnya.


Dave langsung menyambar suapan dari tangan Zee dan ketika mulut Zee menutup sendirinya Dave langsung mencium kilat bibir Zee.


''Mas..'' Zee menepuk pelan lengan kekar dave.


''Kau sungguh cantik Zee..'' Puji Dave yang membuat pipi Zee semerah tomat.


''Kapan kamu siap buat kita ketemu sama orang tua ku? Mereka selalu menanyakan soal kamu.'' Dave terus mengoceh meski mulutnya penuh dengan makanan.


''Mas, apa menurut mas mereka akan menyukai aku? Jujur saja aku masih takut.'' Dave sedikit menghela napas nya.


''Zee mereka orang baik, mama benar-benar ingin bertemu dengan mu. Jangan takut apalagi ragu percayalah mereka pasti senang melihat kamu dan pasti menerima kamu.'' Dave membelai pipi Zee lembut.


Dave membawa Zee ke dalam pelukkan nya.


''Aku benar-benar sudah tidak bisa menahan nya Zee, aku ingin kita cepat-cepat menikah dengan mu.'' Dave menghirup dalam-dalam wangi tubuh Zee menahan gejolak yang membara yang menyesakkan birahi nya.


''Menahan apa mas?'' Polos Zee bertanya melerai pelukan Dave.


Dave yang melihat wajah polos Zee langsung menarik tengkuk leher Zee dan mencium pelan dan lembut bibir Zee. Dave benar-benar bisa membuat Zee membalas ciuman nya, ciuman yang lembut membuat Zee menikmatinya.


Dave yang mendapat balasan ciuman Zee semakin memperdalam ciuman mereka. Dave mengontrol permainan bibir nya. Ingin rasanya Dave memainkan tangan nya di kedua gundukan gunung kembar Zee tapi Dave tau Zee adalah wanita baik-baik dan Dave tak ingin Zee kecewa padanya. Dave tak ingin Zee meninggalkan nya.


Mereka benar-benar menikmati siang itu dengan cumbuan dan kecapan.


___________

__ADS_1


''Gue rasa ini cukup.'' Sari mengecek kembali barang-barang yang sudah mereka beli.


Kelvin benar-benar di buat Sari tak berkutik di sampingnya, kediaman Sari sungguh menyiksa Kelvin. Dan Kelvin benar-benar merasa bodoh karena tidak bisa mencairkan suasana.


Mereka berdua pun sudah sampai kembali di rumah Bi Ratih. Sari tampak acuh dengan keberadaan Kelvin karena jujur Sari sungguh merasa kecewa disaat ia selalu teriang tentang ciuman kasar Kelvin, Kelvin malah seperti melupakan ciuman mereka menurut Sari.


Kelvin terus mengawasi Sari bahkan Kelvin dibuat sungguh sangat tak berguna oleh Sari. Sari benar-benar berusaha sendiri bahkan untuk memasang lampu hias di atas Sari tidak meminta pertolongan Kelvin.


''Loe marah.'' Geram Kelvin menarik kasar tangan Sari ketika Sari hendak menaiki anak tangga.


''Apaan sih loe, kalau gue jatuh gimana?'' Ketus Sari tak kalah kasar dari Kelvin.


''Bagus, jadi loe bisa ngomong 'tolong' ke gue. Loe pikir loe bisa lakuin semua ini sendiri.'' Sari terkesiap mendengar ucapan Kelvin.


''Loe nyumpahin gue. Dengar ya Kelvin tanpa loe gue juga bisa...'' ucapan Sari terpotong karena Kelvin langsung menarik tengkuk leher Sari dan mencium kasar kembali bibir Sari seperti tempo lalu.


Sari berusaha berontak dalam kukungan Kelvin, namun memang benar tenaga nya tak bisa mengalahkan tenaga Kelvin.


Ciuman Kelvin berubah menjadi ciuman lembut dan berirama, Sari yang awalnya berontak akhirnya mengikuti permainan bibir Kelvin. Pikir Sari sekuat apapun ia berontak Kelvin tak akan melepaskan nya.


Kelvin sedikit merasa menang karena Sari tidak berontak lagi dalam pelukkan nya. Kelvin menikmati setiap inci atas bawah bibir Sari.


''Jangan buat gue jadi gila Sari.'' Ucap Kelvin melepas bibirnya dan mendekatkan keningnya dengan kening Sari.


_______________


Mohon saran dan kritik yang membangun ya maklum ai cuma remahan reginang yang hancur lebur 😅😅


Terus dukung ai ya..


Dukungan kalian semangat ai.. 😘😘

__ADS_1


HAPPY READING ♥️♥️♥️


__ADS_2