
Detektif Egan dan Keiko masih terduduk nyaman di atas sofa yang berada di salah satu sudut ruang kerja Birdella, mereka masih menunggu hasil dari penelitian DNA yang dilakukan oleh Aris, junior Birdella di tim forensik di ruangan yang berbeda.
Kini sudah lebih dari setengah jam mereka berdua menunggu hasil pemeriksaan DNA di ruang kerja Birdella namun mereka masih memilih untuk sabar menunggu hasilnya pekerjaan dari Aris, tanpa meninggalkan ruang kerja Birdella sama sekali.
Sambil menunggu hasil itu, Detektif Keiko memilih untuk sibuk dengan ponselnya sendiri, berusaha mengecek keadaan ibunya, sementara detektif Egan hanya duduk terdiam melemaskan otot-otot tubuhnya, seolah kini dia sudah kembali tenggelam sepenuhnya dalam pikiran miliknya sendiri. Seakan kini detektif Egan sedang membiarkan sel-sel otaknya bergerak dan terus bekerja mencari jawaban dari pertanyaan yang diciptakan oleh dirinya sendiri. Detektif Egan masih berusaha mengumpulkan puzzle yang tercecer dengan semua hal yang telah mereka miliki, dia masih berusaha sekuat pikirannya memecahkan kasus pembunuhan kali inj.
Saat ini ruangan kerja milik Birdella makin terasa sangat sepi sempat membuat detektif Keiko nyaris saja tertidur karena setiap mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing membuat tak satu pun dari mereka membuka suara untuk saling berbincang.
Birdella yang masih fokus dan tenggelam dalam keasyikannya melakukan pekerjaannya kini teralihkan oleh kedatangan Aris yang membuka pintu ruangan kerja Birdella dengan rasa gembira dan rasa percaya diri yang luar biasa bahkan hingga membuatnya lupa untuk mengetuk pintu.
“Saya sudah punya hasilnya,” ujar Aris dengan riang.
__ADS_1
Detektif Egan, Keiko dan Birdella berdiri serentak dari kursinya masing-masing lalu dengan cepat mendekat ke arah Aris.
“Bagaimana? apa ada yang cocok?“ tanya Birdella ingin tahu.
“Salah satu dari DNA yang ada di atas lencana itu memiliki kecocokan dengan salah satu contoh DNA dalam data base di kantor. Dia adalah seorang wanita berusia dua puluh lima tahun bernama Tania Akbar.“
“Bagaimana dengan DNA yang satunya lagi?“ detektif Egan mulai menipis kesabarannya menunggu hasil itu.
Detektif Keiko mundur berlahan dan kembali terduduk di sofa yang sebelum itu dia duduki saat akhirnya dia mendengar perkataan dari Aris. Seolah sisa semangat dirinya hari ini sudah habis sepenuhnya karena sepertinya mereka kembali bertemu dengan jalan buntu dalam kasus mereka itu.
Kemudian Birdella mengambil hasil penelitian dari tangan Aris dan menjajarkannya dengan salah satu map yang masih tergeletak di atas meja kerja miliknya lalu dia memeriksa kedunya dengan seksama berkali-kali hingga hadir keyakinan di hatinya.
__ADS_1
“Aris, coba deh kamu ke sini,” ujar Birdella memanggil juniornya itu untuk mendekat.
Lalu dengan sigap, Aris pun mengikuti arahan dari seniornya itu, berjalan mendekat ke meja kerja milik Birdella.
“Ini hasil pemeriksaan DNA yang diambil oleh detektif Egan dan Keiko dari sebatang rokok dan ini hasil penelitian dan analisa yang kamu lakukan di lencana polisi hutan itu. Coba kamu perhatikan baik-baik.“
Aris memasang matanya lekat di kedua laporan itu. bolak-balik kedua bola matanya melihat hingga akhirnya dia berkata, “Wah! hasil keduanya mirip.“
“Begitu kan menurut kamu?!“ Birdella berusaha memvalidasi apa yang diyakini oleh dia.
Detektif Egan yang mendengar obrolan kedua ahli forensik itu, langsung mendekat ke meja kerja birdella dan bertanya, “Ada apa? apa yang kalian temukan?“
__ADS_1
Birdella menutup kedua hasil laporan dalam map coklat dan analisa itu dan berkata, “Gue harus pastiin dulu apa yang gue pikir ini hanya sekedar kemungkinan atau sebuah kebenran. Gue perlu memeriksa barang bukti yang terakhir serta memastikan hasil penelitian DNA yang ada di sana.“