Kode 810 : Mayat Di Atas Bukit

Kode 810 : Mayat Di Atas Bukit
Bab 43. Menemukan kecocokan DNA


__ADS_3

Detektif Egan dan Keiko akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Birdella yang tengah tenggelam dalam pekerjaannya di dalam ruangan kerjanya dan tidak mungkin bisa diganggu sama sekali.


“Gue lapar, nih gan. Kita cari makan aja dulu yuk.“ rengek detektif Keiko.


“Pesen makan aja deh. Kita makan di ruangan. Gue masih mau cek data-data kasus ini,” detektif Egan menolak.


Akhirnya kedua detektif itu sepakat untuk makan di ruangan kerja mereka saja sambil terus berusaha menemukan kemungkinan lain yang mereka lewati tanpa sadar.


Dari jendela ruangan mereka, langit sudah terlihat gelap. Untuk memastikan jema berapa saat ini, detektif Keiko melirik jam yang terpasang di dinding ruangan mereka.


“Udah jam setengah delapan nih, gan. Lo ngga mau balik?“ tanya detektif Keiko.


Detektif Egan juga mengecek jam dan berkata, “Birdella udah punya hasilnya belum ya?“


“Kalau dia udah dapet hasilnya pasti bakal ngehubungin kita pasti,” ujar detektif Keiko.


“Bener juga sih ya,”


“Ya udah mending kita pulang aja dulu. Kita butuh istirahat buat nabung energi sipaya besok kita udah kembali fit buat ngurus kasus ini lagi.“

__ADS_1


“Ya udah hayo pulang kita,” jawab detektif Egan.


Detektif Egan dan Keiko baru saja beranjak dari kursi mereka masing-masing saat ponsel milik detektif Keiko berbunyi. Birdella menelpnnya dari ruangan kerjanya.


“Kalian cepat ke sini!“ Perintah Birdella saat detektif Keiko bahkan belum mengucapkan satu patah kata pun.


“Birdella nyuruh kita buat ke ruangannya sekarang,” ujar detektif Keiko begitu memutuskan hubungan teleponnya dengan Birdella.


“Apa dia udah nemuin kecocokan DNA itu?“ tanya detektif Egan tak sabar ketika mereka berjalan menuju ke ruangan kerja Birdella.


“Dari nada biacaranya, kayaknya dia udah berhasil memecahkan masalah itu,” jawab detektif Keiko.


Kedua detektif itu mempercepat langkah mereka setelah pintu lift berhentj di lantai ruang khusus forensik. Ruangan itu ternyata masih sama ramainya seperti ruangan lain di gedung ini, walau pun sekarang sudah cukup malam.


“Lo belum pulang, del?“ tanya detektif Egan.


“Gue udah janji sama lo buat segera menemukan jawaban dari penelitian DNA-DNA ini, iya kan?“ ujar Birdellla.


“Terima kasih,” jawab detektif Egan.

__ADS_1


“Lalu bagaimana dengan hasilnya?“ tanya detektif Keiko juga tak sabar ingin tahu hasilnya.


“Setelah gue meneliti DNA milik Ivan yang tadi kalian bawa dan gue cocokan di DNA tak bertuan di tiga barang bukti kita ini. Gue pastikan bahwa DNA milik Ivan dan DNA yang terdapat di setiap barang bukti, cocok sembilan puluh delapan persen,” jawab Birdella dengan sebuah senyum kepuasan.


“Lantas bagaimana dengan dua persen sisanya?“ tanya detektif Keiko merasa khawatir.


“Tenang saja detektif Keiko. Sembilan puluh delapan persen itu sudah sangat cukup untuk menyatakan bahwa DNA itu adalah milik satu orang yang sama,” Birdella menerangkan.


Detektif Egan yang sejak tadi diam, memperhatikan data yang sedang ditampilkan di layar komputer pun ikut tersenyum puas.


“Sudah aku duga, kamulah bajingan itu,” ujarnya dalam hati.


Detektif Egan mencetak data itu ke dalam kertas untuk dia masukan ke dalam map penelitian kasus mayat di atas bukit kali ini.


“Kita harus segera ketemu pak Brox sekarang,” ujar detektif Egan bersemangat.


“Ngga usah. Gue udah telepon pak Brox tadi dan meminta untuk membuatkan kalian surat perintah penangkapan dengan memberitahu pak Brox tentang kecocokan DNA itu. Namun dia bilang ngga bisa kalau malam ini karena orang yang berwenang sedang di rumah sakit. Besok pagi baru dia bisa mendatangi orang itu dan meminta tanda tangannya,” ujar Birdella.


“Kenapa lama banget sih. Kenapa harus nunggu sampe besok pagi,” gerutu detektif Egan tak sabar.

__ADS_1


“Egan, orang itu sedang sakit kita harus memberinya waktu untuk istirahat,” ujar detektif Keiko mengingatkan.


“Keluarga Tania juga sedang menunggu dengan cemas di rumah mereka. Bahkan mereka sudah lama tak merasakan istirahat!“ Entah kenapa nada bicara detektif Egan tiba-tiba meninggi membuat detektif Keiko dan Birdella kaget.


__ADS_2