
Nama ku Kesya, aku adalah seorang penulis, dengan kekurangan ku aku juga memiliki kelebihan, aku buta sejak aku baru lahir karena kelainan gen saat aku di lahir kan, banyak orang yang menghinaku dan memanggil ku dengan sebutan si buta, tapi ada seorang laki laki yang mau menerima ku apa ada nya, ini... Adalah Kisah ku...
Pagi hari yang cerah, aku pergi ke luar ingin membeli peralatan untuk ku menulis
"" Pa, aku ingin membeli beberapa lembar HVS F4"" Ucap ku
"" Baiklah nona, sebentar""
"" Iyah"" Tidak lama menunggu penjual itu membawa barang yang aku beli
"" Ini dia nona""
"" Baiklah pa, terimakasih ini uang nya""
"" Iyah, sama sama nona""
"" Iyah"" Aku pun pergi dari sana
"" Baiklah, aku sudah membeli apa yang aku butuhkan, benar aku ingin membeli cat air untuk adik ku, tapi... Toko itu di sebrang jalan, apa sekarang tidak ada mobil? ""
"" Seperti nya tidak ada, baiklah aku akan menyebrang"" Kesya mulai berjalan perlahan ke jalan dengan di papah oleh tongkat nya
Sedangkan di arah kiri jalan yang masih lumayan jauh dari Kesya, ada sebuah mobil mewah berwarna hitam melaju dengan kecepatan sedang.
"" Tuan, apakah anda mau berhenti dulu? Anda sudah berjalan jauh dan belum istirahat sama sekali setelah turun dari pesawat"" Tanya sopir mobil itu
"" Tidak perlu, aku ingin istirahat setelah sampai rumah""
"" Baiklah tuan""
Setelah mobil itu melaju dengan cukup cepat, mobil itu sudah dekat dengan Kesya.
"" Ah? Suara mobil?! Gawat! Aku masih belum sampai""
"" Ah? Kenapa gadis itu malah diam di tengah jalan?! ""
"" Ah? Suara mobil itu... Terus mendekat! ""
"" Gadis itu! Cepat minggir! ""
"" Ada apa?! ""
"" Ahhhhh!!! ""
"" Gadis ini benar benar!!! ""
__ADS_1
"" Ada apa ini?! ""
Dengan cepat sopir itu menginjak rem, se inci lagi Kesya akan tertabrak
"" Ada apa ini?! Kenapa kau berhenti mendadak?! ""
"" Ma... Maaf tuan, saya mengerem mendadak karena ada seorang perempuan terus diam di tengah jalan""
"" Siapa perempuan itu? ""
"" Sebentar tuan saya akan melihat gadis itu""
"" Cepat turun sana! ""
"" Baiklah tuan""
"" Aku... Aku masih hidup""
"" Nona, kenapa kau berhenti di tengah jalan?! ""
"" Ma... Maaf tuan, sa... Saya tidak bisa melihat mobil anda""
"" Ah? Apa... Apa kau buta? ""
"" I... Iya tuan, saya minta maaf""
"" Ma... Maaf tuan""
"" Kenapa mereka lama sekali? "" Raga pun turun menghampiri mereka
"" Kenapa lama? ""
"" Tu... Tuan? ""
"" Dia yang menghalangi jalan? "" Tanya Raga sembari melihat Kesya
"" Sa... Saya minta maaf tuan""
"" Lain kali lihat lihat kalau jalan""
"" Ma... Maaf tuan, sa... Saya tidak bisa melihat""
"" Apa? ""
"" Tuan, dia buta""
__ADS_1
"" Ah? "" Raga melihat lagi gadis itu
"" Tuan, saya minta maaf""
Raga melihat pupil mata Kesya
"" Ouh, kalau begitu lain berhati hatilah, jika sampai kau tidak berhati hati kau akan membahayakan diri sendiri dan orang lain""
"" Baiklah tuan, saya minta maaf""
"" Ayo kita pergi""
"" Baiklah tuan""
Raga dan supir nya pun pergi dari sana meninggal kan Kesya yang masih berdiri di tengah jalan.
"" Aku hampir celaka, jika aku mati lalu bagaimana dengan adik ku nanti? "" Kesya berjalan hati hati dengan menggunakan tongkat hitam yang dia gunakan untuk memapah nya berjalan. Setelah membeli semua yang dia beli dia pun bergegas pulang.
Setelah sampai di rumah.
"" Kaka! Kaka sudah pulang ternyata"" Ucap adik laki laki nya Kesya Farhan
"" Iya, kaka sudah pulang, kau baik baik kan di rumah? ""
"" Tentu saja kak, aku bukan anak kecil ""
(𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢? 𝘜𝘴𝘪𝘢 𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘶 4 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘍𝘢𝘳)
Batin Kesya
"" Lalu? "" Tanya Farhan
"" Ah? ""
"" Mana cat air yang kaka katakan akan membelikan nya untuk ku? ""
"" Ini"" Kesya menyerahkan kantung plastik berwarna putih pada adik nya
"" Terimakasih kak, apa kaka akan melanjutkan menulis nya? ""
"" Iyah""
"" Kalau begitu hati hati jalan nya ""
"" Iyah"" Tiba tiba terdengar suara ketukan keras yang tidak ber manusiawi
__ADS_1
,,, tok,,, tok,,,
"" Kesya! Keluar kau sekarang! "" Seru seseorang dari luar