
Radit yang melihat Kesya dan Raga dari kaca se pion merasa sangat kasihan pada Kesya, karena lambat laun Kesya akan tau sifat asli Raga
(Kasihan sekali nona Kesya, seperti nya lama kelamaan Nona Kesya akan tau sifat bos yang sebenarnya seperti apa)
Batin Radit
"" Radit! ""
"" I... Iyah Bos! ""
"" Kenapa masih diam? Cepat setir mobil nya! ""
"" Ah? I... Iya Bos! Ma... Maaf! "" Radit langsung menginjak pedal gas nya dan mulai berjalan
(Astaga! Aku kaget)
Batin Radit
Setelah sampai di rumah besar
"" Nona anda sudah kembali? "" Tanya Lila
"" Lila? ""
"" Iyah, ini saya nona""
"" Ayo""
"" Ah! "" Tiba tiba Raga menggendong tubuh Kesya
"" Ayo kita pergi""
"" Ah? Ke... Kemana? ""
"" Kemana lagi? ""
"" A... Apa? ""
"" Ayo""
__ADS_1
(Apa mau melanjut kan yang tadi?)
Batin Kesya
"" Tuan... ""
"" Ingat kontrak! Apapun yang aku ingin kan akan aku dapatkan! ""
"" Ah? "" Kesya terkejut, dia baru kali ini melihat Raga marah
(Apa... Aku melakukan sebuah kesalahan?)
Batin Kesya
Setelah sampai di kamar, Raga langsung melemparkan tubuh Kesya ke atas ranjang
"" Taun... Anda mau apa? "" Tanya Kesya panik
"" Kau tidak berhak bertanya hal seperti itu pada ku! ""
"" Ah? ""
"" Aku... Ingin melanjutkan tadi! ""
"" Tuan... ? ""
(Kenapa.... Kenapa nada bicara nya berbeda dari sebelum nya? Sekarang, aku merasa takut saat mendengar ucapan nya)
Batin Kesya
Tiba tiba Raga merobek baju atas Kesya.
,,, brak,,,
"" Ah! ""
(Kenapa kasar sekali?! )
Batin Kesya
__ADS_1
"" Tuan! ""
"" Diam lah, sekarang! Aku akan melakukan apapun yang aku mau pada mu! Termasuk... Menanamkan benih di rahim mu! "" Kesya yang mendengar itu sangat terkejut
"" A... Apa?! ""
"" Aku ingin... Kau menjadi ibu dari anak anak ku""
"" Tapi tuan... Saya tidak mau hamil di luar nikah""
"" Tidak mau? Mudah, aku bisa memaksa mu! ""
"" Apa?! "" Raga melepaskan baju atasan nya, dia mulai merobek kembali baju Kesya sampai penyangga dua gunung kembar nya terlihat dengan jelas
"" Tuan! Saya mohon jangan! ""
(Apa salah ku?! Kenapa tuan tiba tiba bersikap kasar sekali pada ku!)
Batin Kesya
Raga tidak mendengar ucapan Kesya, dia mulai melepaskan penyangga itu dan melemparkan nya, dia juga mulai mencium leher Kesya sampai meninggalkan jejak, setelah itu Raga mencium bibi Kesya, dia sudah membuat tubuh Kesya polos tanpa sehelai kain pun menutupi tubuh nya
"" Tuan, saya mohon jangan hiks... Hiks.. "" Kesya mulai menangis, dia ketakutan melihat Kelakukan Raga pada nya
Namun lagi lagi Raga tidak mendengarkan Kesya, sekarang ***** nya sudah sangat naik, dia sudah tidak menahan hasrat nya ingin melakukan penyatuan dengan Kesya.
"" Tuan, jangan! Lepaskan aku! Aku tidak mau! ""
Semua yang Kesya katakan sia sia saja, karena Raga tetap tidak mau mendengarkan ucapan Kesya, Raga mulai mensejajarkan posisi nya dengan Kesya, dia mulai memasukan alat milik nya ke dalam Alat milik Kesya, saat Raga memasukan alat nya, Kesya merasakan sakit yang sangat menusuk, karena ini adalah pertama kali nya dia melakukan persatuan dengan seorang pria, tangisan nya semakin deras setelah alat itu di masukan, Kesya mulai meremas selimut itu dan mendesah, walaupun saat pertama kali masuk rasanya menyakitkan, tapi setelah kelamaan rasanya jadi nikmat.
"" Em,,, ahh,,, ahh,,, ahh,,, "" ******* Kesya berhasil membuat Raga semakin terangsang dan memasukan alat nya lebih dalam lagi, tiba tiba keluar cairan setelah Raga melepaskan penyatuan nya, Kesya merasa alat kelamin nya berdenyut kencang, nafas nya terengah engah seluruh tubuh nya berkeringat
"" Tuan... ""
"" Tadi menyuruh ku berhenti, tapi sekarang kau malah keenakan"" Raga kembali mencium bibir Kesya, sekarang dia mulai bermain di dada Kesya, Kesya terus mendesah yang membuat Raga semakin menggila, dia semakin tak mau melepaskan Kesya. Setelah 2 setengah jam, Raga akhirnya mau melepaskan Kesya, namun mereka tidur secara bersamaan karena terlalu kelelahan(salah sapa juga itu?)
Pagi hari. Kesya bangun lebih dahulu dari Raga, saat dia melihat ke arah Raga, dia masih tidur.
(Tuan... Dia masih tidur)
__ADS_1
Batin Kesya