Kontrak Cinta Gadis Buta

Kontrak Cinta Gadis Buta
episode 24


__ADS_3

Radit masuk ke dalam ruangan Raga.


"" Bos, rapat""


"" Baiklah""


(𝘈π˜₯𝘒 𝘒𝘱𝘒 π˜₯𝘦𝘯𝘨𝘒𝘯 𝘣𝘰𝘴? π˜‰π˜ͺ𝘒𝘴𝘒𝘯𝘺𝘒 π˜₯π˜ͺ𝘒 𝘡π˜ͺπ˜₯𝘒𝘬 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘡π˜ͺ π˜ͺ𝘯π˜ͺ)


Batin Radit


Saat di ruang Rapat, Raga terus menerus memikirkan apa yang di katakan oleh Kesya, perkataan Kesya terus terngiang di pikiran dan telinga nya.


"" Rapat di hentikan"" Ucap Raga, setelah itu dia pergi dari sana


"" Tapi presdir... ""


"" Aku bilang Rapat di hentikan, Apa kau tidak dengar? ""


"" Iyah tuan saya dengar""


"" Radit""


"" Yah tuan? ""


"" Aku ingin pulang sekarang ""


"" Ah? Baiklah tuan""


Setelah Raga pergi dari ruang Rapat.


"" Ayolah bos, Rapat baru di adakan 1 setengah jam, tapi kenapa sudah di hentikan? "" Sambil memejamkan mata nya karena tidak berani melihat saat mengatakan hal itu(lebih tepat nya takut di pecat)


Setelah dari kantor Raga langsung kembali ke rumah besar, dan satu satu nya orang yang sedang dia cari adalah Kesya


"" Di mana Kesya? "" Tanya Raga pada salah satu pelayan nya


"" Nona Kesya sedang ada di halaman belakang tuan""


"" Baiklah"" Raga pun pergi ke halaman depan, saat sudah sampai, dia melihat Kesya dan Lila sedang duduk bersama di sebuah bangku berwarna putih


"" Mereka... "" Raga pun menghampiri mereka berdua


"" Kalian di sini ternyata ""


"" Ah? Tuan! "" Lila segera berdiri dari duduk nya


"" Tuan? Anda sudah pulang? ""


"" Kenapa? Apa tidak boleh aku pulang sepat? ""

__ADS_1


"" Bu... Bukan itu""


"" Lila, kau pergilah, ada sesuatu yang harus aku katakan pada Kesya""


"" Baik tuan! "" Lila pun pergi dari sana


"" Tuan, apa yang ingin anda bicarakan dengan ku? "" Tiba tiba Raga menarik ke atas tangan Kesya lalu mencium nya.


(Apa apaan ini? Kenapa aku tiba tiba mencium nya?)


Batin Raga


Raga pun melepaskan ciuman nya.


"" Maaf"" Ucap Raga


"" Uhuk,, ti... Tidak apa apa""


"" Kenapa kau ada di sini? ""


"" Aku... Hanya ingin keluar saja, kalau terus di dalam rasanya pengap""


"" Begitu, kau mau ikut dengan ku? ""


"" Kemana? ""


"" Kemana saja, kau bilang kau pengap terus berada di rumah ""


"" Tidak apa begitu juga""


"" Tapi tuan... ""


"" Ayo"" Raga menarik perlahan tangan Kesya dan membawa nya ke mobil


"" Radit, ikuti kami dari belakang"" Titah Raga pada Radit


"" Siap tuan! ""


"" Tuan, kita mau kemana? ""


"" Eum,, "" Berpikir


"" Apa kau pernah pergi ke mall? ""


"" Mall? Tidak, aku sama sekali tidak pernah ke sana, karena selain ke toko terdekat di kosan ku dan pasar, aku tak pernah kemana mana lagi""


"" Ah? Sungguh? ""


"" Iyah""

__ADS_1


"" Baiklah, bagaimana kalau kita ke mall? Kau mau? ""


"" Ah? Mall? ""


"" Kau mau? ""


"" Baiklah, terserah tuan""


"" Baik, ayo kita ke mall yang sangat terkenal di kota ini""


"" Ah? ""


"" Kau tau? ""


"" Apa? ""


"" Mall ini adalah milik perusahaan putri bibi mu"'


"" Alena? ""


"" Iyah, ini adalah mall milik perusahaan nya""


"" Ah? Tapi tunggu dari mana anda tau soal dia? Dan dia adalah anak dari bibi ku? Apa... Anda mencari tahu latar belakang ku? ""


"" Kenapa? Apa ada masalah? ""


"" Ti... Tidak""


"" Kalau anak dari bibi mu adalah seorang istri dari presdir, lalu kenapa dia harus meminta bantuan mu untuk meminjam uang pada ku? ""


"" Sebenarnya... Alena tidak pernah menganggap paman dan bibi sebagai ayah dan ibu nya, sejak kecil dia selalu bertekad untuk menjadi istri dari orang kaya, setelah dia dewasa dan tujuan nya tercapai, dia semakin tidak menganggap paman dan bibi sebagai orang tua nya, bahkan dia pernah mengatakan pada ku, kalau hidup itu harus mewah, senang, dan juga enak, tapi entah kenapa pikiran ku malah mengatakan sebalik nya, hidup tidak perlu mewah, hidup dengan sederhana saja sudah cukup, dan di hidup kita itu pasti ada senang dan susah nya, dan juga tidak perlu menjadi orang kayak jika ingin hidup mewah, dengan mensyukuri apa yang ada, pasti hidup akan lebih enak dan nyaman""


"" Ah? ""


"" Apa aku bicara terlalu panjang lebar? ""


"" Tidak""


(Ibu, sepertinya aku sudah tau bagaimana sifat calon menantu ibu)


Batin Raga


Setelah lama perjalanan, mereka pun sampai di mall.


"" Ayo turun"" Raga menjulurkan tangan nya agar Kesya turun dengan memegang tangan nya


"" Suara yang begitu ramai""


"" Iyah, ayo masuk""

__ADS_1


"" Baiklah""


__ADS_2