
Raga semakin terdiam, tiba tiba Raga hampir menarik pelatuk nya
"" Kau... Kau benar benar ingin membunuh ku?! ""
"" Aku sangat ingin melihat mu mati! ""
"" Apa... Apa kau tidak takut... Kalau keluarga ku tidak akan melepaskan mu?! ""
"" Jangan khawatir, mereka juga akan aku urus, aku akan mengalihkan semua harta kekayaan keluarga mu ke dalam keluarga ku! ""
"" Apa?! Raga! Kau benar benar tidak waras! Kau benar benar sudah mencintai gadis buta itu?! Apa yang kau lihat dari gadis buta tak berguna seperti dia?! ""
,,, dor!,,,
Raga dengan cepat langsung menembak kepala Rena
"" Tu... Tuan...? ""
"" Melihat mu... Mati di tangan ku! Aku jadi sangat bangga! ""
"" Tuan... Apa anda benar benar membunuh nona Rena? ""
"" Periksa dia, masih hidup atau belum, jika belum, buat dia mati, setelah itu kirim jasad nya ke dalam keluarga nya, biar mereka melihat... Apa yang akan mereka hadapi jika berani melawan ku! ""
"" Baik tuan! ""
(Siapapun kau! Jika berani menyentuh istri ku, tak akan pernah aku lepaskan! Aku sudah menunjukan apa yang akan aku lakukan pada orang... Yang berani menyentuh istri ku dan calon anak ku!)
Batin Raga
Raga pun kembali ke dalam kamar nya, saat dia akan masuk, dia mendengar suara nyanyian dari kamar nya
"" Nyanyian? Siapa yang bernyanyi? Apa... "" Raga mendorong pintu kamar lalu masuk ke dalam
"" Kesya? Ah? ""
"" Mas? Kenapa? ""
"" Barusan kau... Bernyanyi? ""
"" Iyah... Aku sedikit bisa bernyanyi? Kenapa? Suara ku jelek yah? ""
"" Tidak, suara mu... Bagus""
"" O... Ouh""
"" Kenapa? "" Tanya Raga
"" Tidak ada""
__ADS_1
"" Aku kemari, ingin memberitahumu sesuatu""
"" Apa? ""
"" Aku... Sudah menangkap dalang dari penculikan yang akan kau alami dan... Sudah membunuh nya""
"" A... Apa? ""
"" Mem... Membunuh nya...? ""
"" Iyah""
"" Siapa... Orang nya? ""
""... Rena""
"" Apa?! ""
"" Iyah, dia orang nya, tapi kau jangan khawatir lagi, dia... Sudah ku bunuh! ""
"" Apa? Kau... Benar benar sudah membunuh nya? ""
"" Iyah, sekarang... Kau aman""
"" Tapi... Apa kau tidak berlebihan sampai sampai... Kau membunuh nya...? "" Tanya Kesya, walaupun ada sedikit rasa takut di hatinya
"" Kesya... Aku melakukan ini semua demi dirimu""
"" Demi dirimu"" Tiba tiba wajah nya mendekat
"" Ma... Mau apa? ""
"" Mau... "" Melihat ke arah bibir Kesya
"" Mau apa...? Eh! "" Tiba tiba Raga mencium bibir Kesya
"" Awas jangan berlebihan! ""
"" Berlebihan memang nya kenapa? ""
"" Jangan! ""
*******
Di sebuah rumah besar yang tak kalah mewah nya dengan rumah besar Jayantara, seorang pemuda duduk di sebuah sopa sembari membaca koran koran lama
"" Tuan muda, ini obat anda"" Ucap salah satu pelayan di rumah Alex
"" Simpan saja di sana""
__ADS_1
"" Baiklah, tuan muda dokter Kelvin datang kemari, ini adalah saat nya anda di periksa lagi""
"" Ah? Benar, aku lupa tentang itu, baiklah suruh dia kemari""
"" Baiklah tuan""
"" Yo~akhirnya kita bertemu lagi"" Ucap seorang pria yang terlihat seperti keturunan orang Inggris
"" Yah, baru pertama kali bertemu? Lalu 4 minggu lalu apa? ""
"" Hanya 1 jam, tidak lama""
"" Diam lah, ayo kembali periksa, apakah penyakit ku akan bisa di sembuhkan? ""
"" Baiklah, kita lihat""
"" Penyakit ku sudah hampir stadium 4, apa benar benar bisa di sembuh kan? ""
"" Kau meremehkan ku? Aku dokter profesional, penyakitmu akan aku sembuhkan""
"" Benarkah? ""
"" Berhenti bertanya! Kalau kau tidak percaya pada ku lalu kenapa kau menyuruh ku datang kemari untuk mengobati mu?! ""
"" Ayah ku, bukan aku yang mau kau datang"" Jawab Alex dengan wajah datar nya
"" Benar benar kau yah... ! ""
"" Sudah, cepat periksa""
"" Ck! Menyuruh kau? ""
"" Bukan, tapi memerintah""
"" Kau benar benar! Lalu apa beda nya bodoh! ""
"" Beda, menyuruh huruf nya ada 8, tapi memerintah huruf nya ada 10, beda kan? ""
"" Ku hajar kau jika bukan karena keluarga mu sudah berjasa pada keluarga ku! ""
"" Sudah, ayo periksa! ""
"" Kau pikir mengobati mu itu mudah, ini paru paru stadium 4! ""
"" Aku tau"" Jawab Alex santai
(Sudahlah, tak ada gunanya aku menjelaskan pada pria dingin ini!)
Batin Kelvin
__ADS_1
"" Baiklah, kita mulai""
"" Aku sudah siap dari tadi""