
"" Tuan... Apa... Anda sedang melihat saya? "" Tanya Kesya karena mereka Raga terus melihat nya
"" Iyah""
"" Ah? ""
"" Kau cantik, tidak sangat cantik"" Tiba tiba menyentuh pipi Kesya
"" Tuan... ""
Raga terus mendekati bibir Kesya, Kesya yang merasakan sebuah nafas yang terus mendekati nya, Kesya menutup mata nya, tapi tiba tiba...
,,, tok,,, tok,,, tok,,,
Han mengetuk pintu kamar Kesya
"" Pengganggu! Siapa? ""
"" Ini saya tuan""
"" Ada apa? Kau mengganggu! ""
"" Ah? Ma... Maaf tuan, tapi... Ada salah satu klien yang datang kemari, dia ingin mendiskusikan sesuatu dengan tuan""
"" Astaga! Baiklah! ""
"" Ah? ""
"" Tunggu, aku akan segera kembali""
"" Baiklah"" Kesya menganggu kan kepala nya menurut
Raga pun turun ke bawah meninggal kan Kesya sendiri di dalam kamar
"" Aku selamat"" Ucap Kesya mengusap usap dada nya
"" Nona... "" Ucap Lila yang membuka perlahan pintu kamar Kesya, sembari tubuh nya bergetar
"" Lila? ""
"" I... Iyah nona, ini saya""
"" Kau kenapa Lil? Kenapa suara mu seperti itu? ""
"" Saya hanya... Takut kalau tuan muda, tadi melakukan sesuatu pada anda""
__ADS_1
"" Tidak, dia tidak melakukan apapun pada ku""
"" Sungguh? ""
(Benarkah? Padahal tadi aku dengar dari luar kalau tuan muda itu marah marah pada nona Kesya, bahkan nada bicara nya sampai tinggi seperti itu, apa benar Tuan muda tidak melakukan apapun dengan nona Kesya?)
Batin Lila
"" Iyah, dia tidak melakukan apapun pada ku, walaupun dia tadi sempat marah marah pada ku""
"" Baguslah kalau begitu""
"" Iyah, Lila apa bisa kau bawakan aku susu? ""
"" Susu? ""
(Apa tidak akan terjadi apa apa? Waktu itu saat aku mengambil kan susu untuk nona Kesya malah... Seseorang datang)
Batin Lila
"" Lila? Apa tidak bisa? ""
"" Ah? Iya nona tentu saja""
"" Baiklah""
"" Iyah""
Lila pun turun ke bawah, saat dia akan berjalan ke arah dapur, tiba tiba Raga memanggil nya.
"" Lila""
"" Ah? Iyah tuan? ""
"" Kau mau kemana? ""
"" Ah? Saya mau ke dapur, nona Kesya bilang kalau dia mau susu, jadi saya mau buatkan susu untuk nya""
"" Kesya? ""
"" Iyah tuan""
"' baiklah""
"" Kalau begitu saya permisi""
__ADS_1
"" Iyah""
"" Maaf tuan, apa saya boleh bertanya? "" Tanya salah satu klien
"" Silahkan? ""
"" Siapa... Nona Kesya ini? Apa kami boleh tau? ""
"" Ah? Hmph"" Menghela nafas
"" Dia adalah kekasih ku""
"" Apa?! Kekasih?! ""
(Rencana ku gagal ingin menjodohkan putri ku dengan presdir Raga)
Batin klien itu
"" Iyah, dia kekasih ku, kenapa? ""
"" Tidak, aku hanya tidak menyangka ada juga seorang gadis yang mampu membuat anda tertarik""
"" Begitulah""
"" Gadis ini sangat beruntung""
"" Tuan, bagaimana cara anda dulu mengatakan perasaan anda pada istri anda"" Tanya Raga
"" Apa? Cara saya mengatakan perasaan saya pada istri saya? ""
"" Iyah, bagaimana? ""
"" Ah, tidak ku sangka tuan mau tahu soal hal ini, dulu waktu saya pertama kali mengatakan perasaan ku pada istri ku, aku mengajak nya keluar untuk makan malam, setelah itu, aku menyuruh beberapa orang untuk membantu ku menyalakan sebuah kembang apa yang bisa bertuliskan “ aku mencintai mu atau I LOVE YOU”
Dan setelah itu, aku pun melamar nya saat dia juga mengatakan kalau dia juga ternyata menyukai saya tuan"" Raga sangat serius mendengarkan ucapan klien nya
"" Tuan...? Ah saya terlalu banyak bicara yah? ""
"" Tidak, tidak apa apa, kita lanjutkan""
"" Baiklah tuan""
(Apa sudah waktu nya... Aku mengatakan perasaan ku yang sebenarnya pada Kesya? Walaupun dia buta, tapi itu tidak masalah untuk ku, Kesya... Aku mencintaimu)
Batin Raga
__ADS_1
Setelah Raga dan klien nya berdiskusi selama kurang lebih 2 setengah jam, akhirnya itu semua selesai, setelah Raga selesai dia langsung menemui Kesya di kamar, tapi saat dia masuk ke dalam kamar Kesya sudah tidur
"" Gadis ini... Dia tertidur... "" Raga berjalan mendekati tempat tidur Kesya, lalu dia pun juga ikut membaringkan diri nya di samping Kesya dan tidur sambil memeluk Kesya