
"" Iyah nona saya tidak bohong, tuan pasti juga akan memuji nona"" Ucap Lila yang sedang menuntun Kesya turun tangga
"" Apa? Aku akan memuji apa? "" Tanya Raga
"" Ah? I... Itu tuan, tadi, nona Kesya bertanya pada ku apakah dia cocok menggunakan pakaian yang dia pilih sendiri atau tidak, lalu aku menjawab nya kalau nona Kesya itu sangat cantik, pakaian yang dia gunakan juga cocok dengan nya""
"" Ah? "" Raga melihat Kesya dari bawah sampai atas
"" Yah, sangat cantik""
"" Ah? ""
"" Benar kan apa kata saya nona"" Senyum lebar
"" Tuan... Anda belum berangkat? "" Tanya Kesya
"" Belum, aku ingin sarapan bersama mu lagi""
"" Baiklah""
"" Ayo"" Raga menuntun jalan Kesya ke arah meja makan
"" Ini dia tuan, nona""
"" Terimakasih""
"" Kesya, nanti malam kita makan malam di luar""
"" Di mana? ""
"" Apa kau ingat perempuan yang waktu itu ingin membeli baju yang kau beli? ""
"" Ah? Dia? Iyah aku ingat, kenapa? ""
"" Suami nya tadi menelpon ku""
"" Ah? ""
"" Dia mengajak kita untuk makan malam bersama di rumah nya, sekaligus istri nya juga ingin berhubungan dekat dengan mu""
"" Ah? Ke... Kenapa aku? ""
"" Yang mereka tau kau itu adalah istri ku, jadi itu sebab nya kau juga harus ikut""
"" I... Istri...? ""
"" Iyah, kau adalah istri ku""
"" A... Apa? ""
"" Kau adalah gadis-ku"" Seketika ucapan itu bukan hanya membuat Kesya terkejut, tapi juga para pelayan yang ada di sana
__ADS_1
"" Ah? Tu... Tuan...? ""
"" Jadi bagaimana? Kau setuju atau tidak? ""
"" Yah, baiklah terserah anda saja""
"" Baiklah kalau begitu""
"" Jam berapa kita ke sana? ""
"" Masih belum ku tanyakan""
"" Begitu, ah? Tuan""
"" Ah? Apa? ""
"" Saya... Ingin menulis cerita lagi""
"" Untuk apa? "" Tiba tiba nada bicara Raga berubah
"" Sa... Saya hanya ingin membuat cerita saja, bukan untuk siapapun, itu hanya untuk saya""
"" Judul nya? Pemeran utama nya? Tema nya? Nuansa nya? Waktu nya? ""
"" Ah? Nan... Nanti saya pikirkan, dan pemeran utama laki laki nya adalah... Anda, apa boleh? ""
"" Apa? ""
"" Eum? Baiklah, asalkan judulnya harus romantis, tema nya juga harus romantis""
"" Ah? Benarkah?! Terimakasih tuan! ""
"" Dan satu hal lagi, katakan di cerita itu kalau aku adalah pemeran laki laki utama yang paling tampan di dunia"" Tiba tiba wajah Raga berkilau
"" Iyah iyah""
(Astaga... Tidak ku sangka tuan bisa narsis juga yah)
Batin Kesya
"" Kesya, Memang nya... Kau tau bagaimana wajah ku? ""
"" Ah? Sa... Saya tidak tau wajah anda""
"" Benar, aku lupa soal itu, aku kan sudah janji pada mu untuk memeriksa mata dan mencari pendonor mata yang cocok untuk mu""
"" Nanti saja tuan, saya mau fokus pada pembuatan cerita, tuan... ""
"" Apa? ""
"" Bagaimana perusahaan tempat ku bekerja waktu itu? ""
__ADS_1
"" Ouh, sama yang seperti aku katakan waktu itu, dia di masukan ke dalam penjara, dan perusahaan nya benar benar bangkrut, aku sudah menekan perusahaan nya sampai tak bisa maju kembali""
"" Ouh... ""
"" Kenapa? ""
"" Tidak, jika perusahaan anda sekuat ini... Kalau... Perusahaan Alex mampu mengimbangi kekuatan perusahaan anda, itu berarti perusahaan nya juga sekuat anda? ""
Tiba tiba pertanyaan Kesya membuat Raga mengepalkan tangan nya, tiba tiba Raga mematahkan sendok yang dia pegang
,,, krak!,,,
"" Ah?! ""
"" Kenapa... Kau menanyakan soal itu pada ku?! ""
"" Sa... Saya hanga ingin bertanya saja""
"" Kau tidak perlu menanyakan hal itu pada ku! "" Raga pergi dari meja makan
"" Han! Siapkan mobil! ""
"" Siap tuan! ""
"" Tuan... ""
"" Nona Kesya, kenapa anda menanyakan itu pada tuan muda? ""
"" Ma... Maaf""
"" Ah? ""
"" Lila, tadi... Suara apa? ""
"" Itu... Adalah suara sendok yang di patahkan oleh tuan muda, tadi seperti nya tuan muda marah saat nona menanyakan tentang hal tadi""
"" Sendok...? ""
Di mobil Raga
(Kenapa? Kenapa kau menanyakan soal dia?! Jika kau ingin tau, aku hanya ingin kau menanyakan tentang ku, bukan tentang pria lain! Aku benar benar tidak suka jika kau mengatakan tentang pria lain di hadapan ku! Apa lagi Alex, seperti nya dia juga menyukai mu! Kesya, aku cemburu!)
Batin Raga
"" Sret! "" Tiba tiba Raga merintih kecil merasakan perih saat dia mengepalkan tangan nya lagi
"" Kenapa ini? ""Raga melihat tangan nya yang sudah berdarah karena mematahkan sendok tadi
(Sepertinya... Aku terlalu berlebihan pada nya, dia gadis yang polos dan baik, tapi aku selalu saja kasar pada nya, tapi aku seperti itu juga karena dia sendiri, aku tidak suka jika dia mengatakan tentang pria lain di hadapan maupun belakang ku!)
Batin Raga
__ADS_1