Kontrak Cinta Gadis Buta

Kontrak Cinta Gadis Buta
episode 50


__ADS_3

"" Saat umur ku 16 tahun, aku menderita kanker paru paru, waktu itu kanker ku tak terlalu parah, paru stadium 1, masih belum separah sekarang, aku masih bisa menahan nya waktu itu, tapi sekarang... Walaupun tumor nya sudah hampir mengecil tapi tetap saja rasa sakit nya masih terus ku rasakan ""


"" Apa kau yakin? ""


"" Iyah, aku yakin""


"" Tidak! Aku tidak setuju! "" Ucap seorang laki laki yang tiba tiba datang ke dalam ruangan Alex


"" Ah? Kelvin? ""


"" Ah? ""


"" Alex, selama 4 tahun aku sudah menjadi dokter mu, aku sudah susah payah ingin mengecil kan tumor mu! Tapi kenapa sekarang kau jadi seperti ini! ""


"" Bukan nya waktu itu aku sudah bilang? Lebih baik tumor ku di biarkan membesar""


"" Dia sudah gila kah? ""


"" Jadi bagaimana Raga? Apa kau setuju? ""


"" Tapi... "" Raga melihat ke arah Kelvin


"" Apa?! Dia sudah tidak waras! ""


"" Lalu orang tua mu? ""


"" Ayah ku sudah tiada, sedangkan ibu ku... Aku tidak tau dia ada di mana sekarang""


"" Apa kau yakin? ""


"" Iyah, aku yakin""


"" Tapi dengan kau mendonorkan mata mu... Maka kau akan... ""


"" Tidak apa apa, hidup ku... Sudah tak lama lagi, ini... Hari terakhir ku melihat dunia""


"" Alex... ""


"" Ayo, apa kau setuju? ""


"" Baiklah, aku akan mengatakan ini pada Kesya""


"" Tapi satu hal lagi""


"" Apa? ""


"" Jangan katakan pada Kesya... Kalau aku yang mendonorkan mata ku untuk nya""


"" Ah? Baiklah kalau begitu, aku mengerti"" Raga pun pergi dari kamar rawat Alex

__ADS_1


"" Kau sungguh, ingin melakukan itu Alex? "" Tanya Kelvin


"" Iyah""


"" Pikir kan itu dengan baik, apa kau yakin? ""


"" Iyah, aku... Sangat yakin""


"" Astaga! ""


Raga kembali ke dalam ruang rawat Kesya.


"" Kesya! ""


"" Ah? Mas? Ada apa? "" Tanya Kesya


"" Aku... Sudah menemukan seseorang untuk mendonorkan mata nya pada mu""


"" Apa?! Serius! ""


"" Iyah, aku tidak bohong""


"" Siapa orang nya? ""


"" Ah? ""


(Aku tidak bisa mengatakan ini pada Kesya, Alex menyuruh ku untuk tidak mengatakan kepada Kesya kalau dia lah orang yang ingin mendonorkan mata nya pada Kesya)


"" Siapa mas? Kenapa diam? ""


"" Mas tidak tau, nama orang nya di rahasia kan""


"" Sungguh? ""


"" Iyah, tapi dia akan mendonorkan mata nya untuk mu""


"" Baiklah, terimakasih! Akhirnya aku bisa tau bagaimana wajah mu! ""


"" Yang pasti tampan""


"" Astaga... ""


(Narsis)


Batin Kesya


"" Kapan... Kita akan operasi nya mas? ""


"" Sekarang""

__ADS_1


"" Sekarang?! ""


"" Iyah, apa kau sudah siap? ""


"" Iyah aku sudah sangat siap! ""


"" Baiklah, aku akan memberitahu dokter spesialis di sini""


"" Baiklah"" Raga pun pergi keluar


(Akhirnya... Aku akan bisa melihat)


Batin Kesya


Sebelum menemui dokter, Raga pergi ke ruang rawat Alex terlebih dahulu.


"" Kau sudah siap? "" Tanya Raga setelah dia masuk


"" Iyah, aku sudah siap""


"" Apa yang kau lakukan? "" Tanya Raga saat melihat sehelai kertas dan pulpen di tangan Alex


"" Tidak ada, apa kau bisa memberikan surat ini pada Kesya? "" Sambil memberikan sehelai kertas


"" Apa ini? ""


"" Hanya ucapan selamat tinggal, berikan itu pada nya saat operasi nya selesai""


"" Apa? ""


"" Kau jangan membaca nya sebelum Kesya! ""


"" Awas kalau sesuatu! ""


"" Bukan, hanya ucapan perpisahan biasa""


"" Baiklah""


"" Cepat beritahu dokter nya sanah""


"" Apa kau... Yakin? ""


"" Kenapa kau terus saja bertanya seperti itu? Aku sudah bilang aku yakin! Sekarang cepat temui dokter nya! ""


"" Terimakasih! ""


"" Iyah iyah, cepat beritahu dokter nya sana""


"" Baiklah"" Raga keluar dari kamar rawat Alex

__ADS_1


(Raga, jika aku tidak bisa mendapatkan orang yang aku cintai, maka biar kan aku bantu orang yang aku cintai, aku senang bisa membuat nya melihat dunia, Raga... Setelah aku pergi untuk selama nya, tolong kau jaga dia, jangan sampai dia kenapa napa, aku percaya pada mu, jangan buat kepercayaan ku hancur, setelah aku pergi, dan kau juga pergi meninggal kan Kesya, aku akan menghantui mu untuk selamanya dan tidak akan pernah melepaskan mu Raga! Awas saja kau! Bahagiakan dia... Aku... Percaya pada mu)


__ADS_2