
"" Tuan... ""
"" Kau tau apa yang sedang aku lakukan? ""
"" Tidak tuan""
"" Kesya... ""
"" Ah?... Emmm! "" Tiba tiba Raga mencium bibir Kesya, Kesya sangat terkejut setelah mendapat ciuman dari Raga, karena ini adalah ciuman pertama nya.
(𝘈𝘱𝘢? 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘨𝘢... 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘶𝘮 𝘬𝘶?!)
Batin Kesya
Raga masih belum melepaskan ciuman nya, sampai akhirnya Kesya memejamkan sepasang mata nya.
(𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘪? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘶𝘮 𝘯𝘺𝘢? 𝘉𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘯𝘪𝘴𝘪𝘢𝘵𝘪𝘧 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶, 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘪𝘯𝘪, 𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱e𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪)
Batin Raga
Raga pun melepas ciuman nya, napas yang terengah engah bisa terdengar dari mulut Kesya.
"" Kau sudah mandi? "" Tanya Raga sambil mengusap kedua bibir Kesya yang basah akibat ulah nya
"" Belum tuan"" dengan wajah yang memerah
"" Mandi sanah""
"" A... Apa kah aku bau? ""
"" Bukan itu, tapi apakah kau tidak mau mandi hah? ""
"" Ah? ""
"" Sekalian... Aku juga ingin melihat tubuh mu"" Bisik Raga di telinga Kesya, Kesya hanya diam mendengar nya.
"" Di sini ada kamar mandi, jadi tidak perlu turun ke bawah""
"" Baiklah""
"" Di sini""
"" Baiklah"" Kesya pun masuk ke dalam kamar mandi nya.
Tapi karena tidak tau di mana letak alat alat mandi nya Kesya kembali ke luar.
"" Kenapa? Sudah selesai? "" Tanya Raga yang melihat Kesya kembali ke luar
"" Tuan... Aku tidak tau di mana alat alat mandi nya di letakan""
"" Benar juga, baiklah biar aku perlihatkan"" Raga pun ikut masuk ke dalam
"" Baiklah""
__ADS_1
"" Tapi... Bagaimana kalau kita mandi bersama saja"" Sontak saja Kesya terkejut dengan apa yang di katakan oleh tuan nya
"" Apa?! Tapi tuan...! ""
"" Ingat! Kau tidak boleh menolak apa yang aku mau""
"" Ah? ""
"" Lepaskan baju mu""
"" Ah? Baiklah"" Dengan terpaksa Kesya melepaskan baju nya di hadapan Raga, baru kali ini dia bertemu dengan pria yang arogan dan juga dingin.
"" Ah? "" Kesya berhenti saat dia ingin membuka BH milik nya
"" Kenapa berhenti? ""
"" Saya... ""
"" Malu? Kenapa harus malu, lagi pula dada mu juga kecil""
"" Kalau tuan menyukai gadis berdada besar lalu kenapa tidak cari saja yang seperti itu dan malah dengan saya""
Raga terdiam mendengar ucapan Kesya.
"" Kau ingin tau kenapa? "" Ucap Raga dingin
"" Ah? ""
"" Tuan""
"" Kau... "" Raga meraba punggung Kesya
"" Tu... Tuan... ""
"" Lebih... "" Melepas mengait BH
"" Tuan...! ""
"" Menawan... "" Melempar nya ke sudut
"" Tuan!! ""
"" Kau sudah mendengar apa yang ku lihat dari mu"" Raga melihat pay*dara Kesya, tiba tiba wajah nya memerah
"" Lumayan""
"" Ah? "" Tiba tiba Raga mendorong Kesya ke dalam bak mandi
"" Ahh! ""
"" Sekarang... Aku mulai dari sini""
"" Tuan, anda mau apa? "" Tanya Kesya yang sudah mulai menangis
__ADS_1
"" Seperti nya kau tau aku mau apa? "" Tanya Raga yang sudah mulai bernafsu
"" Ah? ""
(𝘈𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘯𝘺𝘢... 𝘒𝘶 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘶𝘤𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘶?)
Batin Kesya
"" Kau siap? Tapi tenang lah, aku tidak akan melakukan itu karena jika di bak mandi akan tidak nyaman""
Kesya mengangguk pelan.
"" Aku akan mulai... "" Saat Raga akan membuka kancing baju nya yang ke 5 tiba tiba terdengar suara ketukan pintu kamar
,,, tok,,, tok,,, tok,,,
"" Ah? Siapa yang datang? Mengganggu saja! ""
"" Raga, ini ibu sayang""
"" Apa?! Ibu?! ""
"" Nyo... Nyonya? ""
"" Kau tunggu di sini, aku akan keluar, kalau begitu... Mandi saja dulu""
"" Ba... Baiklah""
Raga pun keluar dari kamar mandi, perasaan Kesya tenang setelah mendengar suara pintu tertutup.
"" Aku selamat""
Raga melihat ke luar
"" Ibu""
"" Raga... Eh? "" Ibu Raga terdiam melihat putra nya itu ke luar dengan kancing baju nya sudah sudah terlepas 4 kancing
"" Ra... Raga... ""
"" Ibu? ""
Tiba tiba ibu Raga menjewer telinga Raga
"" Apa yang sudah kau lakukan pada gadis itu?! ""
"" Aduh! Ibu sakit! Apa yang ibu lakukan?! ""
"" Apa yang sudah kau lakukan pada gadis itu?! ""
"" Aku... Aku tidak melakukan apapun bu?! Apa yang ibu lakukan! ""
"" Ini kamar gadis itu! Apa yang sudah kau lakukan?! ""
__ADS_1