
Raga pun pergi menemui dokter khusus mata di rumah sakit itu, dia ingin operasi nya di lakukan dengan cepat karena sudah ada pendonor mata nya, ini juga... Permintaan dari pendonor mata nya. Setelah selesai Raga kembali masuk ke dalam ruang rawat Kesya.
"" Kesya, aku sudah bicara pada dokter nya""
"" Benarkah?! Baiklah kalau begitu! Aku siap! ""
"" Baiklah""
"" Tuan nyonya, apa sudah siap untuk di operasi nya? "" Tanya seorang dokter
"" Iyah, saya siap! "" Jawab Kesya dengan cepat
"" Baiklah, saya sudah bertanya pada pendonor, seperti nya ke dua belah pihak sudah siap, baiklah mari kita mulai, tuan bisa menunggu di luar""
"" Baiklah""
Raga sangat tegang saat menunggu operasi nya selesai, terlebih lagi... Alex sudah bersiap memberikan hidup nya untuk Kesya, dia sangat berharap Kesya dapat melihat wajah nya, hanya lebih dari 15 menit, operasi Kesya selesai, setelah selesai dokter keluar dari ruang rawat. Raga tidak menyangka akan secepat ini.
"" Cepat sekali dok"" Ucap Raga
"" Melakukan operasi donor mata tidaklah terlalu lama seperti operasi lain""
"" Jadi, bagaimana? ""
"" Oeprasi nya berhasil, istri anda sudah bisa melihat lagi sekarang"" Sebuah kebahagiaan yang tak bisa dia tahan, dia begitu senang saat mendengar Kesya sudah bisa melihat, bisa tau bagaimana wajah nya.
"" Saya... Bisa masuk? ""
"" Iyah, silahkan""
"" Terimakasih, ah? Lalu... Bagaimana dengan orang yang mendonorkan mata untuk istri saya? "" Tanya Raga
"" Tentu saja, setelah dia mendonorkan mata nya... Dia akan... Meninggal... ""
"" Ah? ""
(Kau benar benar rela mengorbankan nyawa mu sendiri yah)
Batin Raga
Raga masuk ke dalam ruang rawat Kesya, saat dia masuk dia sudah melihat Kesya berbaring di bangsal pasien dengan mata nya yang masih tertutup oleh kain perban, Raga berjalan mendekati Kesya dan mengelus rambut nya.
"" Apa kau sudah bangun? "" Tanya Raga di telinga Kesya
"" Mas? ""
"" Iyah, ini aku""
__ADS_1
"" Ah? ""
"" Bagaimana rasa nya? ""
"" Aku... Ingin segera melihat dunia luar""
"" Kau akan segera melihat nya sayang""
"" A... Apa?! ""
"" Kenapa? ""
"" Ke... Kenapa kau mengatakan itu?! ""
"" Kenapa? Aku baru pertama kali mengatakan sayang pada mu kan? ""
"" Su... Sudahlah""
"" Kapan perban nya bisa di buka? ""
"" Sekarang juga bisa, apa mau sekarang? "" Jawab salah seorang dokter
"" Nanti saja dok""
"" Kenapa? "" Tanya Raga
"" Ayolah, aku sudah tidak sabar ingin memperlihat kan wajah tampan ku ini pada mu""
"" Ihk! Kau ini apa apaan?! ""
Sedangkan dokter yang mendengar ucapan Raga hanya tersenyum
(Apa dia tidak malu? Aku sendiri saja malu, sadar narsis)
Batin Kesya
"" Ayolah, sekarang saja "" Rengek Raga
"" Kau ini kenapa?! Jangan merengek seperti itu! Apa kau tidak malu?! ""
"" Bukan Kesya! ""
"" Tidak! ""
"" Kau benar benar keras kepala! Sudah berani menentang ku?! ""
"" Ayolah nanti saja! ""
__ADS_1
"" Terserah! ""
"" Mas... ""
"" Tidak! ""
"" Ihk! Ya sudah kalau tidak mau! ""
(Gadis ini...! )
Batin Raga
"" Mas... ""
"" Emm? "" Jawab Raga ketus
"" Bagaimana... Keadaan Alex? "" Tanya Kesya sedikit Ragu ragu, dan Raga terdiam mendengar pertanyaan Kesya
"" Mas...? "" Kesya takut diam nya Raga tanda dia marah, sebenarnya bukan, Raga bingung harus mengatakan apa pada Kesya.
"" Kesya""
"" Iyah? ""
"" Lepas perban di mata mu, aku... Ingin kau membaca sesuatu ""
"" Ah? ""
"" Ini dari... Alex""
"" Apa? Alex? ""
"" Iyah""
"" Ba... Baiklah""
"" Dokter, buka perban nya""
"" Baiklah"" Dokter pun membuka perban di mata Kesya secara perlahan
"" Nona, coba buka mata anda perlahan"" Ucap Dokter itu
Kesya pun membuka mata nya secara perlahan, saat dia membuka mata nya, penglihatan nya masih buram, tapi lama kelamaan penglihatan nya mulai terlihat jelas.
(Aku... Aku bisa melihat!)
Batin Kesya
__ADS_1
Dia melihat semua tempat di sana, tapi satu orang yang paling dia cari, siapa lagi kalau bukan Raga, dia melihat seorang pria berkulit lumayan putih dan tinggi, wajah nya sangat tampan dan juga tinggi, Kesya bahkan tak berkedip melihat sosok pria yang ada di hadapan nya