Kontrak Cinta Gadis Buta

Kontrak Cinta Gadis Buta
セカンド沈ん (musim yang ke dua) Episode 38


__ADS_3

2 bulan berlalu, hubungan Kesya dan Raga semakin baik, Raga bahkan sudah memikirkan tanggal yang baik agar mereka bisa menikah. Tapi saat di pagi hari Kesya tiba tiba muntah, sebenarnya ini bukan pertama kali nya Kesya muntah dan cairan yang keluar adalah cairan bening.


"" Bagaimana kalau kita ke dokter saja? ""


"" Tidak perlu, aku seperti nya hanya masuk angin saja""


"" Sudah ayo, kita ke rumah sakit saja, ini bukan pertama kali nya kau muntah muntah seperti ini! Ayo""


"" Baiklah, aku akan bersiap""


"" Baiklah, Lila! ""


"" Iya tuan""


"" Bantu Kesya bersiap""


"" Apa? ""


"" Kami akan ke rumah sakit""


"" Ah? Baiklah tuan""


"" Cepat""


"" Baiklah""


Setelah Kesya selesai bersiap, mereka langsung pergi ke rumah sakit, setelah Kesya selesai di periksa, dokter yang memeriksa Kesya tersenyum.


"" Bagaimana dokter? Apa yang membuat istri ku terus muntah setiap pagi? "" Tanya Raga khawatir


"" Selamat yah"" Ucap dokter itu yang membuat Raga dan Kesya bingung


"" Maksud dokter? ""


"" Istri anda sekarang sedang hamil, usia kandungan nya sekarang sudah mencapai satu bulan "" Tentu saja hal itu membuat Kesya dan Raga menjadi tersenyum senang


"" Saya... Saya hamil dok? ""


"" Iyah nyonya, selamat""


"" Mas, aku hamil"" Spontan saja Kesya langsung memeluk Raga

__ADS_1


"" Iyah, terimakasih""


Setelah mendengar hal itu, mereka langsung pulang, orang pertama yang Kesya beritahu adalah Farhan, Farhan yang mendengar kabar ini benar benar sangat terkejut


"" APA?! Kaka hamil anak presdir itu?! ""


"" I... Iyah""


"" Astaga! Tak ku sangka dia benar benar membuat kaka menjadi milik nya seutuh nya! Lalu kapan dia akan bertanggung jawab atas anak yang sedang kaka kandung?! ""


"" Nanti, kaka juga masih belum tau""


"" Awas saja jika dia tidak mau bertanggung jawab""


"" Iyah iyah, baiklah kaka tutup dulu yah""


"" Iyah""


(Tak ku sangka, paman itu kalah untuk hal ini, waktu itu saat dia memberitahu ku kalau...)


Batin Farhan


Saat Alex memberitahu pada Farhan soal Kesya


"" Jadi... Kaka ku sudah menyukai paman presdir itu? "" Ucap Farhan lewat telpon dengan Alex


"" Iyah, aku kalah dalam hal ini, aku benar benar keduluan oleh seseorang""


"" Apa paman sudah memberitahu bibi Siola? ""


"" Iyah, dia juga sangat terkejut kalau Kesya punya hubungan yang sangat dekat dengan Raga""


"" Begitu""


"" Maaf""


"" Apa? ""


"" Maaf, aku tak berhasil membawa kembali kaka mu""


"" Tidak apa apa, jika kaka ku bahagia dengan paman presdir itu, maka aku akan membiarkan kaka bersama nya""

__ADS_1


"" Begitu, baiklah aku tau, baiklah adik besar""


"" Adik besar?! ""


"" Kau masih kecil tapi sudah berpikiran dewasa, jadi apa salah jika aku menyebut mu dengan sebutan adik besar? ""


"" Baiklah, terserah kau saja""


"" Iyah, terimakasih""


"" Iyah""


𝖋𝖑𝖆𝖘𝖍𝖇𝖆𝖈𝖐 𝖔𝖋𝖋


"" Hah"" Farhan menghela napas nya


(Paman presdir, aku harap kau bisa membahagiakan kaka ku, dan membuat dia nyaman bersamamu)


Batin Farhan


Sedangkan di kediaman Alex, dia berdiri di hadapan kaca, melihat ke arah langit sambil terdiam


(Raga... Kali ini, aku membiarkan mu menang, bahagiakan lah dia, jangan sampai air mata nya ter tetes sedikit pun dari mata nya, perlakukan lah dia dengan sangat baik, jadi kan lah dia orang yang paling berharga di hidup mu, kali ini aku menyerah memperjuangkan nya, bahagiakan dia, jika kau membuat dia menangis atau menderita, aku akan mengambil dia kembali dari mu)


Batin Alex


"" Kesya, aku akan bahagia jika kau bahagia, walaupun kau tidak di takdir kan untuk menjadi tulang rusuk ku dan kembali pada tubuh ku, aku tetap akan bahagia, Raga, jaga dia dengan baik""


Di kediaman besar Jayantara, Raga dan Kesya masih sangat senang dengan kabar ini, Raga juga dengan perasaan senang ingin memberitahu ibu nya.


"" Kau sudah memberitahu Farhan? "" Tanya Raga


"" Iyah, aku sudah memberitahu dia, dia sangat terkejut, dia meminta mu tanggung jawab, kalau tidak dia akan mengambil alih ku kepada Alex""


"" Apa?! ""


"" Makanya cepat nikahi aku"" Tertawa lepas


"" Tentu saja, kalau begitu aku ingin memberitahu ibu dulu, dia pasti akan sangat senang""


"" Baiklah""

__ADS_1


__ADS_2