
Mereka pun sarapan pagi bersama.
(𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢, 𝘯𝘰𝘯𝘢 𝘒𝘦𝘴𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘯𝘺𝘢)
Batin Lila
"" Lila""
"" Iya nona? ""
"" Boleh aku bertanya sesuatu? ""
"" Silahkan nona""
"" Sejak kapan... Tuan dan Rena akan di tunangan? ""
"" Ah? Itu... ""
"" Aku memang sudah mendengar sedikit cerita nya dari tuan, katanya... Mereka harus bertunangan karena ayah dari tuan, apa benar? ""
"" Seharusnya... Saya tidak pantas mengatakan ini pada mu nona, tapi karena seperti nya tuan ada perasaan lain terhadap nona, maka aku akan menceritakan nya""
"" Bagaimana? ""
"" Waktu tuan muda, tuan besar, dan nyonya besar ada di jepang, tuan besar tiba tiba mengalami sakit parah, tuan besar harus di rawat di rumah sakit selama berbulan bulan, dan entah kenapa, Rena bisa ada di jepang di saat yang bersamaan, Rena selalu menjenguk Tuan besar dan memperlihatkan prilakunya yang baik di hadapan tuan besar, dia bersikap manis, baik dan lembut, padahal sifat itu adalah sifat berkebalikan dari sifat asli nya, dia sengaja melakukan itu agar dapat di nikah kan dengan Tuan muda, Rena menyukai tuan pada pandangan pertama, tapi dia bukan hanya mencintai tuan, dia juga lebih mencintai harta kekayaan tuan muda, dan akhirnya memilih untuk melalukan semua ini agar dapat menjadi istri dari tuan muda, setelah nyawa tuan besar berada di ujung tanduk, tuan besar mengatakan ingin menjadikan Rena sebagai menantu nya, awal nya dengan pura pura Rena menolak, tapi akhirnya dia setuju, walaupun tuan muda dan nyonya juga tidak setuju karena sudah tau sifat asli dari Rena, tapi karena keputusan tuan, jadi tidak bisa melakukan apa apa, keputusan tuan besar di keluarga ini sangat mutlak, tapi setelah Tuan besar meninggal, tuan muda dengan tegas mengatakan pada Rena tidak mau melakukan pertunangan, tapi dengan tegas juga Rena mengatakan tidak mau membatalkan pertunangan, dia mengingatkan soal wasiat ayah nya, tapi tuan muda terus membiarkan nya, tapi seperti nya Rena masih tidak mau menyerah, sampai nyonya pun terus menyuruh tuan untuk segera mencari pasangan agar Rena tidak terus mengganggu nya, dan sekarang... Tuan membawa anda kemari, tentu saja nyonya besar jadi merasa senang, selama ini tidak ada satupun wanita yang memikat hati tuan, tapi entah mantra apa yang anda gunakan, tuan muda membawa anda ke rumah besar ini, anda juga seperti nya memang orang baik""
__ADS_1
"" Ma... Maksud nya? ""
"" Tidak mungkin anda tidak mengerti? ""
"" A... Apa? ""
"" Ayolah nona, jangan terlalu polos""
"" A... Apa maksud mu, ayo cepat makan! ""
"" Baiklah""
(𝘞𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘯𝘺𝘢)
Batin Kesya
"" Iyah? ""
"" Seperti nya tuan... Menyukai Anda ""
,,, uhuk,,, uhuk,,,
Kesya terbatuk mendengar ucapan Kesya
"" Nona, anda Baik baik saja? ""
__ADS_1
"" A... Apa kau bilang? ""
"" Se... Seperti nya tuan menyukai anda""
"" Uhuk, apa... Kau juga membawa air? ""
"" Di sebelah kanan nona""
"" Jangan bercanda, aku dan tuan bersama hanya karena kontrak kami, dan setelah 4 tahun, aku dan tuan akan berpisah, lagi pula di antara kami tidak ada hubungan apa apa lagi selain Hubungan atasan dan bawahan""
"" Ah? "" Sedangkan di bawah meja, Lila memegang ponsel nya, dan ponsel itu terhubung dengan sebuah panggilan, panggilan itu terhubung dengan Raga, Raga mendengar semua yang di katakan oleh Kesya, sebelum Lila menaruh masakan nya di meja makan, Raga kembali menelpon Lila, dia ingin mendengar perbincangan mereka, saat Lila menceritakan tentang nya juga Raga mendengarkan nya.
"" Apa... Apa anda yakin? "" Tanya Lila lagi
"" Iyah""
Raga yang mendengar ucapan dari Kesya, entah mengapa hatinya terasa sangat sakit mendengar ucapan Kesya. Raga menutup telpon nya.
(𝘈𝘩? 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘵𝘦𝘭𝘱𝘰𝘯 𝘯𝘺𝘢)
Batin Lila
Sedangkan di perusahaan Raga, dia termenung di hadapan jendela, dia terus memikirkan ucapan Kesya di telpon Lila.
"" Raga, ada apa dengan mu? Kenapa hanya dengan satu kata dari nya saja, sampai membuat mu seperti ini? Apa benar... Apa apaan ini? Apa aku sedang sakit hati? ""
__ADS_1
,,, krak,,,