
Mereka terus berjalan menyusuri jalan yang tak berujung setelah masuk gerbang.
"" Kau lapar? "" Tanya Raga
"" Iyah, kita tadi tidak sempat makan""
"" Ayo kita pergi ke restoran""
"" Memang nya ada? ""
"" Ada, ayo""
"" Kalian mau kemana? "" Tanya Ibu Raga
"" Kami mau ke restoran dulu bu, ibu duluan saja""
"" Baiklah, hati hati""
"" Iyah"" Mereka pun pergi ke sebuah restoran, restoran nya sangat aneh bentuk nya saat Kesya pertama kali melihat nya
"" Aneh, bentuk nya... ""
"" Ayo masuk, di sini ada makanan yang di sebut makanan keberuntungan""
"" Keberuntungan? ""
"" Iyah, ayo masuk"" Saat mereka sudah masuk, mereka sudah di sambut di sana
"" Ohayo, nani o chumon shimasu ka? ""
"" Ah? "" Kesya hanya diam karena tak mengerti
"" Tsujiura senbai keki o chumon shintai""
"" Chottomatte""
"" Ya""
"" Kau mengerti? "" Tanya Kesya
"" Iyah, aku mengerti, ayolah aku pernah besar di jepang dan tinggal di sini selama 13 tahun""
"" Pantas saja"" Tak lama menunggu makanan mereka sampai
"" Koko de o tanoshimi kudasai""
"" Arigato gozaimashita""
"" Ya""
"" Ayo makan""
"" Ah? ""
"" Kenapa? ""
__ADS_1
"" Bentuk nya aneh""
"" Ayo makan saja""
"" Tapi... ""
"" Ayo makan, lalu buka kertas keberuntungan mu""
"" Kertas keberuntungan? ""
"" Iyah, di dalam kue keberuntungan itu ada sebuah kertas yang akan memberikan mu keberuntungan, banyak yang percaya dan semua yang di tulis di dalam kertas yang terdapat dari kue keberuntungan pasti benar terjadi ""
"" Benarkah? ""
"" Iyah, ayo makan""
"" Baiklah""
Kesya pun menggigit ujung kue itu, tiba tiba sebuah kertas keluar dari dalam kue itu.
"" Mas, kertas""
"" Ambil dan baca"" Kesya mengambil Kertas itu tiba tiba dia terdiam
"" Kenapa diam""
"" Aku... Tak mengerti""
"" Ahahaha, aku lupa mana biar aku bacakan""
"" Ini"" Kesya memberikan kertas itu pada Raga dia pun mulai membaca nya
"" Apa... Artinya? ""
"" Kau akan mendapat seorang putra yang tampan""
"" Be... Benarkah? "" Tiba tiba Kesya menyentuh perut nya
"" Kau... Akan memberikan ku putra yang tampan kan? ""
"" Aku tidak tau, lagi pula belum pasti kan kita akan punya anak perempuan laki laki""
"" Kalau laki laki bagaimana? ""
"" Maka akan tampan sama seperti mu! "" Ucap Kesya yang membuat Raga tersenyum
"" Benarkah? "" Tiba tiba mendekat
"" Ah! Mari buka punya mu! Apa keberuntungan mu! ""
"" Baiklah"" Raga membelah kue milik nya, dan sebuah Kertas terjatuh
"" Ayo baca! ""
"" Baiklah ""
"" Anata no tsuma wa itsumo Anata To eien ni Imasu""
"" Artinya? ""
__ADS_1
"" Istri mu... Akan senantiasa bersama mu... Selama nya""
"" Ah?! ""
"" Yang di tulis oleh kue ini... Akan benar benar terjadi kan? "" Tanya Raga, menatap Kesya dengan penuh harap. Tiba tiba Kesya menyentuh wajah Raga
"" Ah? ""
"" Tentu saja! Suami-ku! "" Kesya tersenyum
"" Baiklah"" Lama mereka berada di sana, Raga dan Kesya akhirnya pergi dari restoran dan menyusul ibu mereka yang sudah berada di kuil, mereka berjalan perlahan sembari melihat melihat pemandangan
"" Semakin dalam semakin bagus pemandangan nya"" Ucap Kesya
"" Iyah"" Di jawab santai oleh Raga
Mereka melewati sebuah terowongan yang di sisi sisi terowongan banyak terdapat sebuah tiang sedikit panjang berwarna oranye, ada tulisan tulisan jepang juga di sana
"" Sunyi sekali""
"" Iyah, tenang bukan? "" Raga memeluk Kesya dari belakang
"" Hei, apa yang kau lakukan? ""
"" Tidak ada""
(Syukurlah, kau... Sudah melupakan hal itu)
Batin Raga
Mereka lun kembali berjalan, akhirnya mereka sampai dan melihat ibu Raga sedang berfoto di dekat patung rubah.
"" Patung apa itu? "" Tanya Kesya
"" Itu patung rubah""
"" Ah? ""
"" Yang ada di dalam mulut nya apa itu? "" Tanya Kesya lagi
"" Itu adalah sebuah pesan""
"" Pesan? ""
"" Iyah, dulu rakyat jepang percaya bahwa rubah dulunya adalah seekor hewan pengantar pesan dari kami""
"" Ouh, jepang memang banyak sekali hal mistis nya""
"" Begitu lah""
"" Kalian, ayo poto bersama ibu! ""
"" Baiklah""
"" Ayo""
__ADS_1