
Alex pun menelpon Raga, dia memberitahu Raga kalau dia sudah menemukan gadis yang dia cari
"" Kau sudah menemukan nya? ""
"" Iyah, apakah dia orang nya? "" Tanya Alex sambil mengirimkan foto Rena yang sedang di ikat dan di lakban mulut nya
"" Apa dia? ""
"" Ah? Iyah, itu dia! ""
"" Baik, kalau begitu aku berhasil bukan? ""
"" Cih! Jangan senang dulu kau! ""
"" Baiklah""
"" Bawa dia ke dalam kediaman ku""
"" Aku tidak akan di serang tiba tiba kan? ""
"" Lakukan saja! ""
"" Ck! Kau sedang memerintah ku?! ""
"" Anggap saja itu! Cepat""
"" Sial! ""
"" Cepat! "" Raga pun menutup telpon nya
"" Sialan! Dia sudah berani memerintah ku? Hah, sudahlah ayo kita pergi... Ke dalam kediaman Jayantara""
"" Apa...? ""
"" Iyah, ayo ""
"" Baiklah""
Alex pun pergi ke dalam kediaman Raga, setelah sampai, sudah banyak orang yang menjaga gerbang masuk ke dalam rumah.
"" Ba... Banyak sekali penjaga nya""
"" Dasar Raga, di mana dia""
"" Keluarlah""
"" Ah? ""
"" Ayo cepat, dan... Bawa dia kemari""
"" Aku benar benar sudah menjadi bawahan nya sekarang"" Umpat Alex di dalam mobil nya
Alex pun keluar dari mobil nya
__ADS_1
"" Aku benar benar menjadi bawahan mu, Raga""
"" Ck! Cepat bawa dia! "" Titah Raga, yang membuat Alex semakin kesal
"" Kau benar benar! ""
"" Cepat bawa dia! ""
"" Cih! Cepat bawa dia! ""
"" Siap! "" Seseorang pun membawa Rena ke luar dari mobil
"" Dia orang yang kau cari""
"" Aku tak menyangka kau bisa menemukan nya secepat ini""
"" Itulah kemampuan ku""
"" Cih! Sombong""
"" Biar""
"" Bawa Rena kedalam ruang gelap""
"" Baik tuan""
(Ruang gelap? Apa Raga berniat ingin membunuh ku?! Selain ruang bawah tanah, ruang ini juga sangatlah berbahaya! Dia benar benar ingin membunuh ku?!)
Batin Rena
"" Mana ucapan terimakasih untuk ku? "" Tanya Alex
"" Apa? ""
"" Aku sudah membantu mu, kau tak mau mengucapkan terimakasih pada ku? ""
"" Heh! Terimakasih! "" Sinis
"" Apa apaan itu? Tidak Ikhlas sekali""
"" Biar, sudahlah kau kembali saja, jika Kesya tau kau ada di sini, bisa bisa dia marah pada ku""
"" Apa? ""
"" Sudahlah, kau pergi saja""
"" Tanpa kau suruh pun aku akan pergi""
"" Kalau begitu cepat, aku masih punya banyak pekerjaan, terutama... Menghukum dia...! ""
"" Hah, semoga kau puas""
"" Tentu... Saja"" Alex masuk ke dalam mobil nya, di ikuti juga dengan para bawahan nya yang lain, sebelum pergi, dia ke arah lantai dua rumah Raga
__ADS_1
(Kesya...)
Batin Alex
"" Apa lagi yang kau tunggu?! Cepat sanah! ""
"" Kau ini benar benar tak tau terimakasih! Sudah di tolong malah mengusir ""
"" Aku tak peduli""
Alex pun pergi dari kediaman Raga, Raga terus melihat mobil Alex yang semakin menjauh itu, Raga berbalik menghadap rumah nya sendiri
(Alex... Aku tau siapa yang kau tunggu, kau harus ingat... Dia milik ku sekarang)
Batin Raga
Raga pun berjalan masuk ke dalam rumah nya, dia langsung menuju ruang bawah tanah tempat di mana Rena di sekap
"" Di mana dia? "" Tanya Raga setelah dia masuk ke dalam ruang bawah tanah
"" Dia ada di dalam tuan""
"" Baiklah"" Raga pun masuk ke dalam, setelah dia masuk, dia sudah melihat Rena terduduk diam di tanah, dia terlihat ketakutan saat melihat Raga. Raga berjalan ke arah Rena
"" Kenapa? Takut? "" Tanya Raga
,, srek,,
Raga melepas lakban yang melekat di bibir Rena
"" Raga, kau mau melakukan apa pada ku?! ""
,,, plak!,,,
Tiba tiba Raga memukul wajah Rena
"" Siapa kau berani menyebutku hanya dengan nama ku saja?! ""
"" Ra... Raga... ? ""
,, plak!,,
Raga kembali memukul wajah Rena
"" Panggil aku tuan! Kau bukan lah siapa siapa di hidup ku tapi kau berani menyebutku hanya dengan nama ku saja?! ""
"" Kau kenapa?! Kenapa kau melakukan ini pada ku?! ""
"" Kau yang kenapa?! Kau berani ingin menculik istri ku?! ""
"" Lalu kenapa?! Lalu kenapa jika aku ingin menculik nya?! Dia hanya gadis buta yang tak berguna! Tapi kenapa kau begitu ingin melindungi nya?! "" Raga terdiam mendengar ucapan Rena
"" Ah? "" Tiba tiba Raga menodongkan sebuah pistol ke arah Rena, tepat di dahi nya
__ADS_1
"" Berani mengatakan istri ku buta lagi, aku akan membunuh mu! Aku akan menembak mu... Tepat di bagian otak mu! "" Ucap Raga dengan sorotan mata nya yang membunuh dan suara nya yang menakutkan
"" Kenapa kau harus marah saat aku mengatakan kalau istri mu itu buta? Padahal itulah kenyataan nya, kau bersama nya hanya karena kontrak kalian kan? Aku tidak mengerti, entah apa yang di lakukan gadis buta itu pada mu sampai sampai kau begitu mencintai, kau begitu mencintai sampai sampai kau membuat kontrak dengan nya agar kau bisa mendapatkan nya, jika kau menjadi kan nya sebagai istri mu, maka dia akan menjadi istri yang tidak berguna, Raga, seperti nya kau sudah gila! ""