Ksatria Altair

Ksatria Altair
Musim semi


__ADS_3

Seorang pemuda yang berumur 13 tahun berjalan dengan memasuki kedua tangannya dalam kantong. Ia berjalan dengan santai di tengah kerumunan orang di kota. Kota yang megah dengan berbagai macam toko di dalamnya.


Ia berjalan dengan jubah putihnya dengan dalaman kaos hitam. celananya abu dengan sepatu hitam. Rambut perakannya lurus dengan mata merahnya. Ia tampan bagaikan sebuah berlian dengan batu rubi di dalamnya.


Seketika ia melihat sebuah topi jerami berwarna putih dengan pita merah muda. Ia langsung menangkapnya sebelum terbang jauh di bawa angin.


Sesosok gadis muda seumuran dengannya dengan kulit putih dan mata biru muda, rambut yang panjang lurus dengan warna hitam diikat kuncir kuda.


4 mata bertemu dan saling memandang beberapa saat.


"Apa ini milikmu?" Anak laki-laki itu menjulurkan tangannya untuk memberikan gadis tersebut topinya


Gadis tersebut mendekat lalu berkata "Terima kasih" ia pun menjulurkan tangannya untuk meraih topi lalu mengenakannya. Ia langsung berbalik menuju seorang wanita lalu mengengam tangannya.


Anak itu melihat sosok gadis yang menjauh dan ia kembali sadar lalu berjalan melanjutkan perjalanannya.


---


5 tahun kemudian...


Seorang pemuda sedang duduk bersila dengan badan dan pakaian putih basah di bawah air terjun. Matanya tertutup dengan tenang. Badannya tidaklah goyah ketika air terjun menimpanya.

__ADS_1


Seorang pria tua dengan rambut dan jenggot putih duduk di sebuah kursi sambil memandang pemuda tersebut. Ia mengusap janggutnya yang panjang sambil mengangguk dan tersenyum.


"Sepertinya dalam 5 tahun ini ia telah berkembang dengan cepat"


Seorang pria tua mengambil secangkir tes yang berada di atas meja. Ia duduk berhadapan dengan pria tua yang memandang pemuda tersebut.


"Ia berlatih cukup keras selama 5 tahun ini"


"Anak ini sudah terintegrasi dengan regalia dan menerima pelatihan yang begitu ekstrim untuk perkembangan dan pengalaman"


"Sungguh anak yang kuat seperti ayah dan ibunya"


---


Seluruh tubuh basah, rambut peraknya turun dan air menetes darinya. Ia berjalan mengambil handuk yang bergantung di ranting pohon lalu mengusap wajahnya.


"Inaho, ikutlah dengan kami!"


Kedua pria tua itu mendekat lalu berjalan melewati pemuda. Dengan berjalan perlahan ia mengikuti keduanya dari belakang.


Mereka berjalan dan sampai di sebuah perpustakaan. Di sini Inaho belajar dari kedua orang tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya pria tua yang mengusap jenggotnya.


"Terima kasih para sesepuh, aku sudah mengalami peningkatan selama 5 tahun ini"


Ia memberi hormat kepada mereka berdua


"Kau harus bisa menguasai semua teknik regalia yang kau miliki. Ingat jangan pernah kau meremehkan musuhmu atau menjadi sombong karena kau memiliki regalia"


"Di dunia ini ada langit di atas langit dan ada bumi di bawah bumi. Apa kau mengerti maksudku?"


"Ya sesepuh"


"Baiklah, kami akan mengirimmu ke hutan skare dan kau harus bisa bertahan di sana selama satu bulan dan ini akan menjadi ujian akhirmu"


"Hutan skare?" Inaho merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia sangat tahu hutan tersebut, hutan itu bagaikan rumah bagi monster tingkat tinggi


"Apa kau takut?"


"Tanpa pertolongan kalian aku tidak akan menjadi seperti ini sekarang, aku siap melakukannya"


"Baiklah"

__ADS_1


__ADS_2