
Sebuah lingkaran sihir abu muncul di bawah kaki Inaho, itu adalah sihir ruang. Ia merasakan ruang di sekitarnya terdistorsi dan pandangan menjadi rabun.
Pakaian Inaho langsung berubah menjadi jubah putih dengan dalaman kaos merah dan celana hitam bersepatu hitam. Badannya telah kering.
"Di sana ada reruntuhan, kalau kau bisa masuklah ke sana dan jelajahi dia"
Ia pun langsung menghilang dari sana dalam sekejap.
"Baiklah kita tunggu hasil pencapaian anak ini"
"Ini akan menjadi perkembangan pesat baginya terutama kalau ia menemukan pedang tersebut"
---
Hutan skare
__ADS_1
Inaho melihat langit yang ditutupi awan hitam yang memancarkan petir yang sangat kuat. Ia terjatuh dari langit dan menimpa pohon. Ia telah banyak mengalami hal-hal seperti ini dahulu.
Ia langsung menyeimbangkan tubuhnya dan meraih ranting pohon dan berayun-ayun kemudian jatuh di atas tanah dengan baik.
Ia menghela napas lega dan melihat kondisi sekitar. Ia menggunakan teknik mata ronya dark vision untuk melihat dalam kegelapan.
Hutan ini adalah hutan yang ditakuti dan jarang ada yang datang. Di sini hidup makhluk buas dengan berbagai level dengan berlakunya hukum rimba.
Ia menggelengkan kepalanya lalu bergerak maju perlahan dengan hati-hati. Ia harus bertahan di sini selama sebulan.
Sepertinya ini malam hari terlihat dari berbagai makhluk buas yang ia temukan masih tertidur. Ia melangkah dengan pelan agar ia tidak membangunkan makhluk buas manapun.
Ia menaiki pohon dan duduk di sana melakukan meditasi sambil merasakan spirit. Ia menutup matanya dan duduk tenang hingga fajar terlihat.
Ketika pagi hari awan seperti memudar tapi masih ganas dan cahaya matahari masuk ke dalam menyelimuti hutan.
__ADS_1
Auman terdengar di mana-mana. Inaho bangun dari meditasi dengan menatap matahari pagi dan matanya berubah menjadi ungu. Mata itu memudar dan kembali ke warna aslinya.
Sepertinya mata rohku meningkat dengan meditasi di sini. ia berdiri di atas ranting menyentuh batang pohon dengan tangan kirinya sambil melihat kejauhan.
Ia menutup mata dan merasakan aura di sekitarnya. Aura ketika malam berbeda dengan siang. Aura pada malam hari dingin dengan tekanan dari petir tetapi mengandung spirit energi yang melimpah sedangkan pada siang hari aura panas dan ganas.
Ia mulai bergerak maju meloncat dari pohon ke pohon untuk melihat situasi. Ia melihat berbagai makhluk buas terbangun dari tidurnya dan memulai aktivitas.
Ia menemukan sebuah danau dengan air yang sangat jernih. Ia melihat sekitar untuk memantau makhluk buas. Ketika ia merasa sudah aman ia langsung turun dan meminum air di sana.
Tiba-tiba instingnya merasakan sesuatu yang mendekat. Dari air dengan gerakan yang sangat cepat menujunya lalu melompat dengan mulut terbuka ingin melahap Inaho.
Dengan cepat Inaho menghindar lalu mengepalkan tangan meninju bagian perut ikan besar tersebut dengan kekuatannya.
Ikan tersebut terpental ke udara dengan mata kesakitan. Inaho menjulurkan tangan kanan ke bawah lalu ia memadatkan spiritnya hingga menghasilkan sebuah pedang lalu menebas ikan itu menjadi dua potong.
__ADS_1
Inaho membersihkan ikan dengan air lalu membakarnya dan menjadikannya sarapannya di hari pertamanya di hutan skare.
Ia langsung pergi menjauh menuju ke Utara.