Ksatria Altair

Ksatria Altair
Moon city


__ADS_3

Inaho mendarat dengan lancar, ia menghilangkan sayapnya agar terlihat normal. Dengan jubah putih dengan kaos hitam di dalamnya dan celana abu dengan sepatu kulit ia merasa senang dengan penampilannya.


"Kau cukup senang dengan baju lamaku"


"Sepertinya guru orang yang sangat keren pada zamannya"


"Tentu saja, bahkan banyak orang yang mengidolakan ku dan ingin mendapatkan ku tapi aku menolak mereka semua demi satu orang yang sangat menawan dan tidak terpikirkan bagaimana, aku tidak mendiskrikpkan kecantikannya."


"Sepertinya itu adalah kekasih guru"


"Ya, sifatnya juga bagus dan dia sangat imut. Apapun yang ia gunakan kecantikannya tetap nomer satu. Kalau kau bisa kau ikuti jejak guru"


Inaho hanya menjawabnya dengan senyum


"Baiklah kita akan kemana?"


"Kita ke moon city yang paling dekat dengan sini. Kebetulan aku masih punya uang, coba saja saya bisa membuat gulungan sihir"


"Aku bisa membantumu membuat gulungan"


Mata Inaho berbinar "Benarkah guru?"


"Kau kira aku apa? aku adalah orang paling jenius sedunia. ha ha ha" Ia tertawa dengan sombong


Mereka pun berjalan menuju kota


---

__ADS_1


Sesampainya di kota, Inaho mengunjungi guild untuk menjual gulungan sihir yang ia telah buat sebelumnya lalu membeli kertas sihir yang murah. Dengan bantuan Kaisar altair Inaho bisa mendapatkan uang dengan cepat.


Mereka berkeliling sambil melihat-lihat, udara di moon city agak dingin karena mau masuk musim dingin. Mereka membeli beberapa makanan untuk dimakan.


Walaupun dalam wujud roh, kaisar altair bisa memakan apapun yang diberikan Inaho bahkan ia masih bisa merasakannya.


Setelah fusi dengan Inaho dan menyerap energi langit dan bumi ia bisa mempertahankan wujudnya menjadi kecil yang nampak.


"Guru, kau jadi imut dengan ukuran seperti itu"


"Aku tidak punya pilihan, untuk bisa merasakan semua makanan itu aku harus membuat avatarku sendiri"


"Tapi betulan guru, kau sekarang sangat imut"


"Kemungkinan aku bisa membentuk tubuhku lagi dengan bantuanmu"


"Tapi sebelum itu, kau harus menjadi kuat dulu dan membuka segel, perjalananmu masih panjang"


"Baiklah guru"


---


Mereka menyewa kamar dan menginap. Mereka beristirahat di sana dengan tenang.


"Dunia sangatlah tenang"


"Semua itu berkat guru"

__ADS_1


Kaisar altair menggelengkan kepala dan menatap langit,


"Sungguh pertarungan itu berakhir dengan teragis. Kalau bisa aku tidak ingin melihat perang itu terjadi lagi"


"Aku juga guru"


Inaho mendekati jendela, ia meletakkan kursi dan duduk melihat langit.


"Apa kau tidak berencana untuk pulang ke rumah?"


"Aku akan pulang ketika turnamen clan diadakan. Aku akan membuktikan kepada semua orang bahwasanya aku bukanlah sampah"


Kaisar altair menggangguk setuju, ia jelas tahu perasaan yang dimiliki Inaho.


"Kalau kau mau aku bisa menjadikanmu wizard"


Inaho tertegun, ia tahu apa artinya menjadi seorang wizard, Itu berarti Kaisar altair tidak hanya akan mengajarkan Inaho menjadi ksatria tapi juga penyihir, ksatria sihir wizard.


"Fondasimu telah bagus dengan regalia altair dan naga altair. Dengan arahanku kau bisa menjadi Wizard tapi kau memerlukan kekuatan regalia yang lain"


"Regalia yang lain?"


"Fondasimu dan bloodlinemu sangatlah special, kau bisa menyempurnakannya dengan bantuan regalia lain. Kau mengunakan senjata regalia lain yang akan membuat perubahan pada altair"


"Apa itu bisa dilakukan guru?"


"Tentu, aku pernah mencoba. Setelah kau bisa mengendalikan regaliamu kita akan mencari yang lain"

__ADS_1


__ADS_2