
Ia terus melangkahkan kakinya dengan lambat. Ia tidak tahu kapan ia akan berkahir.
"Ayah, ibu, maafkan aku karena aku kabur dari rumah. Maafkan aku karena aku pergi tidak memberitahu kalian. Kakek, nenek"
Air mata terus berjatuhan bersama dengan keringat.
"Shana, Shin, maafkan kakak tidak bisa bermain dengan kalian lagi"
Ia terus melangkah dengan mengingat semua keluarganya.
"Paman Tang, maaf aku tidak bisa terus belajar menempa. Bibi Yang, maaf telah merusak beberapa bunga"
"Ayah, ibu, maafkan Inaho yang egois dan selalu menyusahkan kalian. Maaf"
Ia pun terjatuh ke depan. Berbaring tanpa tenaga dengan air mata yang mengalir. Matanya tertutup. Ia melupakan semua hal yang ada di dunia ini. Ia bagaikan akan meninggalkan dunia ini.
---
"Aku punya harapan besar pada anak ini, tapi..."
Seketika anak ini mulai bergetar,
"Sepertinya ia masih memiliki harapan"
---
__ADS_1
Anak itu terdiam, ia sepertinya masuk dalam fragmen ingatannya. Ia melihat dirinya bermain seruling di bawah pohon dan ia bertemu dengan seorang gadis cantik seumuran dengannya.
Ia menyapa anak itu yang terluka "Apa kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa"
Ia mengambil sapu tangannya dan mengusap luka anak tersebut.
"Lebih baik kau menyembuhkan dirimu daripada membiarkannya"
Ia mengunakan sihir air untuk menyembuhkannya.
"Kenapa kau baik kepadaku?"
"Tidak, sangat jarang ada yang baik kepadaku"
"Setiap orang mempunyai sisi baik dan buruk, bakat masing-masing. Kalau kau diperlakukan buruk jangan kau putus asa. Kalau kau putus asa, aku mau menjadi harapan terakhirmu" Ia tersenyum yang mewarnai kehidupan anak tersebut
Kata-kata sangat menghangatkan hatinya. Mereka tidak saling mengenal tapi gadis ini malah tersenyum dan berbuat baik kepadanya.
---
Anak itu tersenyum dan mulai bangkit. Ia tidak boleh putus asa, ia harus terus bangkit. Walaupun terjatuh ratusan kali bahkan ribuan kali, ia harus terus bangkit.
Ia mulai bergerak ke depan, bayangan semua keluarganya yang memanggilnya muncul. Paman dan bibinya, kedua adiknya, kakek dan nenek, ayah dan ibunya, dan yang terakhir senyuman gadis itu.
__ADS_1
Ia memanggil anak tersebut dengan "Naga kecil"
Anak itu bagaikan melihat cahaya di depannya. Ketika ia sampai dan masuk ke cahaya, ia telah kembali ke kuil.
Ia masih berdiri di tempat, matanya mulai terbuka perlahan dan tatapan lurus. Ia tersenyum dan berterima kasih.
Suara tepuk tangan terdengar, itu adalah Altair. Cahaya melintas turun dan menyerupai wujud manusia.
"Diantara regalia ada yang mempunyai jiwa seperti yang ada di hadapanmu dan ada yang telah kehilangan jiwanya. Kau memiliki bloodline naga yang kuat dan sangat cocok denganku. Aku sangat berharap kau bisa mengambil warisanku
"Ternyata harapanku kepadamu terjawab kan. Dengan ini aku akan memberikan regalia altair kepadamu. Aku akan melatihku sampai kau bisa menguasainya.
"Regalia altair mempunyai jiwa naga penguasa dan aku adalah ksatria yang mengunakannya. Kau bisa menyebutku ksatria altair
"Kau akan mewarisi semua warisanku, mulai sekarang julukan ksatria altair akan ku wariskan kepadamu."
"Terima kasih pendahulu"
"Kau harus menjinakkan naga ini sendiri, tapi aku rasa ia akan suka denganmu. Kau mirip denganku, aku harap kau akan menjaganya seperti saudaramu sendiri.
"Aku akan memasang 10 segel padamu dan kau akan membukanya setiap kau bisa menerobos
"Duduklah!"
Anak tersebut duduk bersila di tempat.
__ADS_1