Ksatria Altair

Ksatria Altair
Guru


__ADS_3

Miyuki melangkah maju, seketika lantai batu tempat mereka berdiri bergetar lalu runtuh. Inaho meraih pinggang Miyuki lalu tangan kanannya dengan cepat berubah menjadi cakar naga dan menusuk dinding.


Inaho merasakan sakit pada tangan kanannya, ia berusaha menahannya agar mereka tidak terjatuh.


Lubang itu terlalu kecil untuk berdua, kedua tubuh bersentuhan. Inaho bisa merasakan sensasi mengenyalkan pada dadanya. Keempat mata bertemu dan wajah mereka sama-sama memerah.


"Apa bisa kau terbang?"


"Tidak, lubang ini terlalu kecil"


Ia melempar sebuah tali yang ia keluarkan dari cincin ruangnya. Sepertinya ia datang dengan persiapan sedangkan Inaho tidak.


Tali itu memiliki esensi element es yang membuatnya menjadi sangat kuat. Ia melepaskan pelukan Inaho dan memegang tali itu dengan kedua tangannya.


"Kau bisa melepaskannya sekarang"


Inaho melepaskan pelukannya dan meraih tali dengan tangan kiri lalu menarik tangan kanannya dari dinding. Mereka bergantung di dalam lubang.


"Aku merasa kita harus naik"


"Apa kau menemukan sesuatu?"


"Ya, dari monumen itu aku melihat adanya rune. Kalau aku memecahkan runenya mungkin kita bisa masuk ke dalam"


"..."


Mereka naik dengan tali. Miyuki naik terlebih dahulu dan ia melarang Inaho untuk melihat ke atas apapun terjadi. Lalu diikuti Inaho setelah Miyuki telah sampai di atas.

__ADS_1


Miyuki mempelajari rune tersebut dan Inaho berjaga. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.


Satu jam berlalu, 2 pintu batu terbuka sebelah monumen. Mereka memperhatikan kedua pintu dan saling menatap.


"Apa yang kau temukan?"


"Pintu utamanya terkunci dan kuncinya ada di dua pintu ini"


"Bagaimana kalau kita berpencar? itu bisa membuat kita mengurangi waktu"


"Baiklah, aku akan berjalan ke kanan dan mau ambil yang kiri. Pastikan diri kita selamat"


Inaho bergerak ke kiri "Kalau begitu sampai jumpa" Ia pun langsung ke dalam.


Melihat Inaho telah masuk, Miyuki juga bergegas.


---


"Miyuki, bagaimana menurutmu pemuda itu?"


Miyuki menjadi merah dan membentak "Apa maksud guru?"


"Lucunya" ia tertawa licik, "Sepertinya kalian cocok, bahkan kalian cepat sekali akrab. Bahkan ia telah merasakan sensasi roti kukusmu"


"Guru jangan bahas itu, itu tidak sengaja"


"Baiklah, guru paham. Kalian mengingatkanku tentang orang itu"

__ADS_1


"Siapa guru?"


"Rahasia" ia tersenyum dan berjalan ke depan Miyuki.


---


"Inaho, Inaho" panggil kaisar altair


"Kenapa guru?"


"Bagaimana menurutmu tentang Miyuki? sepertinya kau tertarik padanya"


Inaho tidak bisa berkata dan memerah malu "Guru, apa sih guru katakan?" bentaknya


"Kalau kau tertarik tangkap dia dan jadikan dia milikmu sebelum diambil orang. Ia sangat cantik, pasti banyak orang yang menyukainya di luar sana"


"Tapi, apa dia menyukaiku? aku masih terbayang sosok dia 12 tahun yang lalu"


"Seperti yang aku baca dari ingatanmu dan Miyuki sepertinya ia adalah Miyuki versi kecil" ia meletakkan tangannya di dagunya


"Aku pasti yakin, dapatkan dia"


Inaho hanya memandangi guru yang sedang serius


"Aku juga berjuang keras untuk mendapatkan perempuan dahulu"


"Bukannya guru anak terjenius, bagaimana guru bisa kesusahan menemukan pasangan?"

__ADS_1


"Iya banyak yang menyukaiku, tapi hanya satu hang membuat jantung ku berdebar dan tidak bisa tenang. Aku selalu memikirkannya sampai aku mendapatkannya. Itu perjuangan yang besar"


__ADS_2