
Pedang itu di tahan oleh Inaho dengan mudahnya. Orang itu mencoba menarik pedang di tangannya tapi itu masih digenggam oleh Inaho dengan kuat.
Suara renyah terdengar hingga muncul retakan pada pedang hingga hancur.
"Bunuh dia"
Beberapa orang langsung maju untuk menyerang Inaho tapi semuanya langsung berjongkok dengan memuntahkan darah kesakitan.
Hanya dalam satu langkah semua yang mengerumuninya langsung terjatuh. Teror menyelimuti wajah ketua dari geng tersebut. Inaho mendekat lalu memukul wajahnya hingga giginya terlepas dan ia dihempaskan ke kejauhan.
Semua yang melihatnya tersenyum dan merasa takjub dengan pemuda yang ada di hadapan mereka ini.
Tidak lama kemudian Ikazuchi datang bersama dengan Ginga. Mereka melihat banyak orang berkumpul di tempat mereka meninggalkan Inaho.
Ketika mereka memasuki kerumunan, mereka melihat berbagai orang tersungkur di tanah dan satu orang di tindih pedang Inaho. Inaho duduk santai di atas orang yang ditindih pedangnya sambil mengayunkan kantong kain yang ia dapatkan dari semua yang tersungkur.
Melihat hal itu, mereka mau memukul wajah mereka. Baru saja mereka memasuki kota sudah muncul masalah di sini.
Mereka mendekat lalu menarik tangan Inaho. Mereka keluar dari kerumunan dengan tergesa-gesa hingga Inaho lupa untuk mengambil pedangnya.
Ketika mereka sudah menjauh dari kerumunan mereka berhenti lalu menatap Inaho dengan tatapan marah
"Apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Aku diperas"
"Siapa yang diperas dan siapa yang memeras"
Mereka mendesah, pantas saja kedua orang tuanya menyuruh mereka hati-hati dengan Inaho.
Inaho hanya tersenyum kepada kedua temannya sampai mengangkat tangannya.
Tiba-tiba sesuatu naik ke atas langit lalu jatuh menimpa Inaho. Itu adalah Heaven's saber. Ketika Inaho menangkapnya tanah langsung retak.
"Apa bisa kau menyimpan pedang itu?" Ikazuchi menggelengkan kepala melihat Inaho.
Pedang itu berubah menjadi bola cahaya lalu menjadi kalung yang dikenakan Inaho. Ia tersenyum kepada mereka berdua "Ini lebih baik"
"Itu hanya untuk latihan, apa tidak bisa aku latihan selama di jalan" Inaho mengangkat bahunya
"Sebagai permintaan maaf ku bagaimana aku meneraktir kalian" ia mengeluarkan kantong kain yang berisikan uang yang di dapat dari para preman
Ginga tersenyum "Tidak apa-apa kan, lagipula dia mengambilnya dari preman" ia menenangkan Ikazuchi yang marah-marah kepada Inaho.
"Baiklah"
Mereka pun pergi ke sebuah restoran dan menghabiskan waktu di sana.
__ADS_1
---
Ikazuchi memandu mereka ke penginapan yang ia temukan. Ketika di jalan mereka menemukan anak-anak yang duduk di pinggir jalan dengan kelaparan. Inaho langsung memberikan semua makanan kering yang punya untuk mereka.
Mereka melahapnya tanpa pikir panjang lalu mereka berjalan ke penginapan.
---
Keesokan harinya mereka pergi ke luar dan di kepung oleh geng serigala putih dengan pasukan lebih banyak.
"Kenapa kalian tidak ada kapok-kapoknya?" Inaho menghela napas
Sosok yang telah ia jahili kemarin maju dengan seorang bertubuh besar
"Kakak besar, dia yang mempermainkan kita kemarin"
Tatapannya tajam lurus ke Inaho. Inaho menyambut tatapannya dengan aura pembunuh yang kuat. Ikazuchi dan Ginga yang berada di sampingnya langsung mundur merasakan aura Inaho.
"Kau berani sekali menghina geng serigala hitam, apa kau bisa hidup?"
"Kakak, hati-hati dia sangat kuat"
"Aku tidak tahu siapa kau tapi menghina kami maka kami akan membunuhmu"
__ADS_1