
Inaho berusaha mengangkat pedang tersebut sekuat tenaga hingga keringat keluar dari seluruh tubuhnya.
Ketika Ginga dan Ikazuchi melihat ini mereka kaget
"Inaho, apa yang kau lakukan?"
"Aku mencoba mengangkat pedang ini"
Pedang itu terangkat sedikit lalu diletakkan di belakang punggungnya. Ketika pedang itu telah berada di punggungnya. Inaho langsung berjongkok dengan ekspresi kesakitan dan tanah dibawahnya langsung retak.
"Kenapa kau membawa pedang seberat itu?"
"Ini untuk latihan"
"Ini seperti pedang kuno dengan rune di dalamnya. Tapi pedang ini tidak cocok untuk ku" Ginga sangat ahli dalam rune langsung mengetahui tentang pedang tersebut.
Inaho melambaikan tangan agar mereka tidak khawatir. Dengan sekuat tenaga Inaho mengangkat badannya lalu berjalan. Ia berjalan dengan pelan membuat kedua temannya menghela napas.
Setiap langkah yang dibuatnya retak membuat orang akan bingung dengan kekuatan anak ini.
Ia terus berjalan melewati hutan, kedua temannya juga memperlambat langkahnya agar mereka tidak meninggalkan Inaho di belakang.
Karena Inaho yang melangkah sangat lamban mereka akhirnya sampai di kota yin.
__ADS_1
---
"Aku akan mencari penginapan" ujar Ikazuchi
""Inaho, apa kau tidak apa-apa?" tanya Ginga
Inaho menggelengkan kepalanya. Keringat telah membasahi tubuhnya.
"Aku akan mencari obat untukmu" Ginga pergi meninggalkan Inaho sendirian
Ketika Inaho sendirian beberapa ejekan terdengar. Inaho tidak memperhatikan semuanya tapi yang membuat dia kesal ketika ada orang besar dengan sombong menghampirinya.
"Anjing, untuk apa orang lemah sepertimu membawa pedang besar seperti itu" ia tertawa dengan sombong
Inaho menatap orang tersebut dengan dingin lalu mengangkat pedangnya.
"Kalau kau bisa mengangkat pedang ini maka kau boleh mengambilnya tapi kalau kau tidak bisa kau yang membayar"
Orang itu tertawa mengejek
Inaho melemparkan pedang itu ke arahnya. Ketika ia menangkap pedang tersebut, ia langsung terjatuh dengan ekspresi tidak menyenangkan. Tangannya tertanam di bawah pedang dengan kesakitan.
Jeritan keras terdengar membuat semua orang melihat ke arahnya. Semua terkejut melihat salah seorang preman yang sering meminta uang pada orang yang lemah kesakitan.
__ADS_1
"Teman, bisakah kau mengangkat pedangmu?" ia tersenyum paksa ke arah Inaho
Inaho meregangkan badannya lalu mendekat. Ia mengambil tas kainnya lalu membaliknya mengeluarkan uang yang ada di sana.
Beberapa uang, pil terjatuh dari dalamnya.
"Teman, apa yang kau lakukan?" ia terkejut melihat apa yang di lakukan Inaho
"Kau tidak bisa mengangkatnya maka saya menang berarti kau harus membayar"
Beberapa orang kaget, lalu mengejek laki-laki yang ada di hadapan Inaho dan mencibirnya.
Dengan indra nya, Inaho tahu apa yang mereka bicarakan. Orang yang ada di hadapannya adalah preman yang banyak membuat masalah di kota.
Beberapa temannya datang lalu mengerumuni Inaho. Lalu seorang laki-laki besar maju dengan pedang besarnya. Ada luka cakar di mukanya membuat raut wajahnya menakutkan.
"Hei, kau"
"Beraninya kau membuat masalah dengan geng serigala hitam"
Orang-orang yang menonton semakin bersemangat, kemungkinan mereka akan mendapatkan tontonan bagus.
"Membuat masalah dengan geng kami di daerah kami, berani sekali kau"
__ADS_1
Ia langsung menyerang Inaho dengan pedangnya. Inaho hanya diam lalu menatapnya dengan tatapan dingin. Aura pembunuh keluar darinya lalu ia menangkap pedang itu dengan tangan kanannya. Semua terkejut dengan ini.