Ksatria Altair

Ksatria Altair
Kunci rune


__ADS_3

Miyuki bertarung dengan berbagai monster di dalam. Ia terbang dengan sayap Phoenix di punggungnya. Ia memutarkan tombak dengan hebat. Monster burung yang menyerangnya ditebas satu persatu olehnya.


"Sepertinya kemampuanmu dalam pertempuran udara semakin membaik" Sosok emas itu mendekatinya


"Tentu saja, aku kan murid sang regalia legendaris si ratu Phoenix putri Hou"


"Cukup memuji guru, kita harus menemukan kunci rune dan menghancurkannya agar kita bisa masuk ke bagian dalam reruntuhan"


Miyuki mengangguk dan ia mempercepat terbangnya.


Licth dengan sabit hitamnya terbangun. Jubah ungunya melayang di udara. Aura gelap merambat dari tubuhnya. Matanya bersinar kemerahan.


Ia menjerit dengan keras. Miyuki mendengarkannya langsung menutup telinga kesakitan. Suara itu membuat telinga dan kepalanya sakit.


"Ini adalah serangan mental" Dengan cepat putri Hiu membungkus mental power Miyuki dengan sihir pelindungnya.


Miyuki membuka matanya. Mata itu telah menyala dengan warna ungu. Phoenix's cry bisa terdengar darinya. Ia menatap dengan dingin ke arah licth yang ada di depannya.


Ia bergerak secepat angin lelu menjulurkan tombaknya ingin menusuk licth tersebut. Dengan ganas licth itu menangkisnya dengan sabitnya.

__ADS_1


Pertarungan ganas pun muncul.


Licth itu seperti membaca mantra lalu tengkorak dengan aura hijau muncul di sekitarnya. Tengkorak-tengkorak ittu langsung bergegas menyerangnya.


Lingkaran berwarna putih muncul di belakang Miyuki. Lingkaran tersebut mengeluarkan cahaya holy yang mensucikan. Tengkorak-tengkorak itu menghilang satu persatu. Asa beberapa yang di tebas oleh Miyuki.


Aura dari lingkaran itu masuk ke dalam tombak. Tombak itu berubah menjadi putih suci. Phoenix's cry sekali lagi terdengar dan ia langsung menyerang licth tersebut.


Ketika licth itu ingin menyerang balik, cahaya holy bersinar dengan terang membuat licth menjerit kesakitan.


Tombak dengan element cahaya suci landing menyerang dan menusuk tepat di dada licht. Tulang yang keras remuk lalu hancur mengenai api kehidupannya. Ledakan cahaya suci dipancarkan dari dalamnya.


Suara ledakan cahaya dalam tubuh licth membuat Miyuki terpukul mundur dan ia menyemprotkan darah dari mulutnya. Sepertinya dua serangannya telah menghabiskan banyak kekuatan dan upaya.


Ia berhenti di udara mengatur pernapasannya. Ia menenangkan diri dan mana dalam tubuhnya. Ia terbang mendekati sebuah pilar, dan rune mengelilinginya.


"Sepertinya kau harus menghancurkannya dahulu"


Ia menarik napas dalam-dalam lalu melangkahkan kaki kanan ke belakang, membuat badan miring. Ia mengumpulkan kekuatan pada tombaknya lalu menyerangnya.

__ADS_1


Serangan itu mengenainya tapi tidak menghancurkan pilar tersebut. Ia kelelahan, rasanya naik turun, ia mengatur pernapasan.


"Sepertinya kalian harus menyerangnya bersamaan"


Muncul senyum dari bibir Miyuki. Bersamaan? sepertinya ide bagus untuk kita berpencar. Ia pun memikirkan beberapa kemungkinan. Pintu utama dibuka dengan dua kunci. Lalu pintu dalam dibuka harus dua orang. Sepertinya aku benar, reruntuhan ini tidak tidak bisa dijelajah sendirian.


Ia melihat ke langit dan menyebutkan namanya "Inaho.." dengan muka harapan.


---


Inaho ditelan oleh bayangan, ia menyerap bayangan itu tapi ia terkena sihir ilusi dari monyet mata satu.


Ia melihat keluarganya, temannya. Kehidupan damai di clan dan organisasi


Ia merasakan ada yang memanggilnya, ia langsung membuka mata dari ilusi. Cakar hitam dengan pola emas muncul pada tangan kanan lalu ia mengangkatnya. Ia mrmbantik cakarnya ke depan.


Dragon's strike


Aura emas terbentuk di atas lalu ikut terbanting bersamaan tangan Inaho.

__ADS_1


__ADS_2