Ksatria Altair

Ksatria Altair
Memasuki gua Guntur


__ADS_3

Tiga pemuda berjalan di hutan yang sangat gelap. Mereka sangat berhati-hati. Mereka tidak ingin melakukan pertarungan sia-sia di dalam hutan.


Dua Avatar duduk di bahu seorang pemuda berambut perak. Mata merahnya memperhatikan sekeliling dengan pupil vertikal.


Mereka adalah Inaho dan kelompok nya. Sudah 5 hari berlalu dan mereka akhirnya menemukan sebuah gua yang berada agak ketengah hutan yang paling banyak Guntur di dalam sana.


Mereka berhenti di mulut gua. Lalu mereka saling menatap satu sama lain.


"Apa kalian siap?"


Inaho bertanya sambil memperhatikan emosi kedua sahabatnya. Mereka langsung mengangguk. Perjalanan mereka sudah sangat jauh dan ini penantian mereka tepat di hadapan mereka


Mereka pun masuk ke dalam. Di dalam hanyalah kegelapan, mengunakan sihir api, Inaho membuat bola api. Mereka berjalan dalam waktu cukup lama tapi tidak ada kesulitan.


"Seperti ada suara gemuruh petir" Ginga langsung memulai percakapan. Telinga sangatlah sensitif itulah kenapa ia bisa langsung mendengar.

__ADS_1


Mereka maju sampai menemukan sebuah pintu kuno dari batu hitam dengan pola rune yang rumit.


Kaisar altair keluar dari tubuh Inaho lalu memperhatikan rune yang ada di sana. Ia adalah master dari para master. Itu hanyalah kesombongannya belaka.


"Inaho, aku akan membantumu"


Ia pun masuk ke dalam Inaho lalu memberikan informasi tentang pemecahan rune yang ada di pintu.


Mata kiri Inaho berubah menjadi mata naga merah kehitaman dengan pupil vertikal. Dragon's Roar terdengar dari dalam matanya.


Tangannya bergerak kesana kemari untuk memecahkan rune tersebut. Beberapa butiran keringat terbentuk dari dahinya.


Setelah sejam kemudian pintu bergetar. Rune terpecahkan. Pintu itu terbuka kedua sisi. sebuah portal dengan suara gemuruh terdengar dari dalam sana.


Mereka langsung meloncat ke dalam. Tempat itu bagaikan tempat berbintang. Setiap bintang memiliki senjata, mutiara atau teknik.

__ADS_1


Kaisar surgawi keluar dari tubuh Inaho lalu berkata "Kalian berpencar, Inaho kau harus mendapatkan gulungan dewa Guntur, itu bermanfaat untuk kalian bertiga. Dan kalian bertiga mencari senjata yang kalian perlukan"


Keduanya mengangguk lalu menghilang menjadi cahaya mencari. Inaho tidak bisa berkata-kata


"Kau sudah mendapatkan banyak manfaat, lebih baik kalau dua sababat mu sekarang mendapatkan keuntungan" ia tersenyum ke arah Inaho.


Inaho mendesah lalu menjadi cahaya untuk mencari gulungan yang di sebut kaisar surgawi.


5 menit pencarian, Inaho menemukan sebuah gulungan yang berada di tengah Guntur. Ia langsung melesat sambil mengeluarkan sisik naga hitam dengan pola keperakan pada seluruh tubuhnya. Matanya menjadi merah keperakan.


Beberapa petir menyambarnya tapi tidak menghentikannya. Ia menjulurkan tangannya untuk mendapatkan gulungan itu.


Sebuah pelindung petir menyambarnya. Inaho menyerap semua petir itu dengan kekuatan bloodline naga perak yang ia miliki. Ia menahan rasa sakit lalu mendapatkannya. Ketika ia mendapatkannya puluhan petir menyambarnya bagaikan sebuah naga yang menyerangnya.


Ia menahannya dengan keras. Raungan yang sangat keras terdengar membuat gendang telinga pecah. Tubuhnya ditutupi sisik hingga kulitnya tidak terlihat. Pakaiannya hangus membuat ia terlihat bagaikan seekor naga.

__ADS_1


Petir terus menerus menyerang tanpa henti. Inaho mengigit bibir bawahnya dengan kuat hingga mengeluarkan darah.


Dari sini kekuatan bloodline dragon godnya terlihat. Semua petir itu diserap ke dalam tubuhnya memasuki bloodlinenya langsung ke bola hitam di dalamnya.


__ADS_2